59 Murid Sekolah Cikal Amri Setu Raih 172 Medali di World Scholar’s Cup 2026

59 Murid Sekolah Cikal Amri Setu Raih 172 Medali di World Scholar’s Cup 2026

Durasi waktu baca : 3 menit


Jakarta, Sekolah Cikal Amri Setu. 35 murid Sekolah Cikal Amri Setu berhasil meraih 98 medali dalam World Scholar’s Cup (WSC) 2026 tingkat Regional Round, yang terdiri atas 30 medali emas dan 68 medali perak, serta 10 trofi. Dari pencapaian tersebut, 24 murid kemudian melanjutkan perjalanan ke tingkat Global Round dan kembali meraih 74 medali yang terdiri atas 25 medali emas dan 49 medali perak.


Namun, sejatinya, kompetisi ini lebih besar maknanya daripada sekadar  meraih medali dan trofi. Terdapat proses yang membuka ruang pengembangan diri bagi para murid, seperti membangun kepercayaan diri, kemampuan berkolaborasi, hingga membentuk pemikiran yang terbuka. 


Devi Natalia Susanti, Koordinator WSC Cikal Amri Setu 2026, membagikan cerita perjalanan para murid di kompetisi ini. Seperti apa ceritanya? Mari simak lebih lengkap berikut ini!


Baca juga : 22 Murid Sekolah Cikal Amri Setu Raih 67 Medali di World Scholars Cup Global Round 2025  


World Scholar’s Cup Sebagai Kesempatan Pengembangan Diri

Dalam kompetisi World Scholar’s Cup (WSC), tujuan utama para murid Sekolah Cikal Amri Setu bukanlah meraih medali semata, tetapi juga mengasah berbagai keterampilan, seperti berani berpendapat, bekerja sama, hingga membentuk perspektif baru. Itulah mengapa Sekolah Cikal Amri Setu turut mendukung muridnya untuk berpartisipasi di WSC setiap tahunnya.


“WSC bukan hanya tentang menang atau mendapatkan medali. WSC memberi ruang bagi anak-anak untuk berpikir luas, berani berpendapat, bekerja sama, dan bertemu dengan perspektif dari berbagai negara. Jadi bagi kami, kompetisi ini adalah bagian dari proses, bukan sekadar pencapaian.” ungkap Devi. 


Hal yang sama juga dirasakan Keiko, murid kelas 12 SMA Cikal Amri Setu dan salah satu perwakilan kompetisi WSC. Baginya, WSC mengasah kepercayaan diri dan kemampuan kolaborasi.


“WSC mengasah kemampuan berpikir kritis saya yang kuat sekaligus adaptif dan kolaboratif dalam teamwork. Salah satu momen berkesan sekaligus menantang bagi saya adalah ketika saya harus membangun kolaborasi dinamis sebagai satu tim dengan orang-orang baru dalam waktu singkat. Hal tersebut mendorong saya untuk keluar dari zona nyaman.” tambah Keiko.


Baca juga : Tidak Memaksa, Ini 3 Upaya Cikal Amri Setu Ajarkan Murid Terpanggil Beribadah 


Proses Bertumbuh Murid Cikal Amri Setu di Tingkat Regional Round 

Di World Scholar’s Cup 2026 tingkat Regional Round, 35 murid CIkal Amri Setu meraih 98 medali yang terdiri dari 30 medali emas dan 68 medali perak, serta 10 trofi. Dalam prosesnya, para murid membangun fondasi kompetisi akademik di WSC dan keberanian. 


“Di Regional Round, kami banyak membangun fondasi dari academic competition yang ada di WSC dan keberanian.” kata Devi. 


Fondasi tersebut dibangun melalui latihan memahami materi, belajar menyusun argumentasi, dan menghubungkan berbagai pengetahuan yang murid baca di WSC Syllabus “Are We There Yet?” dan di saat yang sama, murid didorong untuk membangun keberanian untuk menggunakan kemampuannya.


Baca juga : 5 Cara Belajar Program Agama di Sekolah Cikal Amri Setu 


Proses Bertumbuh Murid Cikal Amri Setu di Tingkat Global Round

Setelah berhasil melewati Regional Round, sebanyak 24 murid Cikal Amri Setu melangkah ke tingkat Global Round, dan meraih 74 medali yang mencakup 25 medali emas dan 49 medali perak. Memasuki tingkat global, tantangannya pun lebih beragam dan para murid mesti lebih siap menghadapi berbagai perspektif dari peserta yang datang dari negara berbeda. 


“Di Global, tantangannya tentunya lebih meningkat ya, anak-anak harus lebih siap menghadapi perspektif yang berbeda, berpikir lebih cepat, dan menggunakan pengetahuan secara lebih fleksibel. Jadi persiapannya bukan hanya ‘lebih banyak belajar’, tetapi ‘lebih dalam dan lebih kritis dalam berpikir’.” jelas Devi. 


Baca juga : Kunjungan Lapangan Kolaboratif, Aksi Keterlibatan Masyarakat Ala SMA Cikal Amri Setu 


Cara Sekolah Cikal Amri Setu Mendukung Murid di Kompetisi WSC 2026

Keiko membagikan pengalamannya mengikuti WSC dan mengungkapkan bahwa mendapatkan medali dan trofi memang sempat menjadi tujuan awal mengikuti WSC, tetapi setelah mengikuti rangkaian prosesnya, ia belajar bahwa pada akhirnya proses kerja keras yang dilalui bersama adalah hal yang paling mengesankan dari kompetisi ini.


“Menurut saya, proses kerja keras yang dilalui bersama tim adalah kesan terbesar bagi saya.  Because at the end of the day, when you receive the awards, you will celebrate it with your team, who are your friends. Pada akhirnya, kompetisi ini membantu mengasah kemampuan diri sekaligus mempersiapkan saya dalam proses kolaborasi bersama tim yang akan berguna di masa depan nanti.” kata Keiko.  


Pengalaman tersebut tidak lepas dari proses persiapan yang dijalani bersama tim dan dukungan guru-guru WSC di Sekolah Cikal Amri Setu. Latihan rutin tidak hanya membantu Keiko dan tim memperdalam materi, tetapi juga membangun komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan team chemistry sebelum menghadapi kompetisi. 


“Dalam persiapannya, tim saya mengutamakan tiga aspek utama, yaitu collective team collaboration, effective communication, dan pemahaman materi mendalam. Semua ini dijalani melalui weekly personal team training melalui Google Meet. Guru-guru Cikal yang menjadi pembimbing WSC juga mengadakan weekly practice, di mana kami terkadang dipasangkan dengan tim berbeda untuk melatih adaptasi dan kerja sama. Mereka juga mempersiapkan learning materials seperti scholars challenge quiz sheets dan motion practices untuk debat yang mempersiapkan kami menghadapi WSC 2026.” tutup Keiko.(*).


Baca juga : Mengenal Cikal Vox Collective, Klub Debat dan Public Speaking Berprestasi SMP dan SMA Cikal Amri Setu 


Informasi Cikal Support Center

Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 


Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : 

    • Devi Natalia Susanti, Koordinator WSC Cikal Amri Setu 2026

    • Keiko, Murid Kelas 12 SMA Cikal Amri Setu

  • Editor : Salsabila Fitriana 

  • Penulis : Rahma Yulia 

I'M INTERESTED