Durasi waktu baca : 3 menit Jakarta, Sekolah Cikal Amri Setu.Tak hanya memiliki strategi pencegahan, Sekolah Cikal juga mengedepankan kesiapan sekolah dalam menanggapi laporan yang berkaitan dengan keamanan dan perlindungan anak, terutama mengenai kejahatan seksual. Proses tanggapan laporan tersebut mencakup pemberian ruang bagi murid untuk bersuara, investigasi secara kolaboratif, hingga komunikasi yang transparan dengan orang tua. Rendra Yoanda, Wakil Kepala SD Cikal Amri Setu dan Psikolog Klinis Anak, menjelaskan bahwa 3 cara Sekolah Cikal menangani laporan keamanan dan perlindungan murid. Mari simak selengkapnya berikut ini! Baca juga : 3 Strategi Sekolah Cikal Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual Psikolog Rendra mengungkapkan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dapat dimulai dari bagaimana komunitas sekolah memberikan rasa percaya diri pada murid untuk bersuara. Maka dari itu, para murid di Sekolah Cikal diberi ruang untuk mengungkapkan perasaannya dengan aman. “Setiap murid bisa menyampaikan perasaannya kepada siapapun yang mereka percayai. Setiap guru dan tenaga kependidikan non-guru dibekali dengan pengetahuan prosedural apabila mereka menjumpai, mendengar, atau menemukan adanya hal-hal yang semestinya tidak terjadi.” kata Rendra. Baca juga : Sekolah Cikal Lebak Bulus Terapkan Pembelajaran Kontium Mengenai Pubertas Pada Anak Ketika laporan diterima, pihak penerima atau yang menjumpai kejadian akan menginformasikan temuan tersebut pada homeroom atau advisor murid yang bersangkutan. “Mereka umumnya akan melaporkan hal ini juga kepada konselor, dan apabila dibutuhkan, konselor akan ikut membantu proses investigasi. Dari sini, baik homeroom, advisor, maupun konselor akan mendiskusikan temuan-temuan mereka dan membuat laporan kronologisnya untuk disampaikan kepada supervisor mereka, yaitu Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah. Di sini, akan didiskusikan langkah tindak lanjut yang bisa dilakukan untuk menyikapi hal yang terjadi.” Baca juga : 3 Cara Psikolog Sekolah Cikal Menyampaikan Edukasi Seks pada Anak Selain alur investigasi internal, Sekolah Cikal sangat mengedepankan transparansi serta keterlibatan aktif orang tua dalam setiap tahap penanganan. Hal ini bertujuan agar orang tua mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan situasinya. “Selama proses ini berlangsung, orang tua dari murid yang bersangkutan juga akan diberi tahu mengenai hal yang terjadi dan bahwa sekolah sedang melakukan investigasi lebih lanjut dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya sejak adanya temuan tersebut. Umumnya, diberitahukan sebelum hari berakhir, atau selambat-lambatnya keesokan harinya. Setelah temuan lengkap, orang tua juga akan diajak berdiskusi untuk membahas rencana tindak lanjut yang bisa dilakukan.” imbuh Rendra.(*) Baca juga : 4 Tips Ajarkan Anak Tentang Batasan Tubuh Pribadinya Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Rendra Yoanda, Wakil Kepala SD Cikal Amri Setu dan Psikolog Klinis Anak Editor : Salsabila Fitriana Penulis : Rahma Yulia 1. Menjamin Rasa Aman Murid
2. Respon Cepat dan Investigasi Kolaboratif
3. Transparansi Komunikasi dengan Orang Tua
Informasi Cikal Support Center