Dari Sering Terjatuh hingga Raih Prestasi, Inilah Cerita Inspiratif Gavyn, Atlet Equestrian Tangguh dari Sekolah Cikal Lebak Bulus!

 Cerita Inspiratif Gavyn Atlet Equestrian dari Sekolah Cikal Lebak Bulus


Durasi Waktu Baca : 5 Menit



Jakarta, Sekolah Cikal. Cabang olahraga berkuda atau equestrian membutuhkan komitmen yang kuat, ketangguhan dan kesungguhan dalam mendalaminya sebagaimana yang dilakukan oleh Gavyn Azka Wiranatakusumah atau yang akrab disapa Gavyn, murid kelas 11 SMA Cikal Lebak Bulus, Jakarta Selatan.


Gavyn merupakan seorang atlet equestrian muda yang tengah menikmati minatnya di cabang olahraga berkuda. Pada awal 2023, Gavyn berhasil meraih medali perak di ajang Equestrian Solidarity Challenge untuk kategori Jumping dan Dressage bersama kuda kesayangannya, Maestro. 


(Gavyn Azka Wiranatakusumah atau Gavyn merupakan atlet berkuda dan juga pelajar berprestasi di SMA Cikal Lebak Bulus. Dok. Cikal)


Seperti apa cerita inspiratif Gavyn memulai minatnya di cabang olahraga berkuda, kedekatannya dengan Maestro, hingga tantangan yang ia rasakan sebagai atlet berkuda? Selengkapnya berikut ini! 




Kata Pertama “Kuda” Saat Kecil hingga Pertandingan Berkuda Pertama 


Berbincang dengan Gavyn di sela-sela luang waktunya, Gavyn menceritakan awal mula minat berkudanya tumbuh saat masa kecil, tepatnya usia 4 tahun, dan komitmennya menjadi seorang atlet berkuda sejak pandemi melanda dunia.


“Aku itu sebenarnya dari kecil memang suka dengan kuda dan rasanya melihat kuda itu keren, mereka itu binatang yang gagah, dapat mengangkat manusia dan dulu menjadi alat transportasi. Jadi, ada keinginan untuk lebih serius mendalami olahraga berkuda. Nah, aku semakin serius ingin berkuda saat lagi pandemi, 2020 atau 2021, setelah aku riset mendalam tentang olahraga berkuda dan bisa jadi seorang atlet.” tuturnya.


(Cerita Gavyn minati olahraga berkuda sejak usia 4 tahun. Dok.Gavyn)


Ibunda Gavyn, Gita, menambahkan cerita Gavyn dengan momen kilas balik masa kecil Gavyn yang selalu senang setiap kali menghabiskan waktu berinteraksi dengan kuda, baik itu naik andong dan sebagainya, hingga momen kata pertama yakni “kuda”.

“Waktu kecil itu memang, kata-kata pertama Gavyn yang keluar saat ia kecil adalah kuda, bukan mommy atau babah karena setiap hari melihat mainan kuda. Akhirnya kami suka ajak Gavyn naik kuda setiap kali rekreasi, ia juga suka naik andong, segala sesuatu yang berkaitan dengan kuda itu suka.” ceritanya. 

Dengan tingginya keinginan Gavyn yang mulai ingin melakukan eksplorasi saat pandemi terkait olahraga berkuda, kedua orangtua Gavyn pun memberikan dukungan pada Gavyn untuk mengikuti sebuah klub berkuda di kala pandemi.  Tak disangka dalam beberapa waktu berlatih, Gavyn pun sudah sangat lihai dalam berkuda dan meraih pujian dari pelatih sebagai anak yang berbakat.  

“Gavyn serius berlatih berkuda sebagai aktivitas outdoor-nya dan seiring waktu pelatih pun mengatakan pada kami bahwa ia berbakat. Baru beberapa bulan latihan pun Gavyn sudah direkomendasikan untuk ikut tanding, meski belum dapat juara, kami yakini itu sebagai latihan mental.” ungkapnya. 

Baca juga : Raih Dua Medali di Kompetisi Brazilian Jiu Jitsu Internasional Pertamanya, Inilah Cerita Malka, Murid SMP Cikal Lebak Bulus!




Terjatuh dan Terlempar di Awal Belajar, Ketangguhan Gavyn sebagai Rider Terbentuk

Menjadi seorang Rider dalam olahraga berkuda atau Equestrian di awal pengenalan dan proses belajar berkuda tentu tidak mudah. Ibunda Gavyn, Gita, mengungkapkan saat sesi wawancara bahwa Gavyn sudah seringkali terjatuh dan terlempar dalam proses belajarnya sebagai atlet berkuda.

“(dalam proses belajar Gavyn di olahraga berkuda sebagai atlet) sebetulnya sudah sering jatuh. Saya yang awalnya dari sangat khawatir hanya dapat berdoa saja untuk Gavyn agar selalu selamat. Seringkali terjatuh saat mengendarai kuda, dijatuhkan oleh kuda, atau terlempar itu merupakan hal yang sudah biasa untuk riders.” ucapnya.


(Minat Gavyn dalam berkuda bermula dari kekagumannya dengan ketangguhan kuda sebagai salah satu makhluk hidup di dunia. Dok. Cikal)


Gavyn menambahkan bahwa dalam proses belajarnya kunci dari mengendarai kuda adalah keseimbangan diri dan ketangguhan diri mengingat dalam olahraga berkuda meskipun rider terjatuh ia harus tetap menaiki kuda lagi saat ia masih dapat berdiri.

