Belajar Hargai Perbedaan dan Empati Sejak Dini, TK Cikal Kemang Lakukan Sesi Berbagi Makanan

TK Cikal Kemang Ajarkan Hargai Perbedaan dan Empati Sejak Dini dengan Berbagi Makanan

Durasi waktu baca : 3 menit



Jakarta, Sekolah Cikal Kemang. Pemahaman anak usia dini mengenai empati dan perbedaan seringkali terasa abstrak di pandangan mereka. Namun, menanamkan sifat tersebut dapat dilakukan melalui cara yang sederhana, seperti yang diterapkan di TK Cikal Kemang, yaitu kegiatan berbagi makanan dan snack dengan teman-teman sebaya berkebutuhan khusus Pendidikan Inklusi Cikal Kemang. 


Mirwan Abdul Aziz, Pendidik Sekolah Cikal Kemang, berbagi cerita bagaimana anak-anak TK Sekolah Cikal Kemang berbagi dan memiliki empati yang baik pada keberagaman di sekitarnya.


Seperti apa ceritanya? Simak selengkapnya berikut ini! 


Baca juga : 4 Tips Orang Tua Melatih Kesabaran Anak dari Pendidik Rumah Main Cikal 




Ajarkan Anak Menghargai Perbedaan dengan Berbagi

Di Sekolah Cikal Kemang, anak-anak didorong untuk memahami dunia sekitar mereka yang penuh keberagaman. Anak belajar mengenal bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing, sehingga mereka memandang perbedaan sebagai sesuatu yang perlu dihargai karena setiap orang berharga dan layak diterima. 


“Saya percaya bahwa di Sekolah Cikal Kemang, kepedulian terhadap orang lain tidak hanya tentang belajar berbagi, tetapi juga belajar memahami dan perbedaan. Karena itu saya membantu murid membangun pemahaman yang mendalam pada berbagai bentuk perbedaan yang tidak hanya soal fisik, tetapi juga agama hingga teman-teman dengan kebutuhan belajar berbeda.” kata Mirwan. 



(Belajar Hargai Perbedaan dan Empati di Sekolah Cikal Kemang dimulai dari aksi kecil yakni berbagi makanan. Dok.Cikal)


Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan makna kepedulian yang dipelajari anak-anak saat bulan Ramadan. Dari proses inilah, anak-anak memperkuat niat baik mereka untuk berbagi dan membangun kebersamaan dengan teman di sekolah dalam bentuk berbagi snack yang selalu mereka bawa untuk teman-teman inklusi.


“Dari proses pembelajaran itu, lahirlah inisiatif dari mereka untuk berbagi dan membangun kebersamaan dengan teman-teman lain di sekolah, termasuk teman-teman dengan kebutuhan belajar yang berbeda (anak inklusi) maupun teman-teman yang memiliki latar belakang agama yang berbeda.” lanjut Mirwan. 


Baca juga : Seringkali Merasa Tak Diprioritaskan, Ini Hal Penting yang Dibutuhkan Saudara Sekandung ABK 



Dari Berbagi Makanan hingga Keinginan Main Bersama


Kegiatan berbagi oleh murid TK Sekolah Cikal Kemang tidak berhenti setelah kegiatan selesai, justru menjadi titik awal dan menjadi niat baik yang berkelanjutan. Mirwan mengungkapkan, saat sesi refleksi pasca kegiatan, terdapat momen yang mengharukan, yaitu saat anak-anak menceritakan pengalaman mereka sekaligus rencana apa yang ingin mereka lakukan. Tanpa diarahkan, anak-anak justru antusias ingin bermain bersama teman-teman inklusi.


“Saat sesi refleksi, saya bertanya, apa yang akan kamu lakukan setelah kegiatan berbagi ini? Mereka menjawab ingin main bersama. Lalu mereka menyebutkan nama-nama teman yang ingin mereka ajak, mereka juga menceritakan sikap dan perilaku teman inklusi yang sering murid lihat. Di sinilah saya merasa kagum dengan anak-anak ini. Kemampuan mereka dalam mengamati jadi terlihat.” ungkap Mirwan.


Meskipun pada kenyataannya mengajak anak inklusi bermain bersama tidak selalu sesuai apa yang dibayangkan, murid kembali diajak refleksi mengapa hal tersebut dapat terjadi. Lalu, Mirwan menceritakan pendapat murid yang menyentuh hati dan membuktikan bahwa murid TK Sekolah Cikal mampu menghargai perbedaan dan memiliki jiwa empati.


“Tujuan bermain bersama ini yang dikejar adalah menumbuhkan rasa memahami dan empati. Oleh karena itu saya ajak mereka untuk refleksi kembali tentang mengapa main bersama teman inklusi bisa gagal dilakukan, seorang murid ada yang berkata, ‘Soalnya dia abis marah-marah, abis nangis, jadi nggak mau main bareng dulu dan kita nggak boleh maksa.” kata Mirwan.


Baca juga : ABK Sering Dianggap “Orang Lain” oleh Saudara Sekandungnya? Orang Tua, Lakukan 2 Hal ini Segera! 




Belajar Bersosialisasi dan Meningkatkan Kesadaran Nilai Spiritual

Selain menanamkan empati dan belajar menghargai perbedaan, tentunya murid TK Sekolah Cikal Kemang melatih kemampuan membangun hubungan orang lain serta menumbuhkan sikap baik sebagai manusia sejatinya. 


“Kegiatan berbagi ini membantu murid lebih terbuka, bermain, dan berkomunikasi dengan teman-teman di luar lingkaran pertemanan atau kelas mereka sendiri. Mereka juga mulai memahami bahwa kepedulian, berbagi, dan memperlakukan orang dengan baik merupakan bagian dari akhlak baik dan nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.” kata Mirwan.


Baca juga : Mengenal Pembelajaran Dirasah Islamiyah di Sekolah Cikal Kemang 




Tumbuh Menjadi Pribadi Bijak dan Bahagia 

Menjadi pribadi bijak dan bahagia adalah salah satu cita-cita Cikal yang berupaya diasah dalam diri setiap murid Sekolah Cikal. Kegiatan berbagi makanan ini menjadi wadah untuk para murid TK Sekolah Cikal mengembangkan dirinya menjadi pribadi bijak dan bahagia  Emotionally, Morally, and Spiritually Rich (Pribadi Bijak dan Bahagia).


“Melalui kegiatan berbagi ini, saya melihat murid-murid mengembangkan Kompetensi 5 Bintang Cikal, terutama dalam aspek emotionally, morally, and spiritually rich. Anak-anak belajar menunjukkan empati, kepedulian, dan rasa hormat kepada teman-teman dengan kebutuhan belajar maupun latar belakang agama yang berbeda dari mereka. Mereka juga mulai memahami bahwa perbedaan merupakan bagian alami dari kehidupan bersama yang perlu diterima dengan kasih sayang dan penghargaan.” tutup Mirwan.


Baca juga : Kindness Box, Cara Psikolog SD Cikal Amri Setu Ajarkan Empati Sejak Dini 




Informasi Cikal Support Center

Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Mirwan Abdul Aziz, Pendidik TK Cikal Kemang

  • Editor : Salsabila Fitriana 

  • Penulis : Rahma Yulia 


I'M INTERESTED