Durasi Waktu Baca : 4 menit
Jakarta, Sekolah Cikal Lebak Bulus. SD Cikal Lebak Bulus memiliki salah satu pendidik inspiratif yang mendedikasikan perannya di pendidikan dan lingkungan yakni Ilham Fauzi. Ia merupakan salah satu pendidik yang juga menggerakkan inovasi pengelolaan sampah pertanian perkotaan terintegrasi dengan cara alami (Magobox).
Memegang dua peran sebagai pendidik pendidikan agama Islam untuk anak-anak SD Cikal Lebak Bulus dan penggerak lingkungan untuk perbaikan ekosistem lingkungan, baginya, tentu bukanlah hal yang mudah, namun, Ilham dapat memegang kedua peran ini dengan sebuah misi, yakni misi untuk terus belajar dan menggali ketidaktahuan menjadi pengetahuan yang mendorongnya dan manusia lainnya menjadi bijaksana dalam kehidupan. (Ilham Fauzi adalah pendidik SD Cikal Lebak Bulus yang aktif juga sebagai penggerak lingkungan melalui Magobox.id. Dok.Cikal) Seperti apa cerita lengkap Ilham mengajar di SD Cikal Lebak Bulus dan menggerakkan pemberdayaan seraya mengajar anak-anak? Selengkapnya berikut ini. Memulai langkah perannya sebagai pendidik dan melangkah sebagai pendidik di SD Cikal Lebak Bulus sebagai pengajar Agama Islam, Ilham meyakini bahwa peran yang ia ampu ini menjadi sebuah misi penting untuk menguatkan pondasi dasar agama sejak dini sebelum beranjak dan bertumbuh menuju kedewasaan. “(Peran jadi Guru) Saya terinspirasi dari guru saya di sekolah untuk masuk jurusan pendidikan. Saat itu, saya belum ada pengalaman memegang level SD, namun pengalaman memegang kelas pendampingan agama islam di level sekolah menengah menambah kepercayaan diri untuk mencoba peran mengajar murid sekolah dasar, saya makin yakin menjadi pendidik di tingkat dasar yang merupakan pondasi awal murid, Jadi, jika pondasi awalnya sudah kuat harapannya ketika sudah dewasa mereka dapat mengingat kembali pengalaman saat di sekolah dasar.” ujarnya. Baca Juga : 2 Pendidik SD Cikal Lebak Bulus Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Inklusif di PYP Meeting Coordinators 2025 Seiring dengan menjalankan perannya sebagai pendidik agama di tingkat dasar, Ilham dan keluarga juga menjalankan misi penting lainnya yakni menggerakkan Magobox.id (inovasi alat pengolahan sampah dan Integrated urban farming (Pertanian perkotaan yang terintegrasi) dengan menggunakan cara alami yakni dengan maggot (larva Black Soldier Fly/BSF) untuk mengurai sisa makanan, mengubahnya menjadi pupuk kompos berkualitas dan sumber pakan ternak kaya protein, sehingga mendukung konsep zero waste dan pertanian perkotaan dengan fitur panen otomatis dan panduan lengkap. Saat diwawancarai, ia mengungkapkan bahwa ia dan keluarga menggerakkan ini sebagai bentuk mengaplikasikan ilmu dan bentuk upaya meninggalkan jejak warisan bermakna untuk anak-anak cucu di generasi selanjutnya untuk menjaga alam. “Latar belakang adanya Magobox.id adalah bentuk rekreasi istri dan saya, kami saling memberikan tantangan satu sama lain untuk mengaplikasikan ilmu yang kami miliki sebagai bentuk Birul walidain atau bakti terhadap orang tua agar ilmu yang di dapatkan bermanfaat, dan langkah ini memberdayakan lingkungan adalah bentuk warisan untuk anak cucu kami nantinya di kehidupan.” ucapnya. Baca Juga : Bucin Parah, Debut Pertandingan Padel Antar House Para Ibu Sekolah Cikal Lebak Bulus Saat ditanyakan mengenai cara Ilham membangun pembelajaran yang bermakna di program Agama Islam di SD Cikal Lebak Bulus, ia mengungkapkan bahwa cara yang ia lakukan