Lewat Pameran Seni, Sekolah Cikal Dorong Siswa Berpikir Kreatif dan Inovatif

Kompas.com - Tantangan zaman ke depan tak lepas dari kebutuhan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif. Dua kemampuan tersebut adalah bagian dari kunci sukses untuk berkarya di era yang serba digital dan cepat. Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi murid menjadi manusia yang kreatif dan inovatif,

Sekolah Cikal Setu mengadakan Visual Arts and Film Exhibition International Baccalaureate Diploma Program (IBDP) kelas 11 dan 12 Sekolah Cikal Setu pada 06-08 Maret 2020, di Hadiprana Art Gallery, Kemang, Jakarta Selatan. Kepala Sekolah Cikal Setu, Ranny Kartabrata mengatakan, pameran IBDPArts Exhibition ini merupakan acara tahunan Sekolah Cikal Setu dan juga salah satu bentuk asesmen pembelajaran program Seni Rupa (Visual Arts ) dan Film bagi kelas 12 selama 1,5 tahun.

"Sebetulnya pameran ini bagian dari assesment dari IBDP Program. Proses kreatif tak hanya program dua tahun itu. Dalam pelajaran apapun, karena kami fokus ke competency base. Mereka sudah kembangkan kreatif sejak dini," kata Ranny kepada Kompas.com di sela-sela acara pameran.

Menurut Ranny, dalam proses belajar program Seni Rupa dan Film, cara pandang murid-murid Sekolah Cikal, telah dibentuk dengan pemahaman konsep “ujian” yang berbeda. Dalam membuat karyanya, murid-murid tidak dipusatkan berkarya untuk mendapat “penilaian angka”, melainkan pada pemerolehan masukan dan saran yang akan diterima dari tamu-tamu sebagai pengalaman yang nyata untuk berkarya selanjutnya.

Setiap anak ditantang untuk memilih tema karya seni rupa maupun film berdasarkan ketertarikan masing-masing anak. Anak-anak diajak oleh untuk melihat dan berpikir tentang keadaan sehari-hari yang telah mereka lihat dan rasakan kemudian menerjemahkan menjadi ide dan kemudian didiskusikan bersama guru.

"Tahapannya itu ada eksplorasi. Mereka diajak banyak melihat karya, membuat perbandingan, menemukan passion mereka. Dari situ mereka bisa menemukan tema. Kemudian, kita challenge temanya melalui diskusi/brainstorming tema. Lalu mereka experiment dan tentu membuat laporan," tambah Ranny.

Dari pameran ini, Sekolah Cikal ingin menumbuhkan nilai-nilai inovasi, kreatif, thingking skill, dan berpikir terbuka. Menurutnya, setiap pekerjaan apapun nantinya akan membutuhkan seorang inovator dan memiliki jiwa kreatif. “Pameran IBDP Arts ini ditujukan bagi murid agar mendapatkan sarana dan pengalaman nyata untuk melakukan atau menunjukkan karyanya di lokasi umum. Melalui pameran ini, mereka tentunya akan mendapatkan kritik serta masukkan yang membangun dari publik.” ujarnya.

----
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lewat Pameran Seni, Sekolah Cikal Dorong Siswa Berpikir Kreatif dan Inovatif", https://www.kompas.com/edu/read/2020/03/07/185413271/lewat-pameran-seni-sekolah-cikal-dorong-siswa-berpikir-kreatif-dan-inovatif.
Penulis : Wahyu Adityo Prodjo
Editor : Wahyu Adityo Prodjo

Source: https://www.kompas.com/edu/read/2020/03/07/185413271/lewat-pameran-seni-sekolah-cikal-dorong-siswa-berpikir-kreatif-dan-inovatif

ENROLL NOW