Pindah dari Sekolah di Amerika ke Sekolah Cikal, Simak Cerita Aidan Murid SMA Cikal Amri Setu Peraih SNMPTN Undangan Teknik Lingkungan Universitas Indonesia!


Jakarta, Sekolah Cikal Amri Setu. Memahami bahwa proses penemuan bidang yang akan dipijaki membutuhkan waktu, pemetaan minat bakat yang tepat, serta dukungan dari keluarga dan orang terdekat menjadi salah satu langkah pendampingan yang terkuat dalam proses tumbuh kembang setiap anak sebagai manusia. 


Salah satu cerita inspiratif proses penemuan bidang pendidikan lanjutan di tingkat perguruan tinggi hadir dari Aidan Faiz Zarkasyi Dharmawan murid kelas 12 SMA Cikal Amri Setu. Aidan, sapaan hangatnya, berhasil meraih SNMPTN Undangan Universitas Indonesia program studi Teknik Lingkungan.  



Cerita Penemuan Minat Bakat Aidan di Sekolah Cikal 


Di momen berbagi cerita, Aidan menyatakan bahwa dalam proses penemuan program studi, ia membutuhkan waktu refleksi yang cukup panjang, sampai akhirnya memutuskan untuk memilih program studi Teknik Lingkungan yang merupakan titik tengah dari bidang-bidang yang ia sukai yakni Ilmu Teknik dan Ilmu Lingkungan. 


“Di momen awal, aku merasa membutuhkan waktu refleksi atas pemilihan program di bidang pendidikan selanjutnya. Namun, sejak aku mulai mengambil Diploma Program, aku punya tujuan, some sort of teknik, dan environmental aspect juga, dari titik itulah aku  akhirnya memutuskan teknik lingkungan.” ucap Aidan.


Bersekolah di Sekolah Cikal sejak kelas 4 SD, Aidan yang sebelumnya bersekolah di Amerika pun menceritakan momen pemetaan minat dan bakatnya, antara lain strong test yang menjadi salah satu cara yang mendukung menghadirkan beberapa rekomendasi bidang yang diminati Aidan. Selain itu, keinginannya memilih program studi ini terinspirasi juga oleh Ayahnya yang bergerak di bidang sustainability


“Di kelas 10, aku mengikuti strong test dan mendapat rekomendasi 4 bidang. Bidang-bidang tersebut merujuk pada bidang aplikastif sosial humanitarian. Secara personal, aku ingin belajar tentang keberlanjutan lingkungan (sustainability) karena kebetulan Ayah juga bergerak di bidang tersebut.” ujarnya. 


Ilmu Teknik Lingkungan atau Environmental Engineering sendiri merupakan disiplin ilmu yang mengkaji pengelolaan lingkungan yang sehat, konservasi sumber daya air, pengendalian pencemaran, dan berbagai permasalahan lingkungan lainnya dengan menghadirkan solusi penerapan rekayasa teknologi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem lingkungan di masa depan. 


Sebagai Ibu, Dr. Livia Istania DF Iskandar, M.Sc., Psi. menuturkan rasa syukurnya atas keberhasilan Aidan lolos di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Undangan Universitas Indonesia. 


“Kami merasa sangat bahagia, dan bersyukur sekali karena pertama, saya juga lulusan Universitas Indonesia jadi ada teman yang berjaket kuning. Aidan pun masuk di Teknik Lingkungan sesuai dengan apa yang jadi minatnya, environmental engineering. Saya selalu mengatakan kepada dua putra saya, Aidan, dan kakaknya bahwa It’s important to define their own star and not be defined by other people. Semoga Aidan bahagia, passionated di bidangnya, dan menggunakan seluruh talenta yang diberikan oleh Tuhan. ”ucapnya. 


Baca juga : Cerita Thalita Izza, Murid SMA Cikal Amri Setu, Raih 10 Kampus Dalam dan Luar Negeri


Kilas Balik dan Adaptasi Aidan di Sekolah Cikal 


Berpindah dari Sekolah di Amerika ke Sekolah Cikal, Aidan merasakan bahwa dukungan dan interaksi lingkungan yang dihadirkan ketika awal adaptasinya terasa seperti keluarga. Selain itu, belajar di sekolah Cikal lebih banyak mengintegrasikan konteks, sehingga lebih menyenangkan untuk dipelajari olehnya. 


