TK Cikal Lebak Bulus Mulai Kenalkan Pendidikan Seks Melalui Boys Talk Girls Talk

TK Cikal Lebak Bulus Mulai Kenalkan Pendidikan Seks Melalui Boys Talk Girls Talk

Durasi Waktu Baca : 3 Menit



Jakarta, TK Cikal Lebak Bulus. TK Cikal Lebak Bulus memulai proses perjalanan mengenalkan pendidikan seks kepada anak-anak jenjang taman kanak-kanak dengan program bernama “Boys Talk, Girls Talk” yang diinisiasi oleh para Psikolog dan Konselor Anak dan Remaja di Sekolah Cikal.


Diandra Thifaalya, M.Psi., Psikolog., Psikolog Pendidikan dan Konselor Anak di TK dan SD Cikal Lebak Bulus, menyebutkan bahwa Boys Talk Girls Talk atau yang disingkat sebagai BTGT merupakan program rutin yang diadakan setiap tahun oleh konselor untuk mendampingi dan membantu anak memahami tubuh mereka, hingga mendampingi anak menjaga keamanan diri serta batasan interaksi dengan orang lain.


“Program BTGT di Cikal ini sebetulnya diperuntukkan untuk setiap level, dari jenjang TK (reception) hingga SD (primary) dan memiliki tujuan umum untuk membantu para murid dalam memahami tubuh mereka, menjaga keamanan dan kenyamanan tubuh diri sendiri, bagaimana menjaga hubungan dan interaksi dengan orang lain, serta menghargai batasan untuk diri sendiri dan orang lain.” jelasnya. 


Apa saja pembahasan tentang pendidikan seks yang mulai dikenalkan oleh anak-anak jenjang Taman Kanak-Kanak dan bagaimana cara para psikolog atau konselor anak mengenalkannya? Mari simak penjelasannya berikut!



Kenalkan Bagian Tubuh Pribadi dan Batasan Aman Interaksi pada Anak TK


Psikolog Diandra menyebutkan bahwa pada jenjang TK khususnya dalam pendampingan pengenalan mendasar pendidikan seks terhadap anak usia 3-6 tahun, topik-topik pembahasan yang diangkat adalah mengenai bagian-bagian pribadi tubuh yang tidak boleh dilihat atau disentuh oleh sembarang orang, batasan tubuh, dan keamanan diri. 


“Topik-topik BTGT tentunya akan disesuaikan dengan tahapan perkembangan dan juga kebutuhan pada setiap level. Pada jenjang TK sendiri, untuk tahapan perkembangan 3-6 tahun, topik BTGT berfokus pada private parts atau bagian tubuh yang bersifat pribadi, body boundaries atau memahami batasan fisik dalam berinteraksi dengan orang lain, dan personal safety atau memahami hal-hal yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dalam situasi tertentu.” ucapnya.

Alasan mengenalkan 3 topik tersebut pada anak-anak TK, menurut Psikolog Diandra, didasarkan pada mulai terbangunnya ketertarikan terhadap interaksi sosial yang lebih luas, adanya dorongan anak untuk eksplorasi lingkungan, dan mulai belajar mengontrol diri sendiri, sehingga para konselor dan psikolog anak di TK Cikal mulai berupaya menunjang kebutuhan belajar anak-anak agar mereka dapat berinteraksi dengan aman dan sehat.

“Pada tahapan perkembangan usia 3 - 6 tahun, anak-anak mulai menunjukkan ketertarikan terhadap lingkungan sosial dan interaksi yang lebih luas, lebih aktif dalam mengeksplorasi lingkungannya, serta mengembangkan kemampuan untuk mengontrol diri. Sehingga melalui topik-topik yang diangkat dalam BTGT diharapkan dapat menunjang kebutuhan perkembangan yang lebih optimal serta menjaga kesejahteraan dan menciptakan lingkungan yang aman dan sehat untuk mereka terus bereksplorasi.” tuturnya.

Baca Juga : Tanggap Peduli Perundungan di Masyarakat dengan 7 Langkah dari Psikolog Cikal 



Gambaran Penerapan Boys Talk Girls Talk di TK Cikal Lebak Bulus

Sebagai konselor anak di TK Cikal Lebak Bulus, Psikolog Diandra menyebutkan bahwa dalam praktik kesehariannya sesi BTGT sudah diterapkan dalam proses interaksi keseharian, dimulai dari keterampilan berbagi, menunggu giliran, berbagi ruang, interaksi fisik saat bermain, hingga menyampaikan ketidaknyamanan saat berinteraksi bila melampaui batasan kenyamanan diri.

