Sorot Efek Perubahan Pola Tidur Pelajar Ibukota Saat Pandemi, Radja Anam Buat Film Pendek bergenre Horor

Jakarta, Sekolah Cikal. Di masa pandemi, masyarakat tak jarang mulai mengeluhkan perubahan pola tidur. Banyak dari mereka khususnya pelajar Ibukota yang mengalami masalah kesulitan tidur, atau memiliki mimpi buruk di masa isolasi di rumah hingga akhirnya kesiangan saat sekolah daring di pagi hari.


Masalah tersebut uniknya disorot oleh Radja Mohammed Rifki Anam, atau yang dikenal dengan Radja. Murid kelas 12 Sekolah Cikal ini menginisiasi pembuatan film pendek yang mengangkat perubahan pola tidur Pelajar Ibu Kota melalui film pendek bergenre horor berjudul “Deep Sleep”.


(Radja Mohammed Rifki Anam, murid kelas 3 SMA Sekolah Cikal Setu membuat Film Pendek berjudul Deep Sleep yang membuat kampanye pentingnya menjaga kualitas tidur saat pandemi)


Tertarik Belajar Film dari Avengers dan Joko Anwar


Tertarik dengan perfilman sejak kelas 1 SMA, Radja menyatakan bahwa keinginannya untuk membuat film semakin tinggi setelah menonton film Avengers dan film horror buatan sutradara ternama Indonesia, Joko Anwar. 


“Aku mulai tertarik dengan film itu dari kelas 1 SMA, dimulai dari memahami proses di belakang layarnya. Aku juga melihat kalau di dunia perfilman tuh sebenernya luas, apalagi saat masanya avengers keluar dan semua orang di dunia tertarik banget jadi aku terinspirasi. Selain itu, ketika melihat sutradara seperti Joko Anwar, aku pun menyadari kalau orang Indonesia itu juga tidak kalah dengan orang luar. Kita pun mempunyai bakat dan kemampuan yang sangat hebat. Jadi, aku semakin antusias meningkatkan wawasan di dunia film.” jelasnya.


Antusiasme Radja untuk memahami cara membuat film itu pula yang membuatnya memilih Program Film di Sekolah Cikal saat ia kelas 2 SMA. Mengingat, di Sekolah Cikal murid-murid diberikan kebebasan untuk memilih program sesuai minat dan bakatnya.


“Aku memilih Program Film di kelas 11. Aku memiliki hobi yang banyak (seperti bernyanyi, menari, dan lainnya) dan aku juga suka mencoba hal baru. Bagiku, film bisa di bilang hal yang paling favorit aku gali lebih dalam karena melalui film aku bisa mengembangkan imajinasi aku.” tuturnya.


Proyek Film Pertama, Sorot Pola Tidur Pelajar Ibukota 


Sebagai murid yang mengambil Program Film, Radja pun akhirnya dapat mengeksplorasi minat dan bakatnya lebih dalam, salah satunya dengan membuat film pendek. Tak tanggung-tanggung, Ia berperan sebagai Sutradara sekaligus aktor dalam film pendek buatannya! 


(Dalam proyek film pertamanya, Radja Anam berperan sebagai Sutradara sekaligus pemeran utama. Doc. Sekolah Cikal)


Nazar Rusli, selaku guru program Film Sekolah Cikal menyatakan bahwa membuat film pendek adalah salah satu tugas akhir Program Film dan bagian dari ujian Program IB Diploma. 


“Radja merupakan salah satu murid Program Film, dan sebagai tugas akhir, mereka (murid Program Film) harus membuat film pendek. Dalam Program Film, yang merupakan bagian dari Program IB Diploma, siswa memang harus membuat film pendek selain menganalisis film. Mengingat kondisi saat ini pandemi, murid diberikan kesempatan membuat film pendek minimal dalam kurun waktu 3 menit.” jelas Nazar.


(Kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas dapat mengganggu produktivitas dan memengaruhi mood manusia saat beraktivitas. Doc. Deep Sleep Short Movie)


Dengan kegigihan dan rasa ingin tahu yang tinggi, Radja berupaya membuat film yang unik dan original. Ia pun berani mengangkat isu gangguan pola tidur remaja sebagai masalah yang banyak dihadapi para remaja Ibukota saat Pembelajaran Jarak Jauh.


“Aku memang berniat membuat film horor, namun, pertimbanganku adalah bagaimana caranya aku bisa bikin film ini unik dan original? aku ga mau film ini cuman jadi seperti film horor yang sering banget diliat (baik dari aspek cerita nya, hantu nya, kameranya). Jadi, aku berpikir untuk mengangkat hal yang lekat dengan kondisi saat ini dimana masalah penyesuaian waktu tidur pelajar selama pandemi ini dengan kelas daring di pagi hari.” jelasnya tentang film pendek yang dirilis pada bulan September lalu.


Halusinasi, Efek Pola Tidur Kacau

Film pendek yang dibuat oleh Radja dalam kurun waktu satu setengah bulan ini mengangkat sisi psikologis remaja yang mudah terganggu ke dalam halusinasi apabila mengalami kekurangan waktu tidur.

“Deep sleep ini bergenre psychological thriller dimana karakter nya “berhalusinasi” dan merasa diancam dengan halusinasinya sendiri. Disini aku ingin menyampaikan bahwa kita harus tidur cukup dan berkualitas karena sedikit tidur itu tidak baik bagi kesehatan khususnya sisi psikologis kita.” jelasnya.


(Manusia yang mengalami gangguan tidur dapat mengalami halusinasi dan mimpi buruk dalam film pendek Deep Sleep karya Radja Anam,  Doc. Youtube Radja Anam)


Keunikan latar belakang dan alur cerita yang dibuat Radja pun mendapat tanggapan dari guru program filmnya. Menurut Nazar Rusli, Radja berhasil mengangkat konsep film yang original.

“Bagi Saya, Konsep Film Radja itu bagus dan original. Konsep dari filmnya ini bisa dikembangkan ke film feature yang lebih panjang lagi durasinya. Tentunya, proyek membuat film pendek ini menjadi salah satu media untuk meningkatkan minat dan bakat tersebut karena memang didesain agar siswa dapat terekspos dengan dunia perfilman secara langsung dan tidak.” jelas Nazar.


Bagi Radja, di kondisi pandemi saat ini, kita sebagai manusia perlu menjaga semangat, dan tidur cukup agar tetap memiliki jiwa dan pikiran yang baru dan memiliki suasana hati yang baik dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

“Selain menjaga kualitas tidur demi menjaga sisi psikologis kita (jiwa), saat ini tengah wabah Covid-19, jadi, sangat penting bagi kita untuk menjaga imunitas tubuh kita dengan tidur berkualitas.” tutupnya.
Ingin tahu keseruan film pendek buatan Radja Anam, sila klik link berikut ya Film Pendek - Radja Anam (Deep Sleep) (sfa)

ENROLL NOW