Loqee, Aplikasi yang Bisa Cegah Anak Kecanduan Gawai, karya Siswa Cikal di Surabaya Young Scientist Competition (SYSC)

Ada 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia yang aktif menggunakan internet. Sayangnya, tak semua orang tua tahu apa saja aktivitas anak mereka saat menggunakan di internet. Untuk menyiasati masalah ini, Rangga Pandu Saputra dan Bening Hati Manggali, Siswa-siswi Sekolah Cikal Surabaya, membuat aplikasi bernama Loqee untuk membantu orang tua mengawasi penggunaan gadget anak-anak mereka.

"Melalui aplikasi ini, orang tua bisa tahu aplikasi apa saja yang sering dibuka anak. Berapa jam mereka memakainya. Kalau orang tua merasa terlalu sering dibuka, orang tua bisa mengunci lewat Loqee," kata Pandu, siswa kelas 7 SMP Cikal Surabaya, pada Basra, Jumat (28/9).

Bila anak ingin membuka kembali aplikasi yang telah dikunci tersebut, maka anak harus menyelesaikan tantangan dari orang tua. Ada dua pilihan tantangan, membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau mengerjakan kuis.

"Untuk tantangan kuis, orang tua bisa memasukkan soal-soalnya. Kami menyediakan paket kuis kelas 6 dan kelas 7. Tapi orang tua juga bisa bikin kuis sendiri misalnya ingin pertanyaan matematika, atau mau social science. Apapun bisa. Tujuannya supaya anak-anak jadi belajar sebelum main lagi," kata Bening.

Aplikasi yang terkunci akan terbuka bila si anak berhasil mencapai nilai minimal yang ditentukan orang tua. Standar nilai minimal ini dibuat agar anak tak asal-asalan dalam menjawab.Untuk merealisasikan aplikasi Loqee, Pandu dan Bening dibantu oleh gurunya dalam waktu tiga hari jelang perlombaan Surabaya Young Scientist Competition (SYSC) pada 12-13 September 2019 yang diadakan Pemerintah Kota Surabaya dan Center for Young Scientist.

"Aplikasi Loqee menang Juara 2 di ajang SYSC 2019," kata Pandu.

Tak lama lagi, aplikasi Loqee bisa diunduh melalui Play Store.

-----------

Diterbitkan di Kumparan.com 

https://kumparan.com/beritaanaksurabaya/loqee-aplikasi-yang-bisa-cegah-anak-kecanduan-gawai-1rweBUAofUl