Durasi Waktu Baca : 3 Menit Sekolah Cikal. Sekolah Cikal kerjasama dengan Olympichamps untuk mendukung para murid memperluas pengalaman akademik dan membangun portofolio di bidang ilmu matematika dengan mengikuti InternationalKangarooMathematicsContest (IKMC) 2026 yang diselenggarakan pada 17 April 2026. Kompetisi ini diikuti oleh pelajar dari seluruh Indonesia dengan total 188.892 peserta dari jenjang SD hingga SMA. Dari Sekolah Cikal, terdapat 20 murid yang turut serta mengikuti kompetisi ini, antara lain 5 murid dari Sekolah Cikal Surabaya, 10 dari Sekolah Cikal Lebak Bulus, 2 dari Sekolah Cikal Amri Setu, 1 dari Sekolah Cikal Bandung, dan 2 dari Sekolah Cikal Serpong. Ke-20 murid tersebut berhasil meraih pengalaman akademik tak terlupakan dan membawa pulang raihan prestasi berupa berbagai medali, baik emas, perak, maupun perunggu. Apa misi Sekolah Cikal secara umum di tahun ini untuk mendukung murid mengikuti IKMC dan cerita dari perwakilan murid yang mengikuti IKMC 2026? Simak selengkapnya di bawah ini. Yaumil Asridh, Kepala SD Cikal Lebak Bulus, mengungkapkan bahwa Cikal secara umum membangun program Matematika khusus Olimpiade yang bernama Olympichamp yang ditujukan untuk mendukung antusiasme murid SD Cikal yang membutuhkan tantangan lebih dalam bidang akademik dan berlatih untuk ragam kompetisi Matematika. “Program Olympychamps hadir sebagai bentuk personalisasi yang diberikan oleh sekolah untuk anak-anak yang membutuhkan tantangan lebih.” ucapnya. Pandangan mengenai tantangan lebih juga ditambahkan oleh Kepala SD Cikal Surabaya, Dina Irdhina, yang menyampaikan bahwa perluasan pengalaman ini juga ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan, minat, dan kemampuan anak. “Di Cikal, kita menggunakan pendekatan personalisasi di mana anak-anak bisa mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Karena itu, kita membuat program yang bisa mengakomodasi kebutuhan dan minat anak, dan salah satunya adalah Program Olympichamps. Program ini dibuka untuk anak-anak yang ingin mengembangkan kemampuannya dan memperluas wawasannya, khususnya di bidang matematika.” ucapnya. Baca Juga : SD Cikal Bandung Ajak Murid Belajar Gaya Hidup Perbukitan Melalui Overnight Field Trip Hilltop Camp Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada pengembangan kompetensi diri murid secara jangka panjang, Sekolah Cikal memiliki fokus tersendiri dalam pengembangan program ini dan orientasi capaiannya bukan pada medali semata, melainkan pada tujuan dan refleksi dari setiap tujuan tersebut. “Di Cikal, kami percaya bahwa kompetisi bukanlah definisi mutlak dari sebuah kesuksesan, namun yang menjadi poin penting dari kompetisi adalah bagaimana anak menetapkan tujuan dan melakukan refleksi terhadap proses yang berlangsung. Hal yang menjadi goal itu sendiri juga bukanlah fokus pada kemenangan, namun lebih kepada kompetensi/skill yang ingin dikembangkan dari mengikuti lomba tersebut yang dilanjutkan dengan melakukan refleksi terhadap sejauh mana progres anak menuju ke pencapaian goal tersebut.” jelasnya. Di Cikal Surabaya, misalnya, menurut Dina, para murid di SD Cikal Surabaya antusias mengikuti olimpiade itu dengan membawa misi yang bersifat jangka panjang, yakni meningkatkan wawasan dan mengumpulkan portofolio. “Di Cikal Surabaya sendiri ada beberapa anak yang memang senang mengerjakan persoalan-persoalan matematika dan menantang diri mereka sendiri dengan mengikuti beberapa lomba di luar sekolah. Banyak juga orang tua murid memberikan informasi kepada para homeroom mengenai lomba-lomba di luar sekolah yang bisa diikuti anak untuk mendapatkan pengalaman di luar sekolah dan agar anak-anaknya juga lebih terbuka wawasannya,” tuturnya. Ayesha, murid SD Cikal Surabaya, merupakan salah satu murid yang antusias mengembangkan dirinya dalam bidang olimpiade matematika sejak dini. Ia bercerita bahwa misi personalnya adalah untuk mempersiapkan portofolionya menuju pendidikan tinggi. “Aku ikut olimpiade IKMC karena aku ingin mempersiapkan portofolio diriku untuk pendidikan tinggiku nanti. Di olimpiade, bentuk soalnya lebih banyak storytelling dan di olimpiade kita semua ikut serta sendiri dan kita membawa pengalaman belajar kita untuk memecahkan soal.” ucapnya. Tak hanya Ayesha, ada pula Ethan yang bercerita bahwa ia ingin mendapatkan banyak pengalaman baru dengan ikut serta dalam olimpiade offline. Untuk medali, itu adalah bonus yang menyenangkan baginya, karena ia mengetahui bahwa soal olimpiade itu tidak semudah yang dibayangkan. “Aku mengikuti lomba olimpiade karena seru. Aku ingin mendapatkan banyak hal atau pengalaman baru dari olimpiade offline dan aku mendapatkan pelajaran baru karena soal olimpiade susah. Jadi, aku senang mendapat medali.” ujarnya. Baca Juga : Murid SD Cikal Surabaya Belajar Makna Sistem dan Identitas Budaya melalui Kunjungan Lapangan ke Bali Proses pengembangan program olimpiade matematika dan dorongan untuk mengikuti olimpiade, dalam hal ini, refleksi dari olimpiade terhadap cara belajar di SD Cikal, mencakup Compassionate Connection atau memanusiakan hubungan, Challenging Choices atau memilih tantangan, dan Constructive Continuity atau membangun keberlanjutan. Berikut adalah gambarannya: Memanusiakan Hubungan (Compassionate Connection) Cikal menghadirkan program olimpiade matematika untuk memahami kebutuhan anak yang memiliki minat dan bakat di matematika. Memahami Konsep (Comprehensive Concept) Cikal mendorong murid untuk memahami konsep matematika dan penerapannya dalam keseharian. Memilih Tantangan (Challenging Choices) Dengan berbagai kesempatan untuk berkompetisi, para murid akan memilih masing-masing tantangannya untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Membangun Keberlanjutan (Constructive Continuity) Membangun keberlanjutan terletak pada kunci “Progress apa yang telah saya buat” dalam proses belajar. Bagaimana progres yang terjadi dalam pencapaian tujuan anak-anak dapat dilanjutkan dengan proses refleksi. Memberdayakan Konteks (Community Context) Cikal mendorong setiap murid untuk mendayagunakan situasi yang ada hubungannya dalam hubungan dengan bidang ilmu matematika dengan kehidupan nyata dalam keseharian.(*) Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Yaumil Asridh, Kepala SD Cikal Lebak Bulus Dina Irdhina, Kepala SD Cikal Surabaya Ayesha, Murid SD Cikal Surabaya Ethan, Murid SD Cikal Bandung Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila FitrianaProgram Olimpiade Matematika, Perluas Tantangan dan Perkuat Minat Murid
Fokus Olimpiade Bagi Cikal, Pengembangan Kompetensi dan Pengumpulan Portofolio
Misi Personal Dua Perwakilan Murid SD Cikal dalam Berkompetisi
Refleksi Olimpiade terhadap Cara Belajar di SD Cikal
Informasi Cikal Support Center