Lakukan Tiga Tahapan ini Untuk Tumbuhkan Kepercayaan Diri Pada Anak Berkebutuhan Khusus!

Surabaya, Pendidikan Inklusi Cikal. Orang tua perlu memahami bahwa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus membutuhkan waktu, kesabaran dan tahapan aksi yang tepat untuk membuat anak dapat mandiri dan melakukan aktivitas serta interaksi dengan teman sebaya, atau lingkungan sekitar.


Sebagai pendidik bagi anak berkebutuhan khusus di Pendidikan Inklusi Cikal, Cicilia Dewi Puspita Sari menyatakan bahwa terdapat 3 tahapan yang harus dilakukan oleh orang tua dalam keseharian, sebagai berikut.


Pertama, menanamkan dan memberikan kepercayaan. 


(Pendidikan Inklusi Cikal, optimalkan potensi anak berkebutuhan khusus. Dok. Pendidikan Inklusi Cikal)


Tahap ini merupakan langkah pertama menumbuhkan kepercayaan diri kepada anak berkebutuhan khusus dengan cara memberikan kesempatan-kesempatan dalam  mencoba hal-hal baru seperti memilih baju yang akan dikenakan, menghitung dengan benda yang disukai, dan dan lainnya. 


“Orang tua berperan penting dalam melatih kemandirian serta membangun kepercayaan diri anak, karena orang tua merupakan pendidik pertama anak. Hal yang perlu diperhatikan adalah kemauan serta konsistensi orang tua untuk memberikan kepercayaan pada anak untuk dapat mandiri mengerjakan hal-hal kecil dan dasar di rumah.” tuturnya. 


Tahap pertama ini menurutnya akan berguna untuk melatih kemandirian murid sejak dini, sehingga kemandiriannya dan kepercayaan dirinya dapat terus berkembang hingga optimal.


Kedua, memberikan reinforcement atau penguatan.


(Pendidikan Inklusi Cikal menerapkan 3 pola pengaturan belajar ABK, salah satunya one-on-one atau individual. Dok. Pendidikan Inklusi Cikal)


Dalam tahap kedua ini, penguatan berupa apresiasi atas keberhasilannya dalam menyelesaikan suatu tugas secara mandiri merupakan langkah yang tepat untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus. 


“Membangun kepercayaan diri pada anak dalam proses kemandirian bisa dilakukan dengan memberikan reinforcement atau penguatan atas keberhasilannya dalam menyelesaikan suatu tugas secara mandiri oleh orang tua.” ucapnya. 


Ketiga, memberikan motivasi untuk mendorong anak melanjutkan aksi baik. 


Dalam pemberian motivasi untuk melanjutkan aksi baik, kemauan serta konsistensi orang tua untuk memberikan kepercayaan pada anak untuk dapat mandiri mengerjakan hal-hal kecil dan dasar di rumah dapat dilanjutkan.


“Pemberian motivasi untuk melanjutkan aksi baik oleh orang tua tentunya akan berguna untuk melatih kepercayaan dirinya dapat terus berkembang hingga optimal dalam kesehariannya.” tutup Cicilia. (*)




About Pendidikan Inklusi Cikal 


Every child is unique, including children with special needs. As an inclusive school, Cikal provides various programs to support children with special needs. These programs aim to support the achievement of learning goals and self-development and develop their life skills as part of the community. 


Pendidikan Inklusi Cikal programs and membership type:


  • Full time: Academic SSC, SSC Functional, SSC Personal Development, SSC Vocational, Therapy, Enrichment, Academic Enrichment, Family Program


  • Part-time: Early Intervention, Personal Development, Enrichment, Therapy, Family Program

I'M INTERESTED