Durasi Waktu Baca : 3 Menit
Jakarta, SD Cikal Lebak Bulus. SD Cikal Lebak Bulus memiliki cara belajar yang unik dalam hal menumbuhkan anak-anak dengan kebutuhan khusus kemampuan untuk mengelola emosi dan fokusnya di lini Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus, salah satunya adalah dengan menghadirkan kesempatan Showcase atau kegiatan menampilkan praktik baik yang telah dipelajari dalam keseharian untuk dibagikan ke sesama teman sebaya, adik-adik kelas, dan pendidik.
Pada November 2025, murid dengan kebutuhan khusus yang duduk di kelas 2 SD Cikal Lebak Bulus melakukan kegiatan Taking Care of Animal Showcase atau unjuk keterampilan dan praktik baik merawat hewan di hadapan adik-adik di Rumah Main Cikal Lebak Bulus. Kegiatan Showcase atau unjuk praktik baik ini juga merupakan asesmen pengembangan diri murid dengan kebutuhan khusus dalam program Sains Functional bagi murid.

(SD Cikal Lebak Bulus menggerakkan kegiatan unjuk keterampilan cara merawat hewan.Dok.Cikal)
Apa pengaruh dari unjuk praktik baik dengan kegiatan showcase merawat hewan tersebut terhadap pengembangan diri murid dengan kebutuhan khusus? Ruuhuly Ikbari atau yang disapa Uly, Homeroom Kelas 2 Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus, mengungkapkan bahwa kegiatan Showcase praktik baik merawat hewan di hadapan anak-anak Rumah Main Cikal menjadi sebuah sarana melihat kemampuan murid untuk menceritakan kembali apa yang sudah dipelajari dan mengasah kemampuan komunikasi. “Showcase ini kami tujukan untuk melihat bagaimana anak memahami dan mempraktikkan cara merawat hewan melalui kegiatan yang nyata. Anak diharapkan bisa menjelaskan model dengan bahasa sederhana, mengikuti instruksi, bermain peran sebagai perawat hewan, menulis paragraf sederhana, dan menceritakan kembali apa yang sudah dipelajari. Semua dilakukan dengan cara yang sesuai kemampuan mereka.” ujarnya. Tak hanya memberikan tantangan bagi anak untuk menceritakan, kesempatan unjuk praktik baik ini juga diharapkan dapat mengasah kemampuan anak melatih fokus hingga mengatur emosi. “Showcase ini juga membantu anak melatih fokus, mengikuti alur, dan mengatur emosinya. Bagi anak berkebutuhan khusus, kesempatan tampil seperti ini penting karena membantu mereka membangun percaya diri, belajar berkomunikasi, dan merasa bangga dengan hasil kerja mereka. Secara sosial-emosi, kegiatan ini menambah keberanian dan membuat mereka terbiasa tampil di depan orang lain dalam suasana yang aman.” tambahnya. Baca Juga : Sekolah Cikal Bagikan Praktik Baik dalam Pendidikan Inklusi di SPEKIX 2025 Sebagai pendidik yang mendampingi murid-murid dengan kebutuhan khusus di lini Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus seperti tantangan fokus, regulasi emosi, komunikasi, interaksi sosial, gangguan belajar dan ADHD, Uly menyebutkan bahwa kegiatan menampilkan praktik baik atau unjuk praktik baik juga sejatinya merupakan bentuk summative assesment bagi murid dengan kebutuhan khusus. “Showcase (dalam hal ini juga) merupakan bentuk akhir (summative) penilaian murid. pendekatan yang dilakukan tentu secara bertahap yakni dengan memberikan latihan kecil-kecilan dulu agar murid dengan kebutuhan khusus merasa aman. Standar yang diberikan menyesuaikan kemampuan murid.” jelasnya. Uly juga menambahkan bahwa asesmen ini berfokus pada proses pengembangan dari diri anak sebagai capaian keberhasilan. Semua rangkaian proses murid dengan kebutuhan khusus bisa menghadapi tantangan fokus, mengelola emosi, dan menunjukkan dengan kepercayaan diri menjadi salah satu cerminan melihat proses pengembangan diri anak. “Dalam Showcase ini kami melihat prosesnya: apakah anak bisa mengikuti instruksi, seberapa fokus mereka, bagaimana mereka menjelaskan, dan bagaimana mereka mengelola emosi. Banyak hal yang bisa dinilai, sebagai bentuk penilaian dari integrated program, melalui showcase saya mengukur kepercayaan diri anak, pemahaman anak terhadap content yang diberikan, setiap anak menunjukkan pemahamannya sendiri. Kemajuan anak dibandingkan dengan diri mereka sendiri, bukan dibandingkan dengan teman lain.” ujarnya. Baca Juga: SD Cikal Bandung Beri Tantangan Anak Belajar Jadi Konten Kreator Bijak Sebagai sekolah inklusi di Jakarta Selatan, Sekolah Cikal Lebak Bulus berupaya untuk melatih keterampilan hidup sederhana murid dengan kebutuhan khusus sejak dini sesuai dengan tahapan dan fase pengembangan diri anak. Melalui kegiatan unjuk keterampilan merawat hewan, Uly menyebutkan bahwa fokus akhirnya bagi murid adalah melatih keterampilan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Bila dikaitkan dengan kompetensi Cikal, ia menyebutkan bahwa murid dengan kebutuhan khusus diasah untuk berwawasan, mandiri, komunikatif, reflektif, dan berimbang secara bertahap sesuai dengan fase dan proses dari pengembangan murid. “Tujuan akhirnya dari kegiatan unjuk keterampilan adalah melatih keterampilan hidup sederhana dari murid dengan kebutuhan khusus seperti bertanggung jawab, berani berbicara, mengikuti langkah-langkah, dan mengatur emosi. Semua ini penting untuk membantu anak mandiri dan siap menghadapi kehidupan sehari-hari. Kompetensi yang ingin disasar yaitu berkaitan dengan berwawasan (Applying knowledge and skill), komunikatif (communicative), berimbang (balanced), dan reflektif (reflective).” imbuhnya. Baca Juga : 4 Penulis Sekolah Cikal dan Pengalamannya di Festival Literasi Karya Raya 2025 Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Ruuhuly Ikbari Husna, Homeroom Kelas 2 SD Cikal Lebak Bulus dan Pendidikan Inklusi Cikal Lebak Bulus Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila FitrianaTujuan ABK Unjuk Keterampilan Merawat Hewan
Showcase Praktik Baik,Bentuk Asesmen yang Fokus Pada Proses
Optimalkan Kompetensi Keterampilan Hidup Sederhana ABK
Informasi Cikal Support Center