Sekolah Cikal Mengembangkan Pendidikan Berbasis Kompetensi dan Karakter

Pengumuman susunan Kabinet Indonesia Maju pada Rabu (23/10) lalu memang membuat kejutan dan beragam hal yang menarik. Salah satunya adalah terpilihnya Nadiem Makarim, yang merupakan seorang profesional muda, sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam pidato pertamanya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia periode 2019-2024 ini mengatakan berarap bisa menciptakan suatu pendidikan berbasis kompetensi dan karakter. Tapi nih kira-kira, kayak apa sih pendidikan berbasis kompetensi dan karakter yang dimaksud?Selaku praktisi yang telah aktif di dunia pendidikan selama 20 tahun, Najelaa Shihab menjawab tentang pendidikan berbasis kompetensi yang dimaksud nih.

Ia mengungkapkan melalui keterangan pers pada Jumat (25/10) bahwa kompetensi dalam pendidikan bukan hanya sekedar menjawab soal ujian, tapi juga kemampuan murid untuk melakukan aksi, mendemonstrasikan apa yang sudah dipelajari dalam berbagai situasi yang baru, memecahkan permasalahan dalam kehidupan.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut, murid diharapkan melakukan serangkaian tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi yang mendorong keterampilan berpikir murid di dalamnya.

“Dalam pendidikan yang berbasis kompetensi, setiap kompetensi nantinya akan mengandung banyak dimensi. Tidak seperti sebelumnya yang hanya mengandung satu dimensi di mana murid hanya perlu menghafalkan materi dan menyebutkan kembali saat ujian. Untuk mencapai kompetensi, nantinya murid juga tetap harus menguasai materi, memiliki pengetahuan dasar, dan punya pemahaman esensial, sebelum melangkah dan mempraktikkan apa yang diketahui dan dipahaminya dalam dunia nyata,” jelas Najelaa. 

Bagi Najelaa Shihab, karakter merupakan bagian yang sangat penting dari pengembangan kompetensi karena akan menjadi dasar bagi murid untuk dapat menerapkan kompetensinya di mana saja. Pendiri Rumah Main Cikal, Sekolah Cikal, dan Kampus Guru Cikal ini juga berharap, pendidikan yang berbasis kompetensi tidak sekedar hafalan saja, tapi juga sampai pada pemahaman dan kemampuan mempraktikkan.

“Anda bisa bayangkan pengalaman kita di sekolah dulu, karakter dalam bentuk nilai-nilai Pancasila dan agama biasanya hanya ditampilkan dalam bentuk ceramah, dan biasanya hanya menjadi sesuatu yang bisa dijawab dengan sempurna di lembar kerja siswa atau pada saat ujian saja. Tapi, belum tentu muncul dalam bentuk perilaku sehari-hari di sekolah ataupun sesuatu yang bisa ditransfer di rumah. Itulah karakter sesungguhnya yang akan mendorong anak untuk mempunyai kompetensi-kompetensi lainnya,” tegas Najelaa.

Bersama Cikal, Najelaa sendiri telah mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi dan karakter yang disebut ‘Kompetensi 5 Bintang Cikal’, yaitu kurikulum yang ditujukan untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi masa depan.“Sekolah bukan hanya untuk sekedar sekolah saja, tapi bagaimana kesuksesan di sekolah itu jadi bekal untuk anak-anak sukses dalam kehidupan di masa depan nanti,” tutup Najelaa Shihab.


Source: https://www.provoke-online.com/index.php/lifestyle/lifestylenews/27503-sekolah-cikal-mengembangkan-pendidikan-berbasis-kompetensi-dan-karakter

ENROLL NOW