adalah dengan Memberdayakan Konteks (Community Context),pendekatan yang mendorong anak untuk mengintegrasikan penerapan nyata di keseharian dalam proses belajar. “Diawal kegiatan kelas 3 saya menggunakan pemantik ke murid dengan pendekatan komunitas, saya meminta mereka berinteraksi dengan warga sekolah tentang tata cara atau adab murid dengan guru atau orang dewasa.” jelasnya. Tak hanya itu, ilham juga menerapkan pendekatanConstructive Community atau membangun keberlanjutan dengan mengintegrasikan proses belajar tayamum dalam Islam dengan alat penunjang berupa bedak pada anak-anak kelas 1 SD. “Murid kelas 1 juga diberi pengalaman dan praktek langsung bentuk praktek tayamum dengan bedak agar lebih menyenangakansebagai bentuk pemahaman yang berkelanjutan.” tuturnya. Selain membangun keberlanjutan, Ilham juga menyebutkan bahwa ia juga menerapkan cara memahami konsep (Comprehensive Concept) pada kelas 5 dalam memahami konsep “Baligh” dalam ajaran Islam. “Observasi dan refleksi diri murid kelas 5 pada topik Baligh membangun pemahaman yang komprensive dan nyata pada diri sendiri tentang posisi dirinya apakah sudah baligh atau belum.” ucapnya. Tak hanya memahami konsep, Ilham juga menyebutkan di jenjang Dasar, ia berupaya untuk memberikan ruang bagi murid untuk memilih tantangan (Challenging Choices) dalam memenuhi tugas dalam bentuk atau media yang beragam dalam mencapai target belajarnya. “Dan semua murid-murid diberi kebebasan untuk membuat tugas akhir dengan Rubrik yang didiskusikan sekaligus menantang murid-murid tersebut untuk mencapai target nya.”ungkapnya. Baca Juga : Najelaa Shihab Jelaskan Cara Belajar di SMA Cikal Saat mendalami lebih lanjut misinya sebagai guru di SD Cikal Lebak Bulus dan inovator terhadap lingkungan melalui magobox.id, Ilham menekankan bahwa dua peran yang sejatinya ia jalani adalah sebuah refleksi dari pelajar sepanjang hayat dan kedua peran tersebut saling menguatkan menuju kebijaksanaan di kehidupan. “Proses belajar menurut saya adalah proses mencari tahu dari ketidaktahuan, sehingga dari pengetahuan yang didapatkan menumbuhkan kebijaksanaan dalam berkehidupan. Pengalaman, praktek, diskusi, membaca adalah bagian dari proses belajar. Termasuk peran sebagai guru dan pegiat lingkungan. Kedua peran ini menurut saya paling melengkapi.” Ia juga meyakini bahwa dalam praktiknya sebagai guru, suara murid menjadi pemantik yang membuat dirinya bertumbuh untuk menjadi guru yang lebih bijaksana seraya menjadi pegiat lingkungan. Hal itulah yang menguatkan ilham untuk selalu membersamai murid memahami dasar agama Islam sebaik-baiknya. “Di Sekolah Cikal, saya merasakan suara murid dan kita tidak bisa menyamakan pemahaman awal murid. Setiap anak pasti memiliki perbedaan. Dan itu menjadi refleksi buat saya bagaimana membersamai murid dan terutama anak saya sendiri. Pada akhirnya, guru menumbuhkan kebijaksanaan antara manusia, pegiat lingkungan menumbuhkan kebijaksanaan terhadap alam.” imbuhnya.(*) Baca Juga : Sekolah Cikal Salurkan Donasi Gerak Cepat Peduli Sumatra Melalui Komunitas Guru Belajar Nusantara Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Ilham Fauzi, Pendidik Agama Islam SD Cikal Lebak Bulus dan Inovator Magobox.id Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila Fitriana
Misi Kuatkan Pondasi Agama Murid
Penggerak Lingkungan Melalui Magobox.id
Cara Belajar Agama Islam di SD Cikal Lebak Bulus
Dua Peran Penuh Kebijaksanaan
Informasi Cikal Support Center