Durasi Waktu Baca : 3 Menit
Surabaya, TK Cikal Surabaya. Pembiasaan membangun empati dan memahami perasaan orang lain diSekolah Cikal Surabaya telah dimulai sejak jenjang taman kanak-kanak (TK).
Lu’lu Khalda, atau yang disapa Alda, Homeroom TK Cikal Surabaya, menyatakan bahwa di jenjang TK Cikal Surabaya, upaya membangun kepekaan anak-anak dalam memahami perasaan dan menghormati perasaan orang lain dilakukan dengan membangun kesepakatan kelas.
Apa yang membuat TK Cikal Surabaya membuat pembiasaan ini, apa pemantik yang disampaikan oleh pendidik, dan bagaimana keterlibatan aktifnya? Simak penjelasannya berikut. Alda mengungkapkan bahwa pembiasaan TK Cikal Surabaya dalam pembuatan kesepakatan kelas (Classroom Agreement) dilakukan bukan sebagai aturan kelas yang harus dipatuhi semata, melainkan sebagai upaya membentuk lingkungan kelas dan interaksi yang aman antara satu anak dengan anak yang lain. “Classroom Agreement di TK Cikal Surabaya bukan hanya sekadar aturan yang harus dipatuhi, melainkan kesepakatan bersama yang bisa menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk semua anak tanpa terkecuali.“ ucapnya. Baca Juga : Sekolah Cikal Dukung Pengembangan Resiliensi Keluarga dengan ABK melalui Pendekatan Keluarga di Sekolah Mengingat bukan sekadar aturan yang dibentuk, Alda menambahkan bahwa pembentukan kesepakatan kelas juga menjadi sebuah tahapan signifikan dalam membangun kepekaan anak untuk peka terhadap perasaan orang lain, mengenal dirinya sendiri akan hal yang ia rasakan nyaman dan tidak, hingga hubungannya dengan aksi dan konsekuensi terhadap komunitas. “Pembelajaran di TK Cikal Surabaya tidak hanya tentang pengetahuan akademik, tetapi juga tentang bagaimana anak belajar mengenal dirinya, memahami perasaan orang lain, membangun empati, serta menyadari bahwa setiap tindakan memiliki dampak terhadap komunitasnya. Nah, dengan menyusun Classroom Agreement, beberapa poin tersebut bisa diakomodasi,” ungkapnya. Baca Juga : 38 Murid Cikal Surabaya Raih 99 Medali di World Scholar’s Cup 2026 Sebagai pendidik TK Cikal Surabaya, Alda menuturkan bahwa proses membentuk kesepakatan kelas tidak dilakukan dengan satu pihak saja, melainkan dengan membuka diskusi, bermain peran, hingga pertanyaan refleksi dari pengalaman sehari-hari. Proses pembuatannya kami lakukan dengan melibatkan anak secara aktif melalui diskusi, pertanyaan pemantik, bermain peran, dan refleksi dari pengalaman sehari-hari. Kami mengajak anak mengeksplorasi pertanyaan seperti, "How do we want our friends to feel in our classroom?" atau "What can we do to make our classroom a safe and happy place?" Dari proses tersebut, anak diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, mendengarkan perspektif teman, dan bersama-sama merumuskan kesepakatan,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa dari hasil diskusi, anak-anak jenjang TK akan menyampaikan ide mereka melalui gambar, dan guru akan mendampingi penyampaian ide dari anak-anak agar dapat tersampaikan. “Dari hasil diskusi tersebut, anak-anak bersama guru menyusun Classroom Agreement. Untuk anak-anak yang belum bisa menulis, mereka menyampaikan ide melalui gambar sesuai dengan apa yang ingin mereka utarakan. Kemudian, guru membantu menerjemahkan gambar dan gagasan anak ke dalam tulisan. Jadi, kesepakatan dan ilustrasinya berasal dari ide anak-anak, dengan guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dan membantu mengembangkan gagasan mereka.” imbuhnya. (*) Baca Juga : 20 Murid Sekolah Cikal Ikuti IKMC 2026 untuk Perluas Tantangan dan Perkaya Portofolio Sejak Dini Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Lu’lu Khalda, atau yang disapa Alda, Homeroom TK Cikal Surabaya Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila FitrianaKesepakatan Kelas Bukan Sekadar Aturan
Tujuan Pembentukan Kesepakatan Kelas di Jenjang TK Cikal Surabaya
Proses Membentuk Kesepakatan Kelas di TK Cikal Surabaya
Informasi Cikal Support Center