Sekolah Cikal Dukung Pembelajaran Berkarakter Lewat Culminating Project


JAKARTA, SCHOLAE.CO - Di awal tahun 2020, Sekolah Cikal mengadakan Culminating Project (CP) Kelas 9 pada tanggal 23 Januari 2020. Bertemakan The Power of Personal Identity, Sekolah Cikal Serpong memberikan ruang bagi murid-murid Kelas 9 untuk membuat proyek pembelajaran sesuai dengan karakter dan passion masing-masing murid, serta memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Demonstrasi Pengetahuan Secara Nyata

Culminating Project Exhibition yang dikhususkan bagi kelas 9 ini merupakan salah satu sarana untuk mendemonstrasikan pemahaman murid-murid akan konsep yang telah diperoleh di kelas dengan eksplorasi yang lebih dalam.

Dalam proses pembuatan proyek ini, murid-murid melalui serangkaian tahapan, dimulai dari menemukan isu terkini yang dihadapi di masyarakat, membuat perencanaan penelitian, melakukan penelitian dan bertemu ahli yang disesuaikan dengan topik masing-masing, melakukan aksi, melakukan analisis, dan membuat refleksi di akhir penelitian.

Puti Hamid, selaku Koordinator pelaksana Culminating Project Exhibition Kelas 9 di Sekolah Cikal Serpong, mengatakan bahwa Culminating Project, sesuai dengan namanya, menjadi sebuah project kulminasi dari rangkaian proses belajar selama tiga tahun terakhir di Middle School.

“Project ini mencakup semua kompetensi 5 bintang Cikal, dimana setiap murid dapat menggunakan kebebasan belajarnya untuk memilih topik/isu yang relevan baginya, dan memikirkan aksi apa yang bisa mereka lakukan agar menjadi anggota komunitas yang turut memberikan kontribusi bagi masyarakat/komunitasnya.” jelasnya.

Ia pun juga menambahkan bahwa selama Culminating project ini dijalankan murid-murid berupaya untuk terus menjaga antusiasme dan komitmen mereka. “Mengingat pemilihan isu/topik setiap murid dibebaskan kepada murid-murid, antusiasme dan komitmen mereka terjaga selama proses CP ini dan mereka juga memberikan usahanya agar aksi mereka bisa berguna untuk komunitas.” ujarnya, yang juga memegang posisi VP Middle School Sekolah Cikal Serpong.

Proyek meningkatkan kepedulian murid

Pengembangan berbagai proyek sesuai dengan minat dan karakter murid dalam Culminating Project ini, ditujukan untuk murid melakukan aksi untuk masyarakat.  “Murid-murid dapat melihat dan menyadari bahwa dengan kompetensi yang dimiliki dan telah dikembangkan selama proses belajarnya di Cikal, mereka bisa menjadi anggota komunitas yang memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.” papar Puti Hamid, yang juga mengajar program Bahasa Inggris di Sekolah Cikal.

Berbagai topik atau tema yang diangkat oleh murid-murid Sekolah Cikal Serpong antara lain, tema literasi dengan pembuatan buku, baik fiksi atau non-fiksi yang bertemakan tentang remaja. Kemudian, tema teknologi antara lain, pengembangan website yang mempromosikan produk lokal dan menjaga lingkungan, aplikasi kamus obat-obatan, dan pengembangan media pembelajaran bagi guru. Tema mode dengan pengembangan slow-fashion bagi remaja, dan berbagai topik menarik lainnya.

Abhyan, salah satu murid kelas 9 yang membuat aplikasi kamus obat-obatan (Drugs Dictionary) dalam proyeknya, mengatakan bahwa proyek aplikasi obat yang Ia buat bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengetahui jenis obat, dan penjelasan detail mencakup efek samping dari obat yang akan digunakan.

Lain halnya dengan Arsatya dan Keval, murid-murid yang lebih tertarik pada pengembangan produk dan jasa. Mereka berdua melakukan kampanye tentang pentingnya menggunakan produk lokal kepada masyarakat melalui website.

Kata Kiting merupakan website yang dibuat oleh Arsatya berisi review produk lokal, antara lain Pijak Bumi dan Sneaker Thanksinsomnia. Dia juga membuat karya sepatu kolaborasi dengan brand lokal dan menjual dalam websitenya. Website yang dibuat Keval bernama Lokal Bangga, yang berisi review produk lokal seputar t-shirt dan juga menjual produk t-shirt kolaborasi dengan brand lokal di websitenya.

Penerapan Kompetensi 5 Bintang

Pelaksanaan Culminating Project ini difokuskan untuk mengembangkan empat dimensi kompetensi 5 Bintang Cikal antara lain, Inovatif (Innovative), Berorientasi pada aksi (Action-Oriented), Reflektif (Reflective), dan Peduli (Caring).

Puti Hamid menjelaskan bahwa di CP ini mencakup 4 dimensi berikut dengan tujuan setiap dimensi. Innovative agar murid dapat menentukan metode dan pendekatan yang sesuai untuk menemukan solusi, mendemonstrasi kemampuan, sikap dan pengetahuan. Action oriented, yang mana membuat murid mampu mendemonstrasikan kemampuan, dan pengetahuan pengembangan proyek dalam kurun waktu yang ditentukan. Reflektif yang akan mampu mendorong murid melakukan refleksi dan menemukan solusi. Kemudian, peduli yang akan membuat murid-murid berkontribusi pada masyarakat.

Sebagai murid yang berpartisipasi dalam CP, Abhyan yang mengembangkan aplikasi kamus obat mengatakan bahwa komitmen dan pengaturan waktu menjadi poin terpenting dalam proyek yang Ia jalankan. “Kemampuan soft-skill yang saya peroleh adalah komitmen dan pengaturan waktu yang baik, mengingat produk saya sendiri juga sangat menantang. Sehingga saya merasa perlu untuk memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankannya. “ tukasnya.

Sejalan dengan Abhyan, Jemma, salah satu murid yang mengembangkan proyek bertemakan pengembangan mode, menambahkan bahwa selama menjalankan proyeknya Ia belajar menjadi lebih berpikir inovatif, disiplin, bekerja dengan cara sendiri tanpa bergantung dengan mentor, dan dapat menggali passionnya tentang mode lebih dalam. 
Di akhir pertemuan, Puti Hamid menyampaikan apresiasinya terhadap murid-murid yang telah sukses menjalankan proyek dengan ide dan komitmen mereka masing-masing sebagai pelajar merdeka. “Saya kagum melihat ide dan komitmen murid-murid dalam mengerjakan proyek ini.  Bagi saya, pembelajaran berbasis karakter sangat memberikan dampak untuk sekitar mengingat murid-murid tengah mengembangkan setiap potensi dalam diri mereka.” tutupnya.  


Editor: Maria L. Martens



Source: https://scholae.co/web/read/2657/sekolah.cikal.dukung.pembelajaran.berkarakter.lewa

ENROLL NOW