“Tantangan itu lebih dari segi belajarnya saja, kalau untuk interaksi ngga karena majority Bahasa Inggris di Cikal. Lingkungannya keluargaan, semua orang saling kenal, dekat, dan mudah dalam mendapatkan teman. Di DP sendiri aku paling suka  biology, chemistry just a mix, its not super complex tetapi super fun untuk dipelajari. Selain itu ada ekonomi juga, if you have the logic, bakal lancar, feeling-nya enak.” tuturnya. 


(Momen kebersamaan Aidan dengan keluarganya yang terkasih. Dok. Ibunda Aidan)


Ibunda Aidan pun bercerita bahwa terdapat 5 pertimbangan pemilihan Sekolah Cikal sebagai sekolah yang dituju untuk Aidan, antara lain dekat dari rumah, kehadiran Sekolah Cikal sebagai sekolah bilingual, menjunjung nilai pluralisme dan toleransi, memperhatikan sisi psikologi anak, dan tidak menekankan pada akademis, baik nilai, rangking dan sebagainya. 


“Waktu itu saat pemilihan sekolah kenapa memilih Cikal adalah pertama karena dekat. Kedua Cikal sekolah yang bilingual, karena Aidan berangkat ke USA usia 2 tahun, perlu untuk belajar Indonesia dari awal, karena Aidan berbahasa Inggris. Ketiga, Cikal menerima murid dari semua agama, karena saya ingin pluralisme, toleransi tumbuh di dalam diri Aidan. Keempat, Sekolah Cikal memperhatikan psikologi anak, anak dibiarkan tumbuh kembang dengan tidak terlalu kaku, misal soal rambut, Aidan senang dengan rambut gondrong. Kelima, di Cikal tidak berpusat pada akademis, anak-anak tidak dites, tidak rangking, dan dibiarkan untuk bisa tumbuh secara lebih holistik akademis dan non akademis.” jelas Livia. 


Di tingkat SMP, Aidan pernah mewakili Indonesia di ajang pertukaran pelajar dan budaya di Jerman. Keikutsertaannya ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Ia bahkan memberikan tips juga bagi adik-adik kelasnya. 


“Momen pertukaran pelajar bagiku itu untuk memperkaya diri, belajar different culture, interacting with people, build up. I think if you have the opportunity to take it just take it, not everyone bisa ikutan, dan bisa apabila kamu pilih, just be opened dan kamu akan memperoleh experience unforgettable.” tuturnya.


Baca juga : Minati Matematika dan Fisika Sejak SD, Simak Cerita Azfar, Murid SMA Cikal, Peraih SNMPTN ITB Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Rekayasa

Motivasi dari Aidan untuk Adik Kelas di Sekolah Cikal 


Dalam proses penemuan minat dan bakatnya yang menghadapi tantangan, namun telah berhasil terpecahkan berkat kegigihannya dengan hasil yang luar biasa, Aidan memberikan inspirasi ketika menutup ceritanya, antara lain untuk mencoba mengambil strong test dan juga melakukan refleksi mendalam untuk diri sendiri. 


“Memilih jurusan itu menjadi sesuatu yang aku juga rasakan menjadi tantangan. Aku membutuhkan waktu yang cukup lama sampai aku menemukan yang yakin menjadi pilihanku. Tetapi, menurutku strong test dalam hal ini bisa menjadi salah satu cara yang membantu walaupuni tidak selalu akurat. Apa yang ingin kamu lakukan akan lekat dengan kepribadianmu, careerpath yang kamu mau. Gapapa kok, ga tau mau pilih apa, tetapi kalian harus yakini bahawa setiap hari adalah proses belajar (everyday is learning process), making a little progress is a progress, take your time. you’ll find something.” tutup Aidan. (*)


Wah, betapa menginspirasinya cerita Aidan yang menemukan minatnya setelah refleksi panjang dan menghadapi tantangannya. Tentunya hebat juga orang tuanya Aidan yang memberikan motivasi bagi Aidan untuk tumbuh menjadi pribadi yang unik tanpa didefinisikan oleh lingkungannya. Semoga sukses di Teknik Lingkungan dan semoga kelak memberikan kebermanfaatan dengan pengalaman yang akan kamu temukan! 




Untuk ketahui lebih lanjut mengenai pendekatan dan cara pengembangan serta pendampingan anak-anak berkebutuhan khusus di Sekolah Cikal hubungi bit.ly/bukutamucikal. 




Artikel ini ditulis dan diproduksi oleh Tim Konten dan Publikasi Cikal 

  • Editor : Layla Ali Umar dan Stephani Tara Hestiningtyas

  • Penulis : Salsabila Fitriana

Copyright, 2022. 



I'M INTERESTED