Durasi waktu baca : 3 menit
Serpong, Rumah Main Cikal Serpong. Anak usia dini usia 2-5 tahun sedang berada dalam fase eksplorasi banyak hal, termasuk kosakata dan cara berkomunikasi. Tak jarang, anak mengucapkan kata-kata yang kurang tepat atau ‘asal bunyi’ yang kini disebut asbun.
Namun, di balik perilaku asbun anak usia dini, terdapat proses belajar anak dalam mengenal bahasa dan memahami cara berkomunikasi dengan orang lain. Safira Putri Imanina, Pendidik Rumah Main Cikal Serpong, membagikan 3 tips untuk membantu orang tua menghadapi momen ini. Apa saja tipsnya? Mari simak berikut ini! Baca juga : Belajar Hargai Perbedaan dan Empati Sejak Dini, TK Cikal Kemang Lakukan Sesi Berbagi Makanan 1. Hindari Reaksi Berlebihan Sebagai pendidik yang mendampingi tumbuh kembang anak usia dini dari 6 bulan hingga 4 tahun, Safira merekomendasikan orang tua untuk tidak bereaksi impulsif dan berlebihan saat mendengar anak berbicara asal bunyi atau asbun. “Meskipun terkadang orang tua sebagai orang dewasa terkejut dengan kata yang diucapkan melewati batas, usahakan untuk tenang dan mencari tahu bagaimana anak mendengar kata tersebut.” kata Safira. Baca juga : 2 Cara Orang Tua Bangun Kebiasaan Membaca di Rumah Setelah memahami apa yang diketahui anak, orang tua dapat memberikan pemahaman dengan bahasa yang sesuai dengan usia anak. Hal ini membantu anak mengenali bahwa terdapat kata-kata yang kurang tepat untuk digunakan karena dapat dianggap tidak sopan atau menyakiti perasaan orang lain. “Orang tua dapat memberi pengertian dengan bahasa yang lebih sederhana (sesuai dengan usia anak) tentang makna dari kata tersebut, atau ada kata yang tidak diucapkan karena tidak sopan membuat orang lain tersinggung.” jelas Safira. Baca juga : 2 Cara Rumah Main Cikal Ajarkan Kepercayaan dan Kejujuran Safira mengingatkan bahwa anak usia dini merupakan peniru ulung yang menyerap bahasa dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, orang tua dan pendidik perlu membiasakan penggunaan bahasa yang baik agar anak memiliki contoh positif dalam berkomunikasi. “Karena anak sedang dalam fase menyerap dan meniru orang sekitarnya, orang tua dan pendidik perlu menjadi contoh yang baik ketika sedang berkomunikasi di sekitar anak, yaitu dengan menggunakan bahasa yang baik.” tutup Safira.(*) Baca juga : Latih Kelola Emosi dan Fokus, Murid Kebutuhan Khusus SD Cikal Lebak Bulus Unjuk Keterampilan Merawat Hewan Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Safira Putri Imanina, Pendidik Rumah Main Cikal Serpong Editor : Salsabila Fitriana Penulis : Rahma Yulia 2. Memberi Pemahaman Sesuai dengan Usia Anak
3. Menjadi Teladan Baik Bagi Anak
Informasi Cikal Support Center