Gerakkan Cikal Aksi-Aksi, Murid SMA Cikal Amri Setu Jaga Kelestarian Alam Gunung Pangrango

Murid SMA Cikal Amri Setu Jaga Kelestarian Gunung Pangrango Lewat Cikal Aksi-Aksi


Durasi waktu baca: 3 menit



Jakarta, Sekolah Cikal Amri Setu. Murid kelas 10 Cikal Amri Setu telah menggerakan Cikal Aksi-Aksi ke Taman Nasional Gunung Pangrango untuk belajar langsung soal alam dan kehidupan di dalamnya pada 4 hingga 6 November 2025. Di kegiatan yang diikuti oleh 34 murid ini juga, murid turut antusias dalam memahami aksi terbaik untuk menjaga alam dan melestarikan lingkungan


Yogi Eryanto Setiawan, salah satu koordinator Cikal Aksi-Aksi dan Pendidik Physical and Health Education di Sekolah Cikal Amri Setu, menceritakan lebih dalam makna kegiatan, hal-hal yang dilakukan oleh para murid, serta keterkaitan Cikal Aksi-Aksi dengan pengembangan diri murid. 


Seperti apa ceritanya, simak di bawah ini!


Baca Juga : Murid SD Cikal Surabaya Belajar Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan ke Kampoeng Oase Ondomohen Surabaya





Belajar Jaga Alam dan Bertahan Hidup di Hutan

Murid-murid SMA Cikal Amri Setu, Jakarta Timur, yang turut serta di kegiatan Fieldtrip tak hanya sekadar menikmati keindahan alam Gunung Pangrango, melainkan juga belajar mengenai fungsi taman nasional, habitat flora dan fauna, hingga mengenal Penanganan Pertolongan Gawat Darurat (PPGD). 





(Murid SMA Cikal Amri Setu menggerakkan Cikal Aksi-Aksi Jaga Alam. Dok.Cikal)


“Kegiatan yang dilakukan pada karyawisata kali ini adalah belajar mengenai penanganan pertolongan gawat darurat (PPGD), cara bertahan hidup di hutan, seperti belajar jenis-jenis tumbuhan yang bisa dikonsumsi dan yang tidak bisa dikonsumsi. Murid-murid belajar tentang jenis-jenis tumbuhan, cara menanam dan merawat pohon yang tumbuh di area Taman Nasional, pentingnya konservasi atau menjaga hutan demi keseimbangan ekosistem bumi.” kata Yogi. 


Baca Juga : Kegiatan Field Trip Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Cikal, Optimalisasi Pengembangan Diri ABK terhadap Sekitarnya





Bersihkan Area Pegunungan dari 38 Kilogram Sampah Melalui Cikal Aksi-Aksi

Yogi menjelaskan bahwa Cikal Aksi-Aksi adalah cara murid berbagi, berdaya, dan belajar secara kontekstual terkait kehidupan nyata, sehingga dapat mengembangkan rasa empati dan kepedulian. Dalam kegiatan field trip ini, Kegiatan Bersih Gunung, Operasi Bersih Sampah adalah perwujudan nyata dari Cikal Aksi-Aksi.


“Cikal Aksi-Aksi merupakan proses pembelajaran yang penting karena dapat menghubungkan pembelajaran murid di kelas dengan pengaplikasiannya di masyarakat. Di kegiatan field trip ini, murid turut memberikan kontribusi nyata kepada komunitas dan lingkungan sekitar dengan melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango, serta murid berhasil membersihkan area gunung dari 38 kg sampah plastik di sepanjang jalur pendakian.” ungkap Yogi.




(Cikal Aksi-Aksi membersihkan sampah 38 Kilogram di Gunung Pangrango.Dok.Cikal)


Yogi juga menceritakan bahwa murid menunjukkan kerjasama yang baik saat melakukan Cikal Aksi-Aksi ini, seperti berbagi peran saat menanjak. Murid pun antusias saat membersihkan sampah di area pegunungan dan ingin memberi kebermanfaatan yang lebih.


“Murid berkolaborasi dengan sangat baik, ada yg berperan sebagai pengumpul, bagian yg mencapit sampah, ada yang berperan sebagai pemandu, menunjukkan arahnya. Murid sangat senang bisa membersihkan sampah di jalur pendakian, mereka ingin kembali melakukannya dengan jalur dan jarak yang lebih jauh agar manfaatnya lebih luas.” lanjut Yogi.


