Bukan Hanya Dikenal sebagai Sekolah Keren di Jakarta,  Inilah 4 Keunikan Cikal Sebagai Komunitas Pelajar Sepanjang Hayat!


Jakarta, Cikal. Dikenal oleh masyarakat sebagai sekolah berbasis kompetensi yang memiliki ribuan program yang dibentuk dan dapat dipilih secara personalisasi dari tingkat prasekolah hingga lini pendidikan anak berkebutuhan khusus, Cikal ternyata bukan hanya merupakan sekolah melainkan juga komunitas pelajar sepanjang hayat. 


[Momen perayaan ulang tahun Cikal sebagai institusi pendidikan dan komunitas pelajar sepanjang hayat yang bertumbuh dan berkembang selama 22 tahun pada (30/09) Dok. Cikal]


Dalam perayaan 22 tahun berdirinya pada (30/9) lalu, Cikal merilis sebuah buku “Cerita Cikal” yang merangkum secara utuh perjalanannya sebagai komunitas pelajar sepanjang hayat yang senantiasa mengedepankan keinginan untuk belajar, berdaya dan memberdayakan masyarakat. Seperti apa cuplikan keunikan Cikal sebagai komunitas? 


(Momen Tim Cikal merayakan suksesnya Playground Of sebagai acara selebrasi

budaya tahunan Cikal. Dok. Cikal)


Pendidik dan Staf Putra-Putri Terbaik Indonesia 


Menjadi bagian dari Cikal ternyata tidak semudah yang dikira. Melalui Buku Cerita Cikal, Dewi Soeharto, Pendiri Cikal menyatakan bahwa para pendidik dan tim Cikal (staf dan karyawan) merupakan putra-putri terbaik Indonesia yang telah dipilih, dan diseleksi masuk oleh Cikal.


“Tim pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Resources Developmentteam) di Cikal yang memastikan perekrutan, pembinaan dan pengembangan orang-orang terbaik di tim Cikal dari putra putri bangsa Indonesia. Saat ini seluruh pimpinan dan anggota tim Cikal adalah 100% Indonesia.” tulis Dewi Soeharto dalam buku Cerita Cikal. 


Para staf di Cikal dikenal merupakan lulusan dari berbagai kampus ternama dan memiliki kompetensi yang sudah mahir di bidangnya, baik akademik dan non-akademik. 


(Sebagai Komunitas Pelajar Sepanjang Hayat, Anggota Komunitas Cikal 100% merupakan putra-putri terbaik bangsa. Dok. Cikal)


Anggota Komunitas Berperan Aktif di Masyarakat 


Dalam buku Cerita Cikal pula diceritakan oleh Maya Noviasari selaku General Manajer Operasional dan Teknologi Informasi bahwa setiap individu yang menjadi bagian dari Cikal senantiasa aktif berkontribusi terhadap permasalahan-permasalahan dalam lingkup lokal dan global. 


“Sebagai anggota dari komunitas pelajar sepanjang hayat, setiap individu di Cikal berkomitmen untuk selalu berkontribusi aktif terhadap permasalahan-permasalahan dalam lingkup lokal dan global, serta berupaya membuat perubahan yang positif di dunia.” tulis Maya. 


Upaya untuk memberdayakan ini dilakukan melalui beberapa cara, antara lain menciptakan suasana yang memungkinkan potensi setiap orang berkembang (enabling), memperkuat potensi yang dimiliki masyarakat melalui langkah-langkah nyata (empowering), serta melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah (protecting). Tidak heran kalau dari Cikal seringkali menjadi pembicara di berbagai sesi webinar karena isinya merupakan para praktisi. 


(Momen Tim Cikal berkolaborasi dalam perayaan Temu Pendidik Nusantara tahun 2019. Dok Cikal)


Semangat Belajar yang Tinggi 


Di Cikal, setiap anggotanya, baik dari orang tua murid, guru, hingga tim Cikal senantiasa mengasah kemampuannya di hal yang disukainya melalui berbagai cara, misalnya, melalui temu pendidik Cikal yang dilakukan seminggu sekali, mengikuti Parents Workshop untuk para orang tua, kehadiran media informasi dan sarana perpustakaan digital yang dapat diakses semua anggota, serta akses untuk pelatihan dari berbagai kursus internasional.


Menurut Head of School Cikal, Tari Sandjojo, dengan semangat belajar yang tinggi dan tanpa henti yang selalu ditumbuhkan di Cikal, setiap individu termasuk dirinya pun seiring waktu semakin menemukan identitas diri dan membangun keseimbangan diri. 


“Selama 22 tahun bersama Cikal, bisa dibayangkan banyaknya proses penemuan diri sendiri yang saya alami sebagai manusia di dalam komunitas Cikal. Komunitas Cikal begitu luar biasa memberikan kesempatan untuk membangun keseimbangan

dalam hidup setiap individu.” tulis Tari dalam buku Cerita Cikal. 



(Di Cikal, kolaborasi dan semangat belajar sepanjang hayat ditumbuhkan melalui berbagai kegiatan untuk semakin mengenal diri, dan mengembangkan potensi. Dok. Cikal)



Terdapat ‘karir protean’.


Dalam buku “Cerita Cikal” ternyata diceritakan pula oleh salah satu pendidiknya, Zuchra Zakaria, bahwa setiap anggota memiliki kesempatan dan difasilitasi minat yang dimiliki oleh setiap anggota tim Cikal untuk dikembangkan. 


“Seperti adanya kelompok musik untuk tim Cikal yang ingin menyalurkan minat bereksplorasi musik atau membuat karya musik atau kelompok pecinta alam, bagi yang memiliki minat dalam hal kecintaan terhadap menjelajah alam untuk menjadi regu penyelamat dan mitigasi bencana, serta kelompok pecinta literatur (Litreacikal) untuk tim Cikal yang memiliki minat di filsafat, sejarah dan seni.” cerita Zuchra dalam buku Cerita Cikal. 


Sudahkah kamu membaca buku “Cerita Cikal”? Atau kamu tertarik mencoba mengajukan diri untuk mengikuti seleksi masuk ke sekolah berbasis kompetensi yang dikenal keren di Jakarta, Bandung, Tangerang Selatan, dan Surabaya, dan juga komunitas pelajar sepanjang hayat ini? (*)


Baca Buku Cerita Cikal di sini https://bit.ly/bukuceritacikal 

I'M INTERESTED