LITERASI SEJAK DINI DI RUMAH MAIN CIKAL

BINTARO, TANGERANG SELATAN, 29 Oktober 2019. Bagi Najeela Shihab, selaku praktisi pendidikan, masyarakat masih menghadapi miskonsepsi mengenai makna literasi. Menurutnya, literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca. Literasi juga berkaitan dengan kompetensi berpikir dan memproses informasi. Seseorang dengan tingkat literasi tinggi, tentunya dalam hal ini akan dikatakan memiliki kemampuan penalaran dan pemecahan masalah yang baik dalam berbagai bidang, baik itu meliputi ilmu pengetahuan,  numerasi dan juga finansial.

MEMBACA UNTUK BELAJAR, BUKAN BELAJAR UNTUK MEMBACA

Menghidupkan budaya literasi telah ditanamkan selama 20 tahun Cikal berdiri, khususnya, di  Rumah Main Cikal (RMC) sebagai upaya mencapai kompetensi 5 Bintang. Kebiasaan tersebut merupakan ‘Praktik Baik’ untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas dan daya berpikir anak, dan harus terus dibangun tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah. “Belajar untuk membaca berkait dengan kemampuan bahasa dalam mengenal huruf, mengeja dan instruksi yang cenderung lebih sederhana, bisa dikuasai di tingkat dasar dalam waktu singkat. Membaca untuk belajar adalah kemampuan lintas disiplin digunakan sebagai alat untuk memahami dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Membaca bukan tujuan akhir, tapi alat untuk tujuan belajar yang lebih besar.” jelas Najeela, yang merupakan pendiri Cikal.

USAHA MEMBANGUN CINTA PADA DUNIA MEMBACA

Penyediaan fasilitas berupa perpustakaan dengan didesain dengan menarik, dan diisi dengan buku-buku yang beragam merupakan salah satu cara efektif untuk memperkenalkan indahnya dunia literasi sejak usia dini. Budaya literasi juga akan sangat baik jika dimulai dari guru-guru yang mendorong ketertarikan anak untuk membaca untuk belajar dengan cara yang menyenangkan.Keberadaan perpustakaan di Rumah Main Cikal, menurut Ibu Irene Puti Damayanti selaku kepala sekolah Rumah Main Cikal Serpong dan Bintaro, ditujukan sebagai usaha membangun kecintaan anak terhadap dunia membaca sebagai keterampilan kepada anak-anak sejak dini.

“Perpustakaan memiliki fungsi yang salah satunya adalah membangun kecintaan siswa terhadap kegiatan membaca dimana keterampilan pra-membaca mulai dikenalkan kepada siswa sejak dini.” jelas Irene Puti Damayanti yang juga merupakan pendidik di Rumah main Cikal.

Ia juga menambahkan bahwa  kesadaran literasi sejak dini perlu dibangun tidak hanya melalui perpustakaan sekolah saja, namun di setiap pengalaman belajar di sekolah dan diselaraskan dengan apa yang dapat dilakukan di rumah. “Membangun kebiasaan mencintai dunia literasi tentu bukanlah hal yang mudah. Kesadaran literasi sejak dini perlu dibangun tidak hanya di setiap pengalaman belajar di sekolah saja, tapi juga diselaraskan dengan apa yang dapat dilakukan di rumah.” tutup Ibu Irene Puti Damayanti. (SF)

-------

Untuk mengunduh Rilis dalam bentuk PDF :MEMPERKENALKAN LITERASI SEJAK DINI: MEMBACA UNTUK BELAJAR DI RUMAH MAIN CIKAL