Variasi Program Agama Islam Sekolah Cikal Setu Perkaya Karakter Murid

Jakarta, Sekolah Cikal Setu. Pemerolehan informasi dan pemahaman agama, khususnya agama Islam, di masa kini membutuhkan kompetensi riset data dan pemahaman agama yang utuh. Dari sanalah, kebutuhan orang tua menyekolahkan anak dengan pengetahuan agama yang lebih komprehensif pun semakin menjadi pilihan, bukan hanya berbasis hafalan, tapi juga pembiasaan positif sehari-hari yang diterapkan guna membentuk karakter diri.

Upaya pembiasaan ini telah dilakukan oleh Sekolah Cikal Setu, sekolah umum berbasis Kompetensi dan Karakter, dan semakin diupayakan untuk terus berkembang dan bertransformasi. Tahun ini, Sekolah Cikal Setu merilis beberapa program baru agama, khususnya Agama Islam, dan menambah jumlah waktu belajar untuk memperkaya karakter agama murid secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.


Pendidikan Agama Islam Sekolah Cikal Setu Tidak Sekedar Instruksi


Menurut Siti Fatimah, selaku kepala sekolah dari Sekolah Cikal Setu, secara umum pendidikan agama adalah sarana transformasi pengetahuan positif terhadap kompetensi dan memperkaya karakter secara utuh.


“Pendidikan agama merupakan sarana transformasi pengetahuan dalam aspek keagamaan (aspek kognitif), sebagai sarana transformasi norma serta nilai moral untuk membentuk sikap (aspek afektif), yang berperan dalam mengendalikan perilaku (aspek psikomotorik) sehingga tercipta karakter yang utuh.” tutur pendidik yang seringkali disapa Sifa.



Ia menjelaskan juga bahwa Sekolah Cikal Setu di tahun ini menambahkan variasi pengetahuan agama Islam dengan menambahkan kredit program Agama Islam yang tetap mengacu pada visi Cikal yakni Kompetensi 5 Bintang Cikal.


“Oleh karena itu, Sekolah Cikal Setu mengambil langkah transformasi dengan menambah kredit di program agama islam dengan berlandaskan pada Kompetensi 5 Bintang (5 stars competencies). Penambahan kredit di Program Agama Islam di Sekolah Cikal Setu di 2021 ini merupakan resolusi baik yang Cikal kembangkan dengan terus bertransformasi dalam dunia pendidikan, serta melihat kebutuhan belajar dan tingginya rasa ingin tahu murid.” jelasnya.


Secara umum, pendidikan Agama Islam di Sekolah Cikal Setu pun tidak hanya sekadar memberikan instruksi, melainkan juga memberikan ruang dan waktu yang terbuka bagi murid untuk merealisasikannya.


Belajar Agama di Sekolah Cikal Setu Melalui Pembiasaan dan Bukan Hafalan


Sebagai sekolah yang memfokuskan pada pendekatan personalisasi, Sekolah Cikal selalu memberikan hak untuk memilih pelajaran atau program, dan menjalankan proses belajar dengan berdiskusi serta melalui pembiasaan, bukan hafalan.


Pendekatan Cikal yang dikenal dengan 5Cs (merupakan cara belajar dan mengajar yang diterapkan oleh Cikal, mencakup Memanusiakan Hubungan (Characterized), Memahami Konsep (Comprehensive Concept), Membangun Keberlanjutan (Constructive Continuity), Memilih Tantangan (Challenging Choices), Memberdayakan Konteks (Community Context) ini pun juga diterapkan dalam pembelajaran Agama, salah satunya Islam.



Menurut Mansur Solichan, Pendidik Agama Islam di Sekolah Cikal Setu, program agama Islam di Cikal selalu bersifat dinamis, terkait dengan studi kasus, maupun diskusi.


“Topiknya akan selalu berganti, dan tidak monoton. Program yang dinamis akan selalu dikaitkan isu agar jadi lebih dalam, penuh dan perspektif. Dengan harapan akhir, murid akan memperdalam kompetensi keagamaan dan memperkaya karakternya, serta lebih mendapatkan pendalaman informasi yang lebih kaya dan utuh.”


Bagi Sifa, Cikal berupaya memperkenalkan pengetahuan dan pemahaman agama pada murid dengan cara yang lebih terbuka, misalnya dengan diskusi, dan pertanyaan terbuka.


“Dengan menggunakan comprehensive concept, “why do I have to learn this?” Dengan pengetahuan, teori dan justifikasi yang utuh, maka murid akan tahu pembiasaan baik ini adalah sesuatu hal baik yang memang perlu dijalankan.” ucap Sifa saat dihubungi oleh Humas Cikal pada (15/01)


Meskipun Sekolah Cikal bukan sekolah Agama, Cikal berupaya untuk menghadirkan variasi dan keberagaman pengetahuan tentang Islam agar murid dapat membangun keseimbangan hidup. Jadi, pendekatan secara positif, dan pengetahuan yang komprehensif akan membuat murid lebih siap menghadapi tantangan informasi masa depan dengan lebih kritis.



“Dengan hadirnya program agama Islam yang lebih beragam, dan lebih komprehensif, antara lain Aqidah Akhlaq, Ulumul Qur’an, Al-Qur’an and Sciences, Al Qur'an and Public Speaking, hingga sejarah, hukum dan kebudayaan Islam. kami berharap murid-murid Cikal, khususnya yang beragama Islam, akan tumbuh dengan karakter yang kuat sesuai dengan Kompetensi 5 Bintang Cikal (5 stars competencies).” jelasnya.


Ia pun menambahkan bahwa dengan integrasi pengetahuan dan pembiasaan yang bukan sekadar pembelajaran teori di kelas, murid nantinya juga mengetahui dan memahami perlunya keseimbangan antara "vertical line", hubungan antara hamba dan Tuhannya, dan "horizontal line", hubungan antara sesama manusia sebagai bagian dari anggota masyarakat dunia. (sfa)


Pelajari Lebih Lanjut mengenai Sekolah Cikal Setu!

Hubungi Kami di

  • Phone: +62 21 8499 8545
  • Mobile: +62 811 1156 599
  • Email: info.setu@cikal.co.id 
  • Jl. Setu Raya No. 3, Cipayung, Jakarta Timur 13880



ENROLL NOW