Cikal Tanya-Tanya : Program Social Studies Jenjang SMP dan SMA di Sekolah Cikal

Senang sekali Cikal dapat kembali menghadirkan sesi Cikal Tanya-Tanya mengenai program-program di Cikal baik di tingkat Rumah Main Cikal, Sekolah Cikal hingga Pendidikan Inklusi Cikal.  


Kali ini, Cikal mengundang ,Program Leader Social Studies Secondary Sekolah Cikal Surabaya Rahadi Manumayangsa, S.IP untuk memberikan informasi mengenai pembelajaran ilmu sosial di tingkat SMP dan SMA Sekolah Cikal! Simak langsung, yuk! 


  • Halo, Pak Rahadi. Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat.

Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Shalom, Om Swastiastu, Namo buddhaya, salam kebajikan. Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan perlindungan Tuhan.


  • Pak Rahadi, bolehkah diceritakan sedikit mengenai program social studies di Sekolah Cikal untuk jenjang SMP dan SMA itu seperti apa?


Program Social Studies di Sekolah Cikal lebih menitikberatkan pengembangan kecerdasan sosial. Setiap murid diajak untuk menjadi lebih peka dalam mengamati dan menganalisis situasi yang terjadi di sekeliling mereka. Misalnya: bagaimana pengaruh persoalan kependudukan bagi masa depan mereka; kebijakan ekonomi yang membantu pada saat pandemi; atau melihat berbagai perspektif lain tentang sebuah  konflik sosial. 


Biasanya anak-anak menganalisis menggunakan pendekatan dan metode sosial terbaru namun dekat yang diangkat dari situasi yang kekinian. Saat kita belajar tentang global trading, kita membahas tentang peran dan prospek ketika Indonesia memegang ketua presidensi G20 pada tahun 2022. Mereka membuat proyeksi tentang produk atau layanan apa yang nantinya bisa merajai pasar internasional di masa mendatang. Intinya, kita belajar berbagai ilmu sosial yang berorientasi pada persoalan yang bahkan belum datang.




“Program Social Studies di Sekolah Cikal lebih menitikberatkan pengembangan kecerdasan sosial. Setiap murid diajak untuk menjadi lebih peka dalam mengamati dan menganalisa situasi yang terjadi di sekeliling mereka. “ Rahadi Manumayangsa, S.IP.Program Leader Social Studies Secondary Sekolah Cikal Surabaya


  • Mengacu pada program social studies ini, adakah turunan program atau kegiatan khusus yang diberikan dalam mempersiapkan anak pada jenjang yang lebih tinggi?


Tidak bisa dibilang program khusus sebenarnya. Namun, desain dari program ini diperuntukkan bagi siapapun yang tertarik atau berkarir tidak hanya di bidang sosial. Mengingat jika kita melihat kebutuhannya ke masa depan, saat semuanya sudah tergantikan dengan mesin, algoritmaatau artificial intelligence, ilmu sosial akan menjadi sebuah pendekatan yang paling humanis dan paling versatile untuk masuk ke dalam bidang apapun.


Kalau kita ketahui bahwa profesi-profesi terbaru tentang Digital Business Analyst, UX Researcher, Community Engagement yang mana profesi-profesi ini bahkan belum pernah ada jurusan atau kuliahnya. Implementasi dari profesi di atas sudah ada dasarnya di program ini. Bagi saya, anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus atau naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi tetapi mereka mampu berpikir secara strategis untuk menguasai masa depan itu sendiri. 


  • Belajar Social Studies itu kan tak lepas dari kehidupan sosial dan budaya ya, Pak. Pasti dalam praktiknya membicarakan kehidupan sebagai penduduk Indonesia. Apakah dalam Social Studies di Cikal itu ada materi mengenai kecintaan terhadap budaya dan bangsa Indonesia?


Pastinya! Materi tersebut merupakan inti (core) dan roh dari semua hal yang kita pelajari dari Ilmu Sosial dan Budaya. Tidak ada bangsa yang besar yang melupakan sejarah dan kultur mereka sendiri. 


Saya selalu sampaikan ke mereka bahwa Indonesia akan menjadi pemimpin di bidang ekonomi. Pada tahun 2021, kita menduduki ke-15 pada posisi negara dengan PDB tertinggi. Dalam 2030, kita diprediksi merangkak menuju posisi ke-4 dengan PDB tertinggi setelah: Cina, India dan Amerika. 


