Cerita Khayla, Murid SMA Cikal Lebak Bulus, Raih Juara di Kejurda Cheerleading 2026

Murid SMA Cikal Lebak Bulus Raih Juara di Kejurda Cheerleading 2026

Durasi waktu baca : 3 menit



Jakarta, Sekolah Cikal Lebak Bulus. Cheerleading dikenal sebagai olahraga yang memadukan elemen akrobatik, tari, hingga sorakan. Olahraga ini mengandalkan kekuatan fisik dan koordinasi tim yang kompak. Oleh karena itu, tak jarang orang-orang melihat cheerleading sebagai olahraga yang cukup sulit.


Namun bagi Kayla, murid kelas 10 SMA Cikal Lebak Bulus, kesulitan cheerleading dipandang sebagai tantangan yang mesti dihadapi. Pada olahraga ini, Kayla belajar berbagai pengembangan diri, seperti tanggung jawab hingga kekompakan. 


Keteguhan Kayla pada olahraga ini mengantarkan dirinya meraih juara 3 di Kejuaraan Tingkat Daerah (KEJURDA) 2026 dan lolos ke tingkat nasional.


Seperti apa proses Kayla dalam cheerleading? Mari simak ceritanya berikut ini! 


Baca juga : Bilqis, Murid SD Cikal Lebak Bulus, Cetak Prestasi Pertamanya di Kompetisi Piano Internasional 




Alasan Memilih Cheerleading, Latih Pengembangan Diri

Bermula dari mencari aktivitas olahraga, cheerleading menjadi sesuatu yang Kayla suka. Menurut Kayla, cheerleading tak hanya melatih fisik, tetapi juga ada seni hingga pengembangan diri di dalamnya. 


“Awal mula aku ikut cheerleading itu sebenarnya cukup sederhana, aku memang lagi cari aktivitas olahraga. Aku merasa cheerleading itu unik, karena bukan cuma fisik, tetapi juga ada unsur kekompakan, koordinasi, dan tampil di depan orang. Cheerleading juga ada kombinasi antara olahraga dan seni. Makanya aku memutuskan untuk mencobanya.” kata Kayla. 


Bagi banyak orang, cheerleading terlihat sedikit ekstrem karena ada adegan dilempar tinggi yang seringkali membuat penonton ngeri. Kayla pun merasa demikian, namun sebagai cheerleader, ia mengubah rasa takut menjadi fokus agar menjaga keamanan koreografi.


“Melihat adegan loncat atau dilempar pasti pernah membuatku takut. Tapi aku justru belajar mengubah rasa takut itu jadi fokus. Karena peranku penting banget untuk menjaga keamanan tim. Seiring waktu, rasa takut itu jadi berkurang karena aku lebih percaya diri dan tim. Aku juga lebih bertanggung jawab daripada takut.” lanjutnya.


Baca juga : Cerita Alvaro, Murid SD Cikal Lebak Bulus, Berprestasi di Kompetisi Matematika Nasional dan Internasional 




Eksplor Berbagai Peran di Cheerleading

Pada olahraga cheerleading, setiap anggota tim memiliki perannya masing-masing, seperti menjadi flyer, back base, backspot, hingga front base dan Kayla pernah mencoba peran tersebut. Menurutnya, semua peran dalam cheerleading memiliki tanggung jawab yang sama untuk koordinasi tim. 


“Aku pernah mencoba jadi back base dan sekarang fokus sebagai front base. Menurut aku, setiap posisi itu punya tanggung jawab masing-masing, tetapi semuanya sama pentingnya karena harus saling kerja sama. Dari pengalamanku mencoba lebih dari satu posisi, aku lebih paham soal koordinasi tim, mulai dari timing hingga stunt.” jelas Kayla.


Baca juga : Alisha, Murid SD Cikal Lebak Bulus, Raih 5 Medali Kejuaraan Gymnastic Nasional dan Internasional 




Lomba Cheerleading Pertama, Langsung Lolos ke Tingkat Nasional

Kejuaraan Cheerleading Daerah (Kejurda) 2026 menjadi titik awal Kayla mengukir prestasi di bidang olahraga ini. Meski pengalaman pertama Kayla mengikuti kejuaraan, dirinya berhasil raih juara 3 dalam kompetisi cheerleading Kejurda 2026. Keberhasilan ini mengantarkan Kayla dan tim ke tingkat nasional.


“Kejuaraan Cheerleading Tingkat Daerah (Kejurda) 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Banten, hingga Jawa barat. Aku merasa sangat senang dan bersyukur bisa memenangkan kejuaraan ini. Semua latihan akhirnya terbayar dan ini jadi pengalaman berharga untuk aku dan tim.” kata Kayla. 


Saat ini, Kayla dan tim sedang mempersiapkan diri menuju tingkat nasional yang akan diadakan dalam waktu dekat. 


“Untuk sekarang, aku menjalani persiapan seperti biasa bersama tim, mulai dari latihan rutin, penguatan teknik, sampai menjaga kondisi fisik. Terkait keikutsertaan, saat ini masih dalam tahap penyesuaian dengan beberapa jadwal yang ada, jadi aku masih melihat kemungkinan terbaik kedepannya.” 


Baca juga : Cerita Khayla, Murid SMP Cikal Serpong, Ikuti Kompetisi Gymnastic Tingkat Internasional Pertamanya! 




Tumbuh Sebagai Manusia Utuh di Sekolah Cikal

Dalam perjalanannya di Sekolah Cikal, Kayla merasa dirinya bertumbuh sebagai individu yang utuh. Ia tak hanya didukung secara akademik, tetapi juga diberi wadah untuk mencoba hal-hal baru.


“Cikal itu lingkungannya suportif dan mendorong kita untuk berkembang, bukan cuma secara akademik tapi juga sebagai individu. Aku merasa punya ruang untuk mencoba hal-hal baru, mengekspresikan diri, dan belajar dari pengalaman.” tutup Kayla.


Dengan kemauannya untuk berkembang dan didukung Cikal secara optimal, secara tak langsung Kayla mencerminkan salah satu Bintang dari Kompetensi 5 Bintang Cikal, yaitu Pelajar Merdeka (Self-Regulated Learner). (*)


Baca juga : Cerita Mika-Athar, Atlet Renang SMP Cikal Lebak Bulus, Juara Akuatik Nasional 2025 




Informasi Cikal Support Center


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Kayla, Murid Kelas 10 SMA Cikal Lebak Bulus

  • Editor : Salsabila Fitriana 

  • Penulis : Rahma Yulia 



I'M INTERESTED