Kenalkan Permainan Tradisional Indonesia dan Korea, Seperti ini Keseruan Pertukaran Pelajar SMP Cikal dengan SMP Mogun Middle School Secara Virtual!

Jakarta, Sekolah Cikal. Proses belajar kebudayaan dengan pertukaran pelajar di masa kini semakin mudah dijalankan secara virtual bagi murid tingkat SMP dan SMA untuk membangun interaksi langsung dengan murid asing dari berbagai negara. 


Sekolah Cikal kembali menjalankan kegiatan pertukaran pelajar virtual dengan Mogun Middle School, Korea Selatan pada 26 November 2021 khusus untuk murid di tingkat SMP. Sebagai sekolah swasta yang tak berorientasi nilai dalam praktik pembelajarannya, Sekolah Cikal telah membangun kerjasama antarsekolah dengan berbagai negara untuk program belajar murid, baik Jepang, Korea, Portugal, Pakistan secara daring, dan luring. 


(Murid Sekolah Cikal Serpong dan Lebak Bulus mengenalkan permainan tradisional Indonesia Congklak dan Benteng kepada murid Mogun Middle School. Dok. Sekolah Cikal)


Saling Kenalkan Permainan Tradisional 


Dalam pelaksanaannya, murid-murid kelas 9 SMP Sekolah Cikal Serpong dan Sekolah Cikal Lebak Bulus memperkenalkan banyak permainan tradisional Indonesia, antara lain permainan congklak, benteng, membuat layangan dari kayu, dan lain sebagainya. 


Tak hanya itu, murid dari Mogun Middle School pun mengenalkan permainan tradisional mereka kepada murid Cikal antara lain, permainan Yut Nori, Jegichagi, Go, Ddakji dan lainnya. Kegiatan pertukaran dan pengenalan permainan tradisional ini menjadi kegiatan puncak yang menyenangkan bagi para murid. 


(Pengenalan dan uji coba permainan tradisional Korea Go, dan Ddakji. Dok. Sekolah Cikal)


Menurut Dirayanti Bungawardani, atau yang akrab disapa Dira, pendidik Sekolah Cikal dan pendamping kegiatan Cultural Exchange Program (CEP), kegiatan pertukaran budaya melalui berbagai macam permainan tradisional ini meninggalkan kesan yang menyenangkan tersendiri bagi para murid baik dari Sekolah Cikal dan Mogun Middle School, Korea. 


“Dalam kegiatan yang merupakan tahun ke-6 berkolaborasi dan bekerja sama dengan Mogun Middle School Korea, di mana 2 tahun terakhir ini pertukaran budaya berlangsung daring terlihat sekali antusiasme yang tidak pernah berhenti dari murid dan guru. Murid-murid Mogun sangat tertarik dengan budaya Indonesia, begitu pun murid Cikal juga tertarik dengan budaya Korea.” tutur Dira. 


Salah satu murid Mogun Middle School, Ella Lee, menyatakan bahwa seiring mengikuti sesi pertukaran pelajar dengan Sekolah Cikal secara virtual, ia memperoleh pengalaman internasional luar biasa di masa pandemi ini, dan mengenal Indonesia lebih dalam lagi.


“Merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan mengikuti sesi ini bersama Sekolah Cikal. Awalnya aku hanya tahu Bali di Indonesia, tapi dengan sesi ini membuat aku lebih banyak kenal budaya Indonesia. Terima kasih kepada Sekolah Cikal dan Mogun Middle School telah mengadakan kegiatan ini dan terima kasih pada kakakku yang merekomendasikan mengikuti program pertukaran pelajar virtual dengan Cikal.” tutupnya. 


Membangun Persahabatan Dua Negara


(Sesi berbagi cerita di pertukaran pelajar Sekolah Cikal dan Mogun Middle School. Dok. Sekolah Cikal)


Sekolah Cikal dan Mogun Middle School dalam hal ini menjalankan kolaborasi dan kerjasama yang baik mewakili institusi pendidikan dan negara dalam memberikan pengalaman dan pengenalan budaya antardua negara pada murid. 


Menurut Grace, pendidik dari Mogun Middle School, sepanjang membangun kerjasama sekolah antar negara dalam program internasional selama 6 tahun, setiap murid memperoleh pengalaman, dan pengetahuan yang menyenangkan. 


“Kami sebagai guru dari Mogun Middle School senang sekali kegiatan Cultural Exchange Program kembali berlangsung dengan baik. Sudah 6 tahun membangun kerja sama dengan Cikal. Kami selalu memperoleh pengalaman yang menyenangkan. Semoga pengalaman dan kerja sama kebudayaan dapat dijaga antardua negara dan dua budaya.” tutur Grace. 


Dewi Pandu Anggraini, murid kelas 9 Sekolah Cikal Serpong, menyatakan rasa senangnya terhadap Sekolah Cikal dan Mogun Middle School dapat menciptakan program yang menyenangkan untuk mengasah kemampuan murid mengenal budaya dan meraih pengalaman membangun komunikasi internasional dengan mengadakan pertukaran pelajar virtual seperti Sekolah Cikal dan Mogun Middle School di masa pandemi.


“Kegiatan ini merupakan pengalaman pertama pertukaran pelajar yang menyenangkan. Saya berharap dapat melanjutkan komunikasi yang baik tak hanya melalui sesi pertukaran pelajar melainkan dapat membangun persahabatan dan berbagi cerita keseharian sebagai pelajar bersama. Sekolah kita benar-benar membangun komunikasi dan kerja sama antar dua budaya. Terima kasih pada sekolah dan guru atas pengalaman internasional yang luar biasa di masa pandemi ini.” tutup murid yang lekat disapa Pandu. (*)

I'M INTERESTED