Orang tua, Ternyata Penilaian Capaian Anak Berkebutuhan Khusus di Tingkat TK Sekolah Inklusi Seperti Ini!


Surabaya, Pendidikan Inklusi Cikal. Sekolah inklusi menghadirkan layanan pendidikan yang mengakomodasi setiap kebutuhan murid termasuk murid dengan berkebutuhan khusus dengan berbagai keunikan dan karakteristik. 


Dalam memetakan pencapaian anak berkebutuhan khusus, Muthia Devita, Program Manager Pendidikan Inklusi Cikal Surabaya menyatakan bahwa pencapaian anak berkebutuhan khusus di jenjang TK akan disesuaikan dengan program yang telah dipilih, serta dengan kebutuhan dan kemampuan murid.


Akomodasi Belajar dan Modifikasi Kurikulum Anak Berkebutuhan Khusus Jenjang TK


Pendidikan Inklusi Cikal di TK Cikal Surabaya memiliki beberapa program group antara lain Academic, Functional dan Personal Development. Dalam pelaksanaannya yang diterapkan  di Pendidikan Inklusi Cikal, terdapat pula akomodasi belajar dan modifikasi kurikulum yang akan disesuaikan dengan perkembangan dan kemampuan anak. 


“Program yang diberikan kepada murid disesuaikan dengan melihat kebutuhan masing-masing murid. Akomodasi belajar akan mencakup  cara pemberian instruksi, bentuk tugas dan  materi belajar yang konseptual dengan kehidupan sehari-hari. Kemudian dalam pengaturan belajar terdapat pengaturan belajar individual (one on one), dan kelompok kecil. Untuk waktu belajar tentu disesuaikan dengan level dan kemampuan murid.” jelas Muthia Devita. 



Penilaian Capaian Anak Berkebutuhan Khusus 


Dalam mengukur pencapaian pengembangan diri anak di Cikal, setiap anak termasuk anak berkebutuhan khusus memiliki Personalized Curriculum Circle yang dapat memetakan pencapaian anak. 


“Di Cikal setiap murid memiliki Personalized Curriculum Circle (PCC), kurikulum dan program yang dirancang sesuai kebutuhannya, pada murid berkebutuhan khusus. Jadi, setiap anak akan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Dalam mencapai tujuan tersebut, didukung melalui program-program yang direkomendasikan sesuai tujuan dan kebutuhan murid. Ukuran pencapaiannya pun akan diperoleh sesuai dengan program-program yang telah dipilih.” tuturnya. 


Sebagai sekolah Inklusi, Sekolah Cikal melalui Pendidikan Inklusi Cikal pun memberikan ukuran pencapaian bagi anak-anak berkebutuhan khusus bukan dengan angka melainkan dengan menggunakan Cikal Level of Achievement Standards yang terdiri atas 5 jenjang pengembangan diri anak berkebutuhan khusus, antara lain Starting Up, Beginning, Developing, Expanding, dan Bridging Over yang disesuaikan tentunya dengan fase tumbuh kembang dan pengembangan diri anak berkebutuhan khusus. 



Keterlibatan Orang Tua di Sekolah Inklusi 


Sebagai salah satu pendidik anak berkebutuhan khusus, Muthia juga menjelaskan bahwa keterlibatan orang tua di sekolah inklusi itu menjadi salah satu hal yang esensial. Orang tua selalu terlibat dalam pemetaan program anak-anak berkebutuhan khusus. 


“Dalam menentukan target dan program yang ada di dalam PCC tentunya di sini bukan hanya guru yang berperan. Guru bersama murid dan orangtua melakukan diskusi secara bersama menentukan tujuan. Pada sesi diskusi PCC ini biasanya orangtua juga menyampaikan harapan-harapannya terhadap pengembangan diri anak.” ucapnya. 


Ketika pembelajaran berlangsung secara daring orang tua juga dapat menjalankan  program di rumah dalam mendukung keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak. 


“Sebagai contoh orang tua bisa membiasakan menggunakan rutinitas jadwal untuk membangun konsistensi kegiatan anak sehari-hari. Mulai dari bangun pagi, merapikan tempat tidur, mandi, pakai baju, sarapan sampai aktivitas tidur. Melalui aktivitas pada jadwal tersebut, orangtua bersama anak dapat latihan bagaimana melakukan kegiatan mandi secara mandiri, ke toilet secara mandiri, makan secara mandiri.” tutup Muthia. (*)





Narasumber : Muthia Devita  (Guru Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Pendidikan Inklusi Cikal)

Penulis dan Editor : Tim Konten & Publikasi Cikal 



I'M INTERESTED