Minati Matematika dan Fisika Sejak SD, Simak Cerita Azfar, Murid SMA Cikal, Peraih SNMPTN ITB Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Rekayasa


Tangerang Selatan, Sekolah Cikal Serpong. Membuat anak menyukai bidang disiplin ilmu pasti seperti Matematika dan Fisika tentu bukanlah suatu keharusan, mengingat setiap anak memiliki minatnya tersendiri. Namun, apabila anak telah menunjukkan minat di bidang tersebut, maka alangkah baiknya orang tua dapat memberikan pendampingan yang tepat untuk mengasah kompetensinya. 


Salah satu bukti keberhasilan pengembangan minat, bakat di bidang ilmu matematika dan fisika hadir dari Muhammad Azfar Almuzammil Yusup atau yang akrab disapa Azfar. Murid SMA Cikal yang belajar di lokasi Cikal Serpong ini memiliki minat yang tinggi di bidang Matematika dan Fisika. Pengembangan minat dan bakatnya tersebut di sekolah juga berhasil mengantarkannya diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Rekayasa, Institut Teknologi Bandung (STEI-R ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).


Pilih ITB, Fokus ke Minat dan Pilihan Karir Masa Depan  



Azfar menceritakan rasa syukurnya telah diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Rekayasa (STEI) ITB pada tahun 2022. Ketertarikan mendalam akan bidang Matematika dan Fisika menjadi latar belakangnya memilih program studi tersebut. 


“Alhamdulillah aku keterima dan lolos di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Rekayasa - Institut Teknologi Bandung melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Alasan aku memilih sekolah atau fakultas tersebut karena jika dilihat dari nilai rapor yang telah dikonversikan ke nilai nasional aku (mengingat rapor di Cikal bukan berbasis angka),  aku kuat di Matematika dan Fisika, terutama Matematika.” tuturnya. 


Azfar juga menambahkan pertimbangan kedua memilih STEI ITB di jalur SNMPTN adalah peluang karir yang diarahkan dan dilihat di masa depan. 


Selain itu, menurutku program studi yang ada di STEI-R ITB itu cukup menjanjikan dan mempunyai prospek atau peluang yang cukup luas seperti Teknik Elektro, Teknik Biomedis, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Tenaga Listrik. Di ITB sendiri juga unik karena aku dan mahasiswa baru lainnya akan mengikuti tahun pertama yang masih belum memilih jurusan/prodi. Prodi akan dipilih pada tahun kedua. Itu juga menjadi alasan aku masuk ITB karena masih dapat mempertimbangkan tentang prodi yang pas untuk karir aku kedepan selama satu tahun.” tambah Azfar. 



Persiapan Azfar Menuju Jalur SNMPTN Undangan


Dalam masa persiapan, Azfar menceritakan bahwa pada awalnya ia merasa lebih mempersiapkan diri untuk SBMPTN, mengingat peluang untuk SNMPTN itu lebih kecil. Namun, keyakinan dirinya untuk tetap mencoba dengan membangun persiapan, antara lain sebagai berikut, 


  1. Pemilihan Program Studi  


Dasar memilih kampus dan program studi Azfar dilatarbelakangi oleh pemetaan kompetensi penilaian Cikal yang telah dikonversikan ke nasional, rekomendasi dari konselor dan tentunya referensi riset yang dilakukan oleh Azfar sepanjang masa sekolah. 


  1. Pengetahuan Akan Elektabilitas Alumni Melalui Konselor Sekolah Cikal


Poin kedua yang dipersiapkan oleh Azfar adalah mengenai elektabilitas alumni sekolah yang berada di universitas tersebut. 


“Kebetulan tahun lalu alumni Cikal ada yang keterima di STEI ITB melalui jalur SNMPTN juga dan ada alumni Cikal juga yang sekarang sedang menjalani semester 6 di STEI ITB juga. Dari situ, aku langsung tertarik dengan ITB dan akhirnya aku daftar di ITB.” ucapnya. 


