Durasi Waktu Baca : 3 Menit Bandung, Sekolah Cikal Bandung. Sekolah Cikal Bandung melalui lini Pendidikan Inklusi Cikal Bandung mengajak anak-anak dengan kebutuhan khusus di jenjang TK dan SD untuk mengasah dan mengoptimalkan kelima panca indera ke Taman Hutan Kota Juanda pada November 2025. Naufal Abdillah, Pendidik dari Pendidikan Inklusi Cikal Bandung, menceritakan bahwa kunjungan lapangan atau Field Trip anak-anak dengan kebutuhan khusus ini merupakan bagian dari cara belajar memberdayakan konteks (Community Context) dari program Science Functional untuk mengoptimalisasi dan mendorong anak-anak dengan kebutuhan khusus belajar mengenal alam dengan kelima Indera yang dimiliki. Bagaimana gambaran dan pengaruh kegiatan ini terhadap pengembangan diri anak-anak dengan kebutuhan khusus di jenjang TK dan SD Cikal Bandung? Mari simak lengkapnya berikut ini. Sebagai pendidik yang mendukung optimalisasi anak dengan ADHD dan Gangguan Pendengaran di Sekolah Cikal Bandung, Naufal menjelaskan bahwa mengajak anak-anak melakukan pembelajaran di luar kelas atau kunjungan lapangan ditujukan untuk memaksimalkan atau mengoptimalkan kelima indera yang dimiliki olehnya dengan memperhatikan alam di sekitarnya. “Tujuan dari diadakannya field trip bagi anak-anak berkebutuhan khusus adalah memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak-anak untuk merasakan secara langsung pembelajaran di luar sekolah. Program Field Trip ini tentunya berkaitan dengan program belajar di Sekolah Cikal, salah satunya adalah program Science Functional dengan tujuan pembelajaran ‘Use the five senses (touching, smelling, seeing, hearing, tasting) to investigate the environment and to gather information’ agar dapat memaksimalkan kelima inderanya dalam belajar dan memperhatikan alam di sekitarnya.” jelasnya. Tak hanya mengoptimalkan penggunaan kelima indera yang dimiliki oleh setiap anak, Naufal juga menambahkan bahwa kegiatan Field Trip menjadi salah satu jalan untuk mendorong anak dapat mendalami pemahaman belajarnya melalui pengalaman konkret hingga mempraktikkan keterampilan sosialnya di luar kelas. “Field trip di Sekolah Cikal Bandung dirancang sebagai pengalaman belajar langsung yang memberi kesempatan bagi anak untuk mengamati, mengeksplorasi, dan berinteraksi dengan lingkungan nyata. Setiap aktivitas memiliki tujuan perkembangan yang jelas sesuai learning objective, seperti menguatkan kemampuan fokus, meningkatkan regulasi diri, mempraktikkan keterampilan sosial, dan memperdalam pemahaman konsep melalui pengalaman konkret. Sebagai sekolah inklusi di Bandung, Sekolah Cikal Bandung berupaya untuk menghadirkan kegiatan Field Trip yang memadukan petualangan dan kreativitas bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Naufal menuturkan bahwa anak-anak pada akhir Field Trip atau kunjungan lapangan tidak diminta membuat laporan, melainkan diajak untuk merefleksikan imajinasinya melalui lukisan di atas kanvas Tote bag. “Kegiatan Field Trip ini adalah perpaduan yang seru antara petualangan dan kreativitas di alam terbuka, dalam hal ini Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda. Anak-anak diajak untuk menyusuri hutan, merasakan segarnya udara rimba, sekaligus berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Setelah tubuh digerakkan lewat aktivitas Nature Walk, selanjutnya peserta menyalurkan imajinasi ke dalam karya seni dengan melukis tote bag bertemakan alam sebagai bentuk refleksi.” ujarnya. Setelah menuangkan pengalaman belajarnya dalam bentuk lukisan, anak-anak pun akan diajak untuk melakukan refleksi pembelajaran lanjutan di Sekolah Cikal Bandung didampingi oleh para guru. “Biasanya setelah mengikuti kegiatan Field Trip, para guru akan mengajak anak merefleksikan ulang kegiatan pembelajaran bersama dengan anak di pertemuan/kelas selanjutnya.” tambahnya. Baca Juga : SD Cikal Bandung Beri Tantangan Anak Belajar Jadi Konten Kreator Bijak Mengacu pada Kompetensi 5 Bintang Cikal, Naufal memaparkan bahwa kegiatan kunjungan lapangan ini sejalan dengan salah satu bintang Cikal yakni Broad-Minded and Physically Sound atau Individu dengan wawasan yang luas dan berfisik sehat. “Fokus utamanya adalah kompetensi Healthy atau sehat. Melalui kegiatan di alam terbuka, anak-anak didorong untuk berjalan, bergerak aktif, dan menikmati udara segar sehingga fungsi tubuh dapat bekerja lebih optimal.” imbuhnya.(*) Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut :+62 811-1051-1178 Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Naufal Abdillah, Pendidik di Pendidikan Inklusi Cikal Bandung. Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila FitrianaTujuan Field Trip ABK ke Hutan Kota Juanda
Keunikan Aktivitas Field Trip bagi ABK di Sekolah Cikal Bandung
Kompetensi Sehat Ditumbuhkan Secara Optimal
Informasi Cikal Support Center