Durasi Waktu Baca : 3 Menit
Bandung, SD Cikal Bandung. SD Cikal Bandung mengajak 26 murid kelas 3 SD Cikal Bandung belajar dengan memberdayakan konteks dan memanusiakan hubungan tentang kehidupan masyarakat di perbukitan dengan melakukan kunjungan lapangan dan bermalam di Camp (Overnight Field Trip atau OFT) di Hilltop Camp Lembang pada April 2026.
Perjalanan kunjungan lapangan yang berlangsung dua hari tersebut menjadi salah satu momen pembelajaran nyata para murid SD Cikal Bandung tentang gaya hidup khas warga perbukitan, beserta hak dan tanggung jawab mereka sehari-hari. (Murid SD Cikal Bandung belajar gaya hidup masyarakat di perbukitan. Dok.Cikal) Mengapa SD Cikal Bandung mengajak para murid untuk bermalam di bukit dan melakukan pembelajaran dengan memberdayakan konteks di perbukitan? Simak penjelasannya di bawah ini. Sany, salah satu Homeroom kelas 3 SD Cikal Bandung, menceritakan bahwa perjalanan kunjungan lapangan yang bermalam di perbukitan (Overnight Field Trip) merupakan pengalaman pertama bagi murid-murid SD Cikal Bandung, khususnya kelas 3 SD Cikal Bandung. “Overnight Field Trip yang kami lakukan di SD Cikal Bandung bertujuan untuk mengenalkan anak-anak mengenai perjalanan kunjungan lapangan (field trip) yang tidak biasanya, karena ini kali pertama anak-anak menginap di luar tanpa orang tuanya bersama tim sekolah. Ini adalah pengalaman pertama mereka untuk melakukan perjalanan mandiri.” ucapnya. Tak hanya tentang perjalanan lapangan mandiri pertama, ia juga menambahkan bahwa kunjungan lapangan ini adalah bagian dari rangkaian proses belajar mengenai gaya hidup warga yang tinggal di perbukitan, mencakup hak dan tanggung jawabnya. Kunjungan lapangan ini juga merupakan bagian dari pembelajaran Integrated Program yang bertemakan “Finding Lifestyle in Economic Activities”. “Anak-anak pun memiliki tujuan untuk belajar Integrated Program di luar sekolah, dengan tema “Finding Lifestyle in Economic Activities” dengan tujuan mengenalkan hak dan tanggung jawab berkaitan dengan pekerjaan warga sekitar area tersebut. Kami memilih area perbukitan, yaitu di Hilltop Camp Lembang karena ingin mengetahui gaya hidup khas warga perbukitan yang mana berkaitan dengan hak dan tanggung jawab mereka sehari-hari.” tambahnya. Baca Juga : Murid SD Cikal Surabaya Belajar Makna Sistem dan Identitas Budaya melalui Kunjungan Lapangan ke Bali Khairunnisa, Homeroom kelas 3 SD Cikal Bandung, turut menjelaskan bahwa dalam praktik kunjungan lapangan, para murid diajak untuk belajar dengan cara memberdayakan konteks (mendayagunakan situasi nyata dan lingkungan sosial di sekitarnya sebagai sumber belajar, misalnya bertani, menangkap ikan, dan lainnya) dan memanusiakan hubungan (mendorong murid untuk mengedepankan empati dalam proses belajar saat berjumpa dengan petani dan warga di perbukitan). “Pada kunjungan lapangan kali ini, murid-murid SD Cikal Bandung belajar memanusiakan hubungan (Compassionate Connection) dengan menjadi penduduk pedesaan selama sehari. Di sini adalah tempat yang jauh berbeda dengan suasana kehidupan mereka sehari-hari. Mereka merasakan bertemu dengan para petani dan pekerja yang bekerja di area pertanian, mencoba memetik strawberry, menangkap ikan, dan juga berjelajah mengitari area penginapan yang merupakan dataran tinggi. Di sisi lain mereka juga belajar secara nyata untuk memahami dampak setiap individu bagi komunitas di sekitarnya (Community Context).” jelasnya. Baca Juga : Dukung Perlindungan dan Pelestarian Hewan, Murid SMP Cikal Lebak Bulus Berkunjung ke Animal Shelter! Kunjungan lapangan yang dilakukan oleh SD Cikal Bandung