Tanpa pengetahuan dan mengetahui potensi yang kita miliki, mustahil bagi kita untuk tetap optimis dan menggunakan seluruh hal yang kita punya untuk menjadi yang terdepan. Indonesia saat ini memiliki momentum yang baik dan kita mungkin ditakdirkan untuk menjadi pemimpin dunia seperti yang diimpikan oleh para founding father kita.



  • Menurut Pak Rahadi sendiri, seberapa penting untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap budaya dan bangsa Indonesia, khususnya anak-anak di jenjang menengah ini pak?


Nasionalisme itu tidak bisa ditumbuhkan hanya dengan membaca buku atau di”dongeng”kan oleh gurunya. Rasa cinta itu tumbuh karena rasa perasaan itu ditantang dan dihadapi secara nyata setiap harinya. Pada awal tahun 1900-an, nasionalisme itu lahir dari founding father kita yang merupakan respon terhadap situasi krisis atau kegelisahan mereka. Dari situasi krisis barulah lahir sebuah pemikiran revolusioner yang bertujuan mereka membebaskan bangsa ini dari keterpurukan.


Ketika mereka melihat ketidakadilan di depan mereka, solusi atau hal nyata apa yang mereka bisa sumbangkan ke negeri ini? Kalau mereka hanya selalu dicekoki tentang rasa kecintaan terhadap negeri, tidak ada gairah untuk berkontribusi dalam menyelesaikan sebuah persoalan mungkin kita menyandarkan pada nasionalisme yang bersifat mistis dan semu. Ketika semua kedigdayaan yang terjadi masa lalu itu sirna, kita tidak punya keterikatan atau kebangaan lagi terhadap bangsa ini. 


  • Praktik sederhana yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari tentang nasionalisme ini, khususnya untuk anak-anak yang beranjak remaja atau dewasa?


Nasionalisme itu bukan sesuatu yang jauh seperti harus angkat senjata, hafal semua lagu-lagu daerah, semua pasal undang-undang atau nama-nama menterinya. Sebenarnya ada hal yang lebih esensial dari semua itu. 


Hadapkan anak pada sebuah pertanyaan: “Bagaimana saya bisa berkarya dan orang-orang mau melihat karya saya?” Misalnya, Anda adalah seorang yang handal dalam video editing, bakat musik atau sosial media. Bagaimana Anda bisa membuat digital konten yang menarik, mendidik dan bermanfaat bagi penonton Anda, misal: podcast, video tutorial, review video, video cover, vlogging, streaming. Ketika karya Anda dilihat atau diakui oleh banyak orang, itu sudah pengamalan dari nasionalisme itu sendiri. Ga ribet kan?




  • Menurut Pak Rahadi, bagaimana peran orang tua dalam menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak?


Saya rasa orang tua posisinya sangat vital karena mereka adalah institusi sosial yang paling berperan dalam pengembangan karakter anak ketika mereka di antara usia 7-14 tahun. Orang tua itu bisa berperan sebagai seorang motivator sekaligus partner yang potensial bagi generasi muda ini. Orang tua bisa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anak-anak untuk mengeksplorasi bakatnya dan memfasilitasi hal-hal yang mereka butuhkan untuk berkembang. 


Berilah penghargaan yang tulus terhadap apapun passion dari anak-anak zaman now. Luangkan waktu untuk menjajaki bersama anak tentang segala kemungkinan tentang perjalanan pendidikan dan karirnya di masa mendatang. Berilah ruang untuk mereka gagal dan berkembang sesuai dengan passion mereka. Anak-anak pasti tahu bahwa ketulusan, doa dan support orang tua pasti akan berbuah hasil.   


Mungkin orang tua mengetahui apa yang terbaik menurut mereka pada zamannya. Seiring dengan perubahan zaman, mungkin kini saatnya orang tua berpikir lebih terbuka tentang masukan dimana perubahan bisa terjadi setiap detiknya. Let us prepare our children for the challenges for tomorrow! 



Ingin tahu lebih lanjut mengenai Cikal, silakan mengisi buku tamu Cikal dan tim kami akan segera menghubungi Anda dalam 2x 24 Jam! 



I'M INTERESTED