38 Murid Cikal Surabaya Raih 99 Medali di World Scholar’s Cup 2026

38 Murid Cikal Surabaya Raih 99 Medali di World Scholar’s Cup 2026

Durasi waktu baca : 3 menit



Surabaya, Sekolah Cikal Surabaya.Sekolah Cikal Surabaya kembali mendelegasikan murid untuk berpartisipasi di World Scholar’s Cup 2026. Mulai dari Regional Round, sebanyak 32 murid meraih 88 medali yang terdiri dari 30 medali emas dan 58 medali perak. Lalu, 6 murid kembali maju ke Global Round dan meraih 11 medali, yang terdiri dari 3 medali emas dan 8 medali perak.

Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses belajar yang tidak kalah bermakna. Bagi Sekolah Cikal Surabaya, WSC menjadi ruang bagi murid untuk menetapkan target, mengenali kekuatan diri, berkolaborasi, menghadapi tantangan, serta belajar dari berbagai pengalaman yang mereka temui. 

Lantas, seperti apa proses belajar dan perjalanan murid Cikal Surabaya di WSC 2026? Mari simak cerita Destarizky Tidoputri Pratama, Koordinator WSC Cikal Surabaya 2026, tentang proses dan pengalaman murid dalam mengikuti kompetisi ini. 

Baca juga : 59 Murid Sekolah Cikal Amri Setu Raih 172 Medali di World Scholar’s Cup 2026





Menempatkan World Scholar’s Cup sebagai Proses Belajar

Bagi Sekolah Cikal Surabaya, mengikuti World Scholar’s Cup adalah tentang bagaimana para murid menjalani proses belajar dan bertumbuh. Setiap prosesnya menjadi ruang untuk mengenal diri, menetapkan target, hingga menghadapi tantangan dengan cara masing-masing.


“Kami berusaha menempatkan WSC sebagai sebuah proses belajar. Dalam persiapannya, para murid tidak hanya diberikan materi atau latihan soal, tetapi juga diberikan kesempatan di awal untuk merefleksikan target masing-masing dan kemudian berproses bersama dengan berdiskusi dan menyampaikan pendapat.” kata Desta.


Dengan begitu, ukuran keberhasilan murid dalam berkompetisi tidak hanya diukur dari banyaknya medali yang diraih, tetapi juga dari perkembangan para murid dalam prosesnya.


“Jadi, keberhasilan anak bagi kami tidak hanya dilihat dari berapa banyak medali yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana mereka berkembang menjadi pribadi yang lebih percaya diri, terbuka, mampu bekerja sama, dan berani menghadapi tantangan serta kembali ke target-target yang telah mereka tentukan di awal. “It’s not about you against other people, but you against yourself.” lanjut Desta.


Baca juga : SD Cikal Bandung Ajak Murid Belajar Gaya Hidup Perbukitan Melalui Overnight Field Trip Hilltop Camp 




Persiapan Murid di WSC Tingkat Regional dan Global Round 2026

Pada tingkat Regional Round, 32 murid Cikal Surabaya meraih 88 medali, di antaranya 30 medali emas dan 53. Setelah itu, terdapat 6 murid yang lanjut ke tahap Global Round dan meraih 11 medali yang mencakup 3 medali emas dan 8 medali perak. Beranjak dari Regional menuju Global Round, murid tidak hanya diajak untuk mempersiapkan diri secara akademik, tetapi juga untuk membangun kemandirian, fleksibilitas berpikir, dan kesiapan untuk bertemu dengan beragam perspektif. 


“Secara persiapan tidak terlalu berbeda, namun lebih terlihat pada persiapan menghadapi tantangan yang lebih kompleks di Global Round. Anak-anak perlu lebih mandiri dalam mempersiapkan diri dan lebih siap untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara dan latar belakang. Mereka juga perlu mengembangkan kemampuan untuk berpikir lebih fleksibel karena di Global Round mereka akan bertemu dengan perspektif dan cara berpikir yang jauh lebih beragam. Jadi, persiapannya bukan hanya “belajar lebih banyak”, tetapi juga “belajar menjadi lebih siap menghadapi lingkungan yang lebih beragam dan menantang”, jelas Desta.


Baca juga : 20 Murid Sekolah Cikal Ikuti IKMC 2026 untuk Perluas Tantangan dan Perkaya Portofolio Sejak Dini 




Mendalami Makna Lifelong Learner di World Scholar's Cup 

Pada akhirnya, kompetisi World Scholar’s Cup bagi Cikal bukanlah tentang pencapaian yang dibawa pulang, tetapi juga bagaimana murid melihat kompetisi ini sebagai pembelajaran bermakna dan kemauan untuk berkembang. Hal ini sejalan dengan semangat Cikal untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. 


“WSC memberikan ruang bagi murid untuk berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, berargumentasi, dan melihat sebuah isu dari berbagai perspektif. Isu-isu yang diangkat di WSC juga sangat menarik dan berbeda setiap tahunnya. Murid akan didorong untuk melakukan banyak riset secara mandiri. Jadi, kami mendorong murid mengikuti WSC bukan semata-mata untuk mendapatkan medali, tetapi karena prosesnya sangat sejalan dengan semangat Cikal untuk menjadi lifelong learner, anak yang ingin terus belajar, terbuka terhadap perspektif baru, dan berani menyampaikan pemikirannya.” kata Desta.


Hal ini juga diungkapkan oleh Bianca, murid kelas 8 SMP Cikal Surabaya dan salah satu perwakilan WSC. Baginya, dibandingkan dengan medali, proses pengembangan diri menuju kompetisi jauh lebih penting.


“After participating in the WSC Globals and Regionals, I learned that not everything depends on how many medals you win, how high your score is, or how well you perform. Because in the end, we’ll all remember the friends we made along the way, the hardships we faced during preparation, and how brave we were to participate.” tutup Bianca. (*)


Baca juga : SD Cikal Lebak Bulus Gerakkan Kampanye Pubertas dan Kuatkan 4 Kompetensi Diri Murid 




Informasi Cikal Support Center

Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : 

    • Destarizky Tidoputri Pratama, Koordinator WSC Cikal Surabaya 2026

    • Bianca, Murid Kelas 8 SMP Cikal Surabaya

  • Editor : Salsabila Fitriana 

  • Penulis : Rahma Yulia 

I'M INTERESTED