Pentingnya Workshop Orang Tua Dihadirkan Berkala di Sekolah : Bangun Pemahaman Orang Tua Masih Perlu Belajar dan Pemenuhan Kebutuhan Belajar Anak di Sekolah

Durasi Waktu Baca : 2 Menit, 59 Detik 


Jakarta, Sekolah Cikal. Menjadi orang tua merupakan fase yang panjang dan membutuhkan waktu untuk lebih banyak belajar. Banyak tantangan dan tentunya kesempatan bagi orang tua untuk mengenal dan memahami anak di setiap jenjang tumbuh kembangnya. 


Head of Campus Sekolah Cikal, Ratih Saraswati menuturkan bahwa orang tua merupakan mitra pendidikan bagi sekolah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan belajar anak. Oleh karena itu menjadi penting bagi orang tua mengikuti rangkaian program dan workshop yang diadakan di sekolah. 


(Parents Workshop di Sekolah Cikal dijalankan secara berkala untuk para orang tua murid bersama dengan psikolog Cikal. Dok. Sekolah Cikal)


Baca Juga : Pendidikan Karakter atau Akademik, Lebih Penting Mana?

Pertama, Workshop Bagi Orang Tua itu Bangun Pemahaman Belajar Sepanjang Hayat 


Di Sekolah Cikal dan Rumah Main Cikal, pelatihan bagi orang tua (Parents Mandatory Workshop) merupakan sebuah program wajib diikuti oleh para orang tua sejak awal tahun ajaran baru dari setiap jenjang, di mulai dari tingkat Prasekolah hingga jenjang Sekolah Menengah Atas. 


(Topik-topik seputar pengembangan diri anak selalu menjadi favorit para orang tua murid di Sekolah Cikal. Dok. Sekolah Cikal)


Pendiri Cikal yang juga merupakan praktisi pendidikan Indonesia, Najelaa Shihab menuturkan bahwa pelatihan wajib bagi orang tua di sekolah secara berkala dihadirkan sebagai langkah membangun motivasi dan semangat yang sama untuk belajar sebagai orang tua. Ia bahkan menyebutkan bahwa di Sekolah Cikal dan Rumah Main Cikal pelatihan ini menjadi kegiatan yang selalu ditunggu orang tua. 


“Pelatihan wajib (Mandatory Workshop) bagi orang tua itu ternyata salah satu kegiatan favorit para orang tua di Cikal lho. Kita sudah sering sekali mengobrol soal pelajar sepanjang hayat (lifelong-learner) bahwa yang perlu belajar banyak itu bukan hanya murid-murid atau anak-anak kita, tetapi Aku sebagai pendidik dan juga kita semua sebagai orang tua. Jadi, kurikulum untuk orang tuanya itu dipikirkan: sama intensnya, sama bagusnya kualitasnya sama dengan kurikulum buat murid-murid di Cikal.” tuturnya dalam bincang-bincang seputar Cikal. 


“Pelatihan wajib (Mandatory Workshop) bagi orang tua itu ternyata salah satu kegiatan favorit para orang tua di Cikal”
Najelaa Shihab, Pendiri Cikal

Kedua, Workshop Bagi Orang Tua itu Bangun Pemahaman dan Pemenuhan Kebutuhan Belajar Anak Bersama 


Dalam praktik keseharian di Sekolah Cikal yang menerapkan Kompetensi 5 Bintang sebagai cita-cita dan visi sekolah, Ratih Saraswati menambahkan bahwa menghadirkan workshop berkala bagi orang tua menjadi sebuah upaya untuk membangun komunikasi yang dapat mendukung pemetaan, dan membangun pemahaman yang utuh akan kebutuhan belajar anak di sekolah. 


“Cikal (Refleksi Cinta keluarga) memandang orang tua sebagai mitra dalam mendukung anak belajar.  Pemahaman orang tua terhadap program sekolah, bagaimana anak-anak belajar di sekolah, dan mengenal orang-orang yang terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka di sekolah akan membantu membangun kedekatan untuk berkolaborasi dalam mendukung anak-anak untuk bertumbuh dan berkembang secara utuh.” tuturnya. 


(Kegiatan berkelompok juga dihadirkan oleh tim Psikolog sebagai upaya menjalin keakraban dan komunikasi para orang tua. Dok. Sekolah Cikal)


Sebagai sekolah inklusi, Sekolah Cikal membangun kekuatan dalam pemenuhan belajar anak melalui komunikasi dan kolaborasi bersama, baik dari sekolah, orang tua, guru dan anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pemenuhan kebutuhan belajar. Orang tua dalam hal ini juga berperan penting dalam setiap sesi workshop untuk membangun diskusi dan penyampaian serta pemerolehan informasi yang utuh dari para ahli, baik dari para pendidik hingga dari tim psikolog dan konselor sekolah. 


“Sekolah inklusi berarti kita percaya bahwa semua anak dengan kebutuhan apapun, dengan kekhususan cara belajar apapun dan setiap anak punya hak untuk dapat belajar bersama di Cikal. Jadi, siapa pun yang butuh Program Pengembangan Individual (Individual Education Program), siapa pun yang butuh kurikulum dengan komposisi yang berbeda, punya diagnosis kesulitan belajar apa pun dapat diterima dan dapat berada di lingkungan bersama dengan anak-anak lain di Cikal.” tutup Najelaa Shihab. (*)


Baca Juga: 3 Cara Sekolah Inklusi Mempersiapkan Anak Berkebutuhan Khusus Untuk Pendidikan Lanjutan dan Pilihan Karir




Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs (tim Customer Service Cikal)




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Editor : Layla Ali Umar 

Penulis : Salsabila Fitriana

I'M INTERESTED