Kegiatan Grandparents Chit-Chat, Ajak Murid TK Cikal Bandung Belajar Mengenal Peran Keluarga

TK Cikal Bandung Hadirkan Kegiatan Grandparents Chit-Chat

Durasi waktu baca : 3 menit




Bandung, Sekolah Cikal Bandung.Sekolah Cikal Bandung dikenal sebagai sekolah swasta nasional ramah anak yang aktif menghadirkan kegiatan yang berfokus pada pengembangan sosial-emosional anak. Salah satu kegiatan yang baru saja dilaksanakan pada (28/8) adalah Grandparents Have Chit-Chat with Reception Junior Students. 


Kegiatan ini mendatangkan kakek-nenek dari salah satu murid sebagai bagian dari kegiatan program Social Studies untuk memperkenalkan anggota keluarga yang lain selain keluarga inti, seperti kakek dan nenek.


Menurut Selvie Larasanti, pendidik TK Cikal Bandung, kegiatan ini menciptakan interaksi yang penuh kehangatan antara murid dan kakek-nenek. Para murid mendengarkan kakek-nenek bercerita dan membuat karya (craft) bersama. 


Mari simak lebih dalam mengenai makna kegiatan ini di artikel berikut! 


Baca juga : SD Cikal Bandung Ajak Murid Belajar Gaya Hidup Perbukitan Melalui Overnight Field Trip Hilltop Camp 




Mengenal Peran Keluarga Melalui Interaksi Bersama Kakek-Nenek

Selvie menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu tema kegiatan dari program Social Studies di TK Cikal Bandung. Setelah sebelumnya mengenal anggota keluarga inti. Para murid Reception Junior TK Cikal Bandungmempelajari peran anggota keluarga yang lain, yaitu kakek dan nenek.


“Topik ini diangkat karena tema kegiatan program Social Studies adalah Me and My Family. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah para murid mengenali anggota inti dalam keluarga. Kegiatan ini disesuaikan dengan tahap perkembangan murid Reception Junior di mana anak mengetahui nama dan peran dalam keluarga masing-masing.” kata Selvie. 


Para murid Reception Junior mendapatkan berbagai pengalaman dan cerita seru dari kakek-nenek yang berbeda generasi. Selain itu, murid memahami bahwa setiap keluarga memiliki keberagaman anggota keluarga.


“Kegiatan ini membuat murid memiliki pengetahuan baru akan keluarga itu berbeda-beda berdasarkan jumlahnya. Keluarga lain tetap harus disayangi, baik yang tinggal satu rumah atau beda rumah. Murid juga mendapatkan cerita bahwa waktu kakek-nenek kecil, tidak ada gadget tetapi bermain karet dan tembak-tembakan dari kayu.” lanjut Selvie.


Baca juga : Murid SD Cikal Bandung Belajar Arti Peran Sosial Bersama Pengemudi Bus 




Asah Kepercayaan Diri dan Berpikir Kritis Murid

Interaksi hangat bersama kakek-nenek mendorong murid TK Cikal Bandung untuk bertanya tentang berbagai hal. Meskipun kegiatan ini menjadi pertemuan pertama, para murid secara antusias mendengarkan cerita dan berani bertanya pada kakek-nenek.


“Para murid semangat memberikan respon pertanyaan kakek-nenek dan berani bertanya pada mereka. Hal ini menunjukkan para murid dapat belajar mendengarkan dengan penuh perhatian dan menanamkan rasa hormat serta empati terhadap orang yang lebih tua.” jelas Selvie.


Selain pengembangan diri, murid pun merasakan kehangatan dari kakek dan nenek, terlebih terdapat murid yang tidak tinggal bersama kakek-neneknya. 


“Murid mendapatkan sosok kakek dan nenek secara langsung, di mana banyak dari murid kami yang tidak tinggal bersama kakek dan nenek mereka. Kehangatan tersebut sangat terasa pada 23 murid yang hadir dan semua murid antusias membuat karya craft bersama dengan tidak sungkan meminta tolong.” tutup Selvie.(*)


Baca juga : Murid TK Cikal Bandung Belajar Kebudayaan Sunda ke Sindang Reret 




Informasi Cikal Support Center

Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Selvie Larasanti S.Pd, Pendidik Rumah Main Cikal Bandung

  • Editor : Salsabila Fitriana 

  • Penulis : Rahma Yulia 


I'M INTERESTED