bukanlah sekadar kunjungan lapangan semata, Khairunnisa menyebutkan bahwa sejatinya pembelajaran di Sekolah Cikal Bandung senantiasa berkaitan dengan kontekstual kehidupan yang akan mendorong anak lebih memahami konteks kehidupan nyata dan menjadi lebih siap untuk tumbuh, berkembang, dan bahkan memberikan kontribusi lebih bagi lingkungan sekitarnya. “Seluruh pembelajaran di SD Cikal Bandung bertujuan untuk mempersiapkan murid untuk bisa berdaya dan berkolaborasi di dunia nyata. Pelajaran ataupun tema pembelajaran selalu dikaitkan dengan konsep yang kontekstual dengan kehidupan nyata sehari-hari.” ucapnya. Dalam kunjungan lapangan ke Hilltop Camp pun, para guru berupaya untuk menguatkan pengembangan 5 kompetensi diri murid dalam kunjungan lapangan tersebut. Kompetensi yang berupaya dikuatkan tumbuh dalam diri murid, antara lain Reflektif, Berkomitmen, Mandiri, Berwawasan, Peduli, dan Kerja Sama. 6 Kompetensi dari total 15 Kompetensi Cikal tersebut diupayakan tumbuh dan menguat melalui beberapa gambaran aksi sebagai berikut: Ceklis Kemandirian adalah instrumen pendamping pembelajaran lapangan yang berbentuk daftar kegiatan atau hal-hal yang perlu dilakukan oleh murid secara mandiri. Ceklis kemandirian ini juga, menurut Sany sebagai homeroom, menjadi sebuah sarana pendorong penguatan komitmen murid untuk bertanggung jawab akan dirinya sendiri. “kami sebagai pendidik memiliki tujuan untuk mengajarkan kemandirian dan rasa tanggung jawab dengan melakukan tahapan dalam persiapannya. Misalnya ceklis kemandirian yang kami berikan pada anak 2 minggu sebelum keberangkatan, mendorong anak untuk menyiapkan keperluan sendiri, dan mengarahkan anak untuk bisa mengurus dirinya sendiri selama berada di villa, seperti mandi, makan dan membereskan barang-barangnya sendiri. Awalnya mereka menemukan tantangan tersendiri, namun anak-anak pun mengaku senang dengan pengalaman pertama overnight field trip mereka.” cerita Sany. Tak hanya ceklis kemandirian, murid SD Cikal Bandung juga diberikan lembaran reflektif yang dapat mendorong para murid untuk mengekspresikan pandangan, gagasan, dan perasaannya akan proses belajar lapangan yang berlangsung. Menurut Khairunnisa, Homeroom SD Cikal Bandung, hal ini adalah pembiasaan rutin di SD Cikal Bandung agar anak-anak terbiasa tumbuh menjadi pribadi reflektif sebagai manusia. “Kami selalu melakukan refleksi pada setiap aktivitas bermakna yang kami lakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Selain berdiskusi, kami pun memberikan lembar refleksi mengenai pemahaman mereka mengenai hak dan tanggung jawab warga sekitar Hilltop Camp dan pengalaman mereka selama berada disana. Kami memberikan pertanyaan pemantik seperti “Bagaimana perasaanmu ketika berada di sana? Apa pengalaman yang paling menarik selama berada disana?”.” ucap Khairunnisa. Pembelajaran Kunjungan Lapangan dan bermalam di Bukit Hilltop Camp bagi murid-murid SD Cikal Bandung bukanlah hanya sebagai perjalanan semata, melainkan menekankan pada murid bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, melainkan dari menyaksikan, bergerak, dan turun langsung kelapangan untuk melihat berbagai macam kegiatan dan masyarakat sehari-hari.(*) Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Sany Sri Rezeki, Pendidik SD Cikal Bandung Khairunnisa, Pendidik SD Cikal Bandung Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila Fitriana
Belajar Tentang Gaya Hidup Masyarakat Perbukitan
Proses Belajar Memanusikan Hubungan dan Memberdayakan Konteks
Kuatkan 6 Kompetensi Diri Murid
Ceklis Kemandirian Murid
Lembar Refleksi Murid
Informasi Cikal Support Center