2 Pendidik SD Cikal Lebak Bulus Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Inklusif di PYP Meeting Coordinators 2025

Pendidik SD Cikal Lebak Bulus Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Inklusif


Durasi Waktu Baca : 3 Menit



Jakarta, Sekolah Cikal Lebak Bulus. Yokho Dwi dan Fara Sitti, dua pendidik SD Cikal Lebak Bulus yang berdedikasi di lini Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus, berbagi praktik baik mengenai cara dan pendekatan pembelajaran inklusif terhadap penyelenggaraan Primary Years Program Exhibition bagi anak-anak berkebutuhan khusus SD Cikal Lebak Bulus di acara Primary Years Program (PYP) Meeting Coordinators tingkat Nasional 2025 pada 29 November 2025 di Gandhi Memorial  Intercontinental School.




(Yokho dan Fara, dua pendidik yang membagikan pandangan dan praktik baik dari SD Cikal Lebak Bulus dan Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus di Primary Years Program (PYP) Meeting Coordinators tingkat Nasional 2025. Dok.Cikal)


Di kegiatan yang diikuti oleh 61 pendidik dari berbagai sekolah yang mengadopsi International Baccalaureate (IB) Primary Years Program (PYP), Yokho dan Fara membawakan materi bertajuk “Every Voice Shines” yang menjelaskan praktik inklusi dan bagaimana sekolah dapat memberi ruang bagi setiap suara murid, termasuk anak dengan kebutuhan khusus di Sekolah Cikal Lebak Bulus. 


Apa misi dan harapan dari Yokho dan Fara dalam berbagi praktik baik penerapan pembelajaran inklusif di Sekolah Cikal Lebak Bulus bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus di komunitas yang lebih luas ini? Selengkapnya berikut ini!




Misi Reflektif dan Inspiratif untuk Inklusivitas PYP Exhibition


Yokho (pendidik SD Cikal Lebak Bulus khususnya di lini Pendidikan Inklusi Cikal untuk program Science Functional, Social Studies Functional, Mathematic Functional, Self Awareness) dan Fara (Pendidik SD Cikal Lebak Bulus khususnya di lini Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus untuk Math Functional, Science Functional, Language Functional, Social Studies Functional, berbagi cerita mengenai langkah mereka untuk belajar dengan komunitas yang lebih luas mengenai PYP dan berbagi inspirasi mengenai praktik persiapan dan pendampingan ABK untuk PYP Exhibition dalam konteks riil di Sekolah Cikal di pertemuan PYP Meeting Coordinators tingkat Nasional 2025.


“Mewakili SD Cikal Lebak Bulus, kami ingin saling belajar dengan komunitas PYP yang lebih luas. Kami tidak hanya berbagi pengalaman yang sudah kami jalani, tetapi juga belajar dari praktik baik dari sekolah lain. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat saling menguatkan dan menginspirasi agar praktik PYP yang kami jalankan semakin relevan, reflektif, dan benar-benar mendukung kebutuhan murid.” ujar mereka.



(Yokho dan Fara, 2 Pendidik yang antusias belajar dan berbagi praktik baik mengenai penerapan inklusivitas yang telah berlangsung di SD Cikal Lebak Bulus dan Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus. Dok.Cikal)

Yokho juga menambahkan bahwa ia secara personal juga ingin menumbuhkan kesadaran global terhadap pendidikan inklusif yang juga dapat berkontribusi yang telah tercipta di Sekolah Cikal secara umum, dan khususnya di Sekolah Cikal Lebak Bulus.

“⁠Saya juga ingin mengembangkan pemahaman lebih dalam tentang PYP Framework dan Differentiation, lalu, menumbuhkan Kesadaran Global tentang Pendidikan Inklusif itu ternyata bisa berkontribusi dalam PYP, sebagaimana Cikal sudah memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengikuti PYP Exhibition.” tambahnya.

