Bolehkah Orang Tua Bersedih di Hadapan Anak? Simak Dulu Sisi Positif dan Negatifnya!


Estimated reading time: 2 minutes, 23 seconds.


Jakarta, Rumah Main Cikal. Menjadi orang tua tentu tak