“Dalam kesehariannya, murid pada jenjang TK sedang dalam proses mengembangkan keterampilan dalam berbagi, menunggu giliran, dan sharing spaces. Dengan materi yang sudah disampaikan pada sesi BTGT, penerapannya antara lain adalah bagaimana anak-anak mengenali safe and unsafe touch dalam bermain, keeping hands to themselves, how to say no terhadap hal-hal yang membuat mereka merasa tidak nyaman, respecting others space and time, asking for permission, dan bagaimana cara menyampaikan kepada orang dewasa yang dipercaya ketika ada hal yang membuat diri mereka merasa tidak nyaman.” jelasnya. 

Psikolog Diandra pun menyampaikan ilustrasi sebagaimana berikut:

“Ada seorang anak yang ingin mengekspresikan perasaan senang dan bahagia kepada temannya dengan cara memeluk, namun sebenarnya teman tersebut tidak merasa nyaman jika dipeluk oleh orang lain. Maka dari sesi BTGT, anak-anak diajarkan untuk ask for permission first dan menggunakan kind words jika ingin memeluk temannya, apakah temannya merasa nyaman atau tidak. Kemudian dalam bermain, tidak jarang masih ada anak-anak yang mungkin tidak sengaja menyenggol, menabrak, atau mengambil mainan temannya. Maka dalam hal ini, melalui sesi BTGT juga diingatkan untuk keeping hands to themselves untuk membantu mereka mengontrol diri.” ungkap Diandra.

Baca Juga: Pentingnya Konsep Janji Diajarkan Sejak Dini dan Cara Mengajarkannya 



Media Penunjang Boys Talk Girls Talk TK Cikal Lebak Bulus

Dalam praktiknya pembelajaran di TK Cikal Lebak Bulus menerapkan pendekatan personalisasi, sehingga dalam pengenalan pendidikan seks bagi anak di fase tahapan perkembangan 3-6 tahun di jenjang TK para konselor menggunakan beberapa media penunjang pembelajaran, baik itu buku cerita bergambar, video dan/atau lagu, dan gambar.

“Beberapa media penunjang yang digunakan dalam BTGT, antara lain adalah buku cerita bergambar, video dan/atau lagu, dan gambar. Buku cerita yang digunakan menceritakan mengenai pengenalan terhadap area tubuh privat, bagaimana menjaganya, kepada siapa anak-anak harus meminta bantuan jika sedang membutuhkan, dan juga mengenai consent. Media gambar digunakan untuk membantu dalam diskusi dan refleksi mengenai area tubuh mana saja yang bersifat privasi dan perlu dijaga. Media video dan/atau lagu yang digunakan terkait dengan boundaries, bagaimana cara menjaga jarak aman dengan orang sekitar, menanyakan consent, sharing space, dan using kind words untuk menyampaikan kebutuhan atau mengekspresikan dirinya.” jelasnya. 

Baca Juga: 3 Dampak Orang Tua Ingkar Janji pada Perkembangan Emosi Anak Usia Dini 



Refleksi Boys Talk Girls Jenjang TK, Cerminan Lingkungan Aman dan Sehat bagi Anak 

Sebagai psikolog Pendidikan, Diandra menyebutkan bahwa Program Boys Talk Girls Talk adalah cerminan TK Cikal di seluruh kampus, termasuk di TK Cikal Lebak Bulus sebagai lingkungan belajar dan tumbuh kembang yang aman dan sehat bagi anak dan akan mampu mengoptimalkan pengembangan diri anak sebagai manusia yang utuh.

“BTGT adalah cerminan Cikal sebagai sekolah ramah, aman dan lingkungan yang sehat. BTGT juga menjadi salah satu campaign yang dibangun oleh konselor dalam membangun lingkungan sekolah yang ramah dan aman bagi anak-anak. Kami ingin anak-anak mampu mengenali dirinya, memahami dirinya, menghargai dirinya, dan menjaga dirinya sehingga dapat menjaga kesejahteraan diri di sekolah. Melalui program ini, yang sudah dikenalkan sejak jenjang TK, harapannya dapat membantu dalam proses perkembangan sosial-emosional anak-anak.” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa ketika setiap anak tumbuh di lingkungan yang positif, aman, dan sehat, maka anak tersebut akan mampu membangun hubungan yang positif dengan diri dan orang sekitarnya, mampu belajar regulasi diri, empati, dan tumbuh percaya diri. 

“Ketika anak-anak tumbuh di lingkungan yang positif, selalu mendukung dirinya, sehat, aman, dan juga menjunjung kesejahteraan anak maka anak akan mampu untuk membangun hubungan yang positif dengan orang-orang sekitarnya dengan saling menghargai, berempati, dan regulasi diri. Sehingga membantu dalam perkembangan kepercayaan diri anak dan mendukung performa belajar yang lebih optimal.” imbuhnya.(*)

Baca Juga: Pentingnya Ajarkan Anak Usia Dini Bersabar dan Manfaatnya untuk Regulasi Emosi 




Informasi Cikal Support Center


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Diandra Thifaalya, M.Psi., Psikolog, Psikolog Pendidikan dan Konselor TK-SD Cikal Lebak Bulus

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana

I'M INTERESTED