Baca Juga : Sekolah Cikal Bandung Optimalkan Fungsi Lima Indera ABK dengan Kunjungan Lapangan ke Hutan Kota Juanda




Materi Inklusif Tentang Setiap Potensi ABK Berhak Didengar

Dalam sesi workshop mewakili Cikal yang berjudul Every Voice Shines, Yokho dan Fara memberikan penjelasan dan praktik baik yang telah diterapkan di Sekolah Cikal terhadap anak-anak berkebutuhan khusus terkhusus dalam pendampingan dan pembelajaran Primary Years Programs (PYP) Exhibition untuk ABK. 

Kami menyampaikan materi tentang “Every Voice Shines”, yang berfokus pada praktik inklusi dan bagaimana sekolah dapat memberi ruang bagi setiap suara murid, termasuk anak dengan special needs. Kami memilih materi ini karena kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi dan hak untuk didengar serta terlibat secara bermakna dalam pembelajaran PYP dan materi yang mudah diterapkan untuk anak kami.” jelasnya.

Lebih lanjut dalam sesi, Yokho juga memberikan pemaparan bahwa dalam praktik pengajaran dan pembelajaran, pendidik di Sekolah Cikal Lebak Bulus yang mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus di lini Pendidikan Inklusi Cikal berupaya untuk mengenali dan memahami karakteristik setiap murid secara menyeluruh sebagai dasar dari penerapan personalisasi dan diferensiasi pembelajaran.

“Dalam Proses pembelajaran, kami berupaya mengenali karakteristik setiap murid secara menyeluruh. Hal ini kami lakukan melalui observasi berkelanjutan, diskusi tim, serta refleksi terhadap proses belajar murid. Pemahaman ini menjadi dasar dalam menerapkan personalisasi dan diferensiasi pembelajaran.” jelasnya.

Baca Juga : Latih Tanggung Jawab dan Kemandirian, Murid Kebutuhan Khusus SD Cikal Lebak Bulus Bangun Rutinitas Merawat Tanaman




Peran Pendidik Sekolah Cikal untuk Kehidupan Masa Depan ABK

Sebagai pendidik, Yokho menjelaskan bahwa pendampingan belajar dan pengembangan diri bagi ABK di Sekolah Cikal tidak hanya mengenai mengoptimalisasikan kemampuan anak di pelajaran, melainkan juga siap menjalani kehidupan (Thrive For Life).

“Thrive for Life adalah usaha kami sebagai pendidik untuk membantu anak-anak berkebutuhan khsuus tidak hanya pintar di pelajaran, tetapi juga siap menjalani kehidupan. Para guru mendukungnya dengan membuat suasana belajar yang aman dan menyenangkan, memberi kesempatan anak untuk mengenal diri, berani mencoba hal baru, dan belajar dari pengalaman.” ujarnya.

Baginya dan para pendidik lainnya di lini Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus, keinginan menyaksikan setiap anak berkembang sesuai potensi, percara diri, hingga berani menjadi diri sendiri dalam belajar dan kehidupan adalah harapan terbesar.

“Harapan kami, setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya. Kami ingin terus mendampingi mereka agar merasa dihargai, percaya diri, dan berani menjadi diri sendiri dalam belajar dan kehidupan. Ke depannya, kami ingin terus belajar dan berkembang sebagai pendidik. Mewakili Cikal, kami berharap bisa ikut berkontribusi dan saling menginspirasi dengan sesama pendidik, khususnya dalam pembelajaran yang inklusif dan berpihak pada anak.” imbuhnya. (*)

Baca Juga : Latih Kelola Emosi dan Fokus, Murid Kebutuhan Khusus SD Cikal Lebak Bulus Unjuk Keterampilan Merawat Hewan




Informasi Cikal Support Center


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : 

    • Yokho Dwi,pendidik SD Cikal Lebak Bulus khususnya di lini Pendidikan Inklusi Cikal untuk program Science Functional, Social Studies Functional, Mathematic Functional, Self Awareness

    • Fara Sitti, Pendidik SD Cikal Lebak Bulus khususnya di lini Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus untuk Math Functional, Science Functional, Language Functional, Social Studies Functional

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana



I'M INTERESTED