  1. Konsultasi dengan Konselor Secara Berkala 


Di Sekolah Cikal, konselor memiliki peranan yang esensial dalam pendampingan pemilihan dan pendaftaran kampus. Dalam hal ini, menurut Azfar, Sekolah Cikal telah memberikan pendampingan dan penyediaan konsultasi yang baik. 

 

“Cikal sangat membantu dalam menyediakan konsultasi pemilihan Universitas di pelajaran Personal and Social Education dan sangat antusias memberikan akses terhadap berkas berkas yang dibutuhkan dalam proses pendaftaran. daftar alumni yang sudah diterima di PTN pun diberikan untuk menjadi pertimbangan siswa untuk memilih program studi (prodi) atau universitas. Overall, Cikal sudah membimbing aku dalam pemilihan jurusan dari semester awal kelas 12 dan itu sangat berpengaruh terhadap karir aku kedepannya.” jelasnya. 


Pengalaman Azfar Belajar dan Bertumbuh di Sekolah Cikal 


Ketika membicarakan pengalaman belajar dan bertumbuhnya di Sekolah Cikal, Azfar berbagi cerita bahwa ia masuk di Sekolah Cikal ketika di tingkat SMP kelas 7, namun ia tidak merasa kesulitan beradaptasi dari sekolah lamanya ke Sekolah Cikal karena didampingi oleh para pendidik Cikal.


“Aku masuk Cikal pertama kali di tingkat SMP atau kelas 7. Seingatku, masih 11-12 tahun ketika pertama kali menjadi murid Cikal. Pada awalnya, aku harus beradaptasi karena pembelajaran di Cikal itu sangatberbeda dengan sekolah lamaku. Namun, para guru di Sekolah Cikal dengan senang hati menyambut kedatanganku sebagai murid baru di Sekolah Cikal. Hal tersebut sangat membantu aku untuk adaptasi.” ceritanya. 


Proses adaptasi Azfar pun berhasil hingga membuatnya bertumbuh hingga kelas 12 SMA. Menurutnya, ia merasa nyaman dengan pola pembelajaran yang bersifat personalisasi di Cikal dan memilih program sesuai minat dan bakat. Pola ini tentu memudahkan transisi di perkuliahan baginya. 


“Aku sangat nyaman di Cikal karena pembelajarannya sangat cocok dengan cara belajar aku. Aku juga sudah dilatih untuk mengerjakan tugas-tugas yang akan aku hadapi di kuliah nanti. Aku juga sudah diberi gambaran perkuliahan dengan sistem pemilihan program tersendiri sesuai minat yang telah disediakan oleh Cikal. Oleh sebab itu, Cikal sudah mempersiapkan aku untuk kuliah sejak awal masuk SMA dan aku sangat nyaman dengan pembelajarannya.” tuturnya. 


Pendampingan Orang  Tua dan Impian Azfar di Masa Depan



Selain sekolah Azfar pun juga menceritakan bahwa peran orang tua juga mendampingi prosesnya hingga diterima di STEI-R ITB. 


“Orang tua aku sangat suportif. Mereka sudah melihat fase-fase aku yang sempat bimbang dalam memilih jurusan. Hal yang paling aku hargai adalah mereka memberi aku kebebasan yang bertanggung jawab dalam memilih prodi atau universitas, meskipun apabila akan dapat di lokasi yang sangat jauh dari rumah. Jadi, orang tua aku memang sangat suportif dari awal dan aku sangat mengapresiasinya.” ucap pelajar yang senang mendengarkan musik ini.


Di akhir cerita ia pun menyampaikan sebuah refleksi dalam mengenai perjuangannya. Baginya, perjalanan memang tidak mudah, oleh karena itu butuh upaya yang besar dan pendampingan yang tepat untuk dapat meraih impiannya: meraih dan melanjutkan minat bakatnya untuk membahagiakan kedua orang tuanya dan kelak dapat menjalani perkuliahannya dengan baik. (*)




Tanyakan pendampingan Sekolah Cikal untuk jalur SNMPTN Undangan melalui bit.ly/bukutamucikal





Artikel ini diproduksi dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal


Editor : Layla Ali Umar dan Stephani Tara Hestiningtyas

Penulis : Salsabila Fitriana 

Copyright, Cikal 2022

I'M INTERESTED