“Mengendarai kuda itu nomor satu itu balance, nah momen jatuh pertama waktu itu aku ga nyangka jatuh, di momen itu kudanya kaget dan masih sensitif dan aku masih belum optimal keseimbangannya,  jadilah aku jatuh karena ga siap. Kalau sekarang itu saat aku jatuh harus naik lagi. Sekarang udah aman, udah terkendali.” ungkap murid SMA Cikal Lebak Bulus ini dengan kepercayaan diri. 


Baca juga : Cerita Anya, Murid SD Cikal Lebak Bulus, Peraih Belasan Medali Olimpiade Matematika Internasional yang Senang Belajar Banyak Hal!




Cerita Gavyn Bangun “Bonding” dengan Maestro, Kuda Kesayangannya

Olahraga berkuda seringkali juga dianggap sebagai seni, karena dalam praktiknya seorang Rider membangun komunikasi dan hubungan dengan kuda yang dalam hal ini juga merupakan makhluk hidup. Sebagai seorang atlet berkuda, Gavyn pun secara khusus menceritakan Maestro, kuda yang telah membersamainya sejak 2020.

Meski pada awalnya Mestro masih sangat agresif karena usianya saat itu masih 7 tahun. Gavyn pun memegang komitmen untuk konsisten melatih dan meraih prestasi bersama.

“(untuk kudaku) itu kalau dari nama ngga diubah dari akte awalnya itu Maestro. Di momen saat aku punya kuda sendiri, artinya adalah aku harus komit dan konsisten melatihnya sampai kita berprestasi bareng karena Maestro adalah makhluk hidup. Kudanya di awal itu masih suka lari-lari sendiri dan masih main. Jadilah kita sebagai rider harus lebih siap. Kuda itu kan makhluk hidup dan punya personality yang beda, kalau kita yang naik itu ga yakin, maka kuda itu tahu dari cara duduk kita.” ceritanya.

(Potret Gavyn bersama Maestro, Kuda Kesayangannya dalam sesi latihan dan kompetisi. Dok. Gavyn)

Bersama dengan Maestro, Gavyn membangun komitmen untuk berprestasi bersama, bahkan Gavyn selalu menyempatkan untuk memiliki waktu bonding bersama sebelum lomba. 

“Kuda itu suka wortel kan ya, nah biasanya itu sehari sebelum aku lomba, aku kasih wortel dan aku ajak ngobrol untuk hadapi besok, dikasih wejangan.” ungkapnya.

Tak disangka hubungan yang dibangun melalui latihan bersama setiap pulang sekolah, momen bonding time dan komunikasi yang terbangun antara Gavyn dan Maestro dapat menjadi kunci dari keberhasilan Gavyn meraih medali perak atau posisi kedua di ajang Equestrian Solidarity Challenge 2023 kategori Jumping dan Dressage.

“(Bagiku) kalau sebelum jumping itu harus selalu mikir bahwa kudanya akan loncat, kalau kita mikir kuda berenti dan ga percaya diri kuda akan mengikuti kata hati kita. Kuda itu juga sensitif atau peka.” tambahnya.

Baca juga : Miliki Impian Lanjutkan Studi Film di Prancis, Simak Cerita inspiratif Adan, Murid SMA Cikal yang Berbakat di Bidang Seni Sejak Kecil.




Impian Gavyn di Equestrian, Berprestasi Bersama dengan Maestro 

Berhasil membangun hubungan dan keterikatan yang baik dengan Maestro, Gavyn yang selalu meluangkan waktunya berlatih setelah pulang sekolah pun menyampaikan impian terdalamnya yakni ingin meraih prestasi bersama maestro. 

“Kalau dulu kalau Maestro iseng dikit aku langsung jatuh. Tapi, kalau sekarang kalau Maestro iseng, aku udah tahu cara handle-nya, itu salah satu bukti bonding antara kita. Aku belajar untuk sabar, karena Kuda adalah makhluk hidup bukan benda mati jadi aku ga bisa 100% mengontrol. Jadi ya pastinya, aku pengen bisa cari prestasi bareng Maestro terus di berkuda.” ucapnya.


(Impian Gavyn dapat berprestasi bersama Maestro. Dok. Cikal)

Gita, Ibunda Gavyn, dan ayahnya mengungkapkan bahwa mereka senantiasa mendampingi Gavyn dalam pengembangan minatnya serta sekolah Gavyn.

“Bagi kami, apapun yang Gavyn ingin lakukan, maka lakukanlah yang terbaik. Terbaik dalam hal ini bukan memaksakan juara ya, melakukan yang terbaik itu artinya apapun usahanya Gavyn dilakukan dengan maksimal, ada komitmen dan tanggung jawab. Kami akan selalu mendukung dan mendoakan Gavyn agar Gavyn menerima hal-hal baik di masa depan.” imbuhnya.(*)

Baca juga : Cerita Pipil, Murid SD Cikal Lebak Bulus dan Pendidikan Inklusi Cikal, Content Creator Cilik yang Telah Ciptakan Lebih dari 400 Karya Ilustrasi Digital Sejak 5 tahun!





Informasi Cikal Support Center 

Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut :+62 811-1051-1178




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber :  

    • Gavyn Azka Wiranatakusumah, Murid SMA Cikal Lebak Bulus dan Atlet Equestrian atau Berkuda Muda Indonesia

    • Ibu Gita, Ibunda Gavyn.

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana



I'M INTERESTED