Baca Juga :  Belajar Struktur Pemerintahan, SD Cikal Surabaya Lakukan Studi Lapangan Ke Yogyakarta




Keterkaitan Field Trip dengan Pembelajaran Physical and Health Education

Sebagai pengajar Physical and Health Education, Yogi melihat pembelajaran fisik dan pengalaman di alam terbuka merupakan dua hal yang saling melengkapi. 

Menurutnya, berbagai keterampilan fisik yang diajarkan di kelas juga dapat diterapkan melalui berbagai aktivitas di alam terbuka. Berbagai kegiatan fisik yang dirasakan oleh para murid bukan hanya sekadar mengasah ketahanan fisik seperti kompetensi sehat di Cikal 5 Stars Competencies, melainkan juga mengasah empati dan kepedulian. 

“Kegiatan fisik di PHE seperti kebugaran, koordinasi, keseimbangan, atau kerja sama tim dapat dilakukan dan diperkuat di alam terbuka. Latihan kardiovaskular dapat ditingkatkan dengan berjalan di alam terbuka dengan medan atau jalur menanjak, mendaki. Medan yang berbatu, sungai-sungai dapat melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh. Selain itu belajar di alam terbuka mengajarkan untuk mampu mengatur emosi,  empati, saling menghargai kepada teman-teman sesama pendaki.” jelas Yogi. 

Pandangan tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Izza, Kepala SMA Cikal Amri Setu. Ia menyebutkan bahwa pengalaman lapangan adalah salah satu proses belajar paling esensial agar murid dapat lebih jelas memahami pentingnya pelestarian alam.

“Kolaborasi antara program Cikal Aksi-Aksi dan PHE dilakukan karena di kelas 10, murid-murid diharapkan mendapatkan pengalaman lapangan yang banyak berhubungan dengan alam. Karena tujuan field trip kali ini adalah di Taman Nasional Gede Pangrango, maka SDGs yang dipilih pada proses perencanaan program Cikal Aksi-Aksi adalah "Life on Land". Para guru bersama-sama membantu murid memahami pentingnya pelestarian alam.” lanjut Izza.

Baca Juga : Cikal Amri Cup 2025, Turnamen Olahraga, Seni, dan Pengetahuan ke-9, Inisiasi STUCO Cikal Amri Setu



Kompetensi 5 Bintang Cikal yang Berkembang


Dari kegiatan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini, hampir seluruh Kompetensi 5 Bintang Cikal tumbuh dan terlihat dalam diri murid-murid. Namun, yang paling terlihat adalah bintang ke-5 yakni Empowering Member of Just, Sustainable and Peaceful Global Society atau Warga Dunia yang Berdaya untuk Mewujudkan Masyarakat yang Berkeadilan, Berkelanjutan, dan Damai. 

“Kegiatan field trip dan Cikal Aksi-Aksi ini tentunya sejalan dengan Kompetensi 5 Bintang Cikal, terutama Empowering Member of Just, Sustainable, and Peaceful Global Society, yakni mendorong dan mengasah potensi anak untuk membuat perbedaan, pemberdayaan, dan perubahan yang bermakna di masyarakat.” kata Yogi.

Izza pun menambahkan bahwa kegiatan ini dapat melatih kompetensi murid untuk seutuhnya tumbuh menjadi pelajar merdeka sebagaimana bintang pertama Cikal, Self-Regulated Learner dan bintang ke-5 Cikal, Empowering Member of Just, Sustainable and Peaceful Global Society.


Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan murid pengalaman melatih kompetensi mereka, terutama dalam menjadi seorang pembelajar yang merdeka dan memiliki kepedulian yang tinggi dan berkontribusi terhadap lingkungan.” imbuhnya.(*)


Baca Juga : Pahami Sisi Positif dan Negatif Gap Year Pasca Lulus SMA




Informasi Cikal Support Center


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : 

    • Yogi Eryanto Setiawan, Pendidik Physical and Health Education Cikal Amri Setu

    • Izza Dinillah, Kepala Sekolah Cikal Amri Setu

  • Editor : Salsabila Fitriana 

  • Penulis : Rahma Yulia 






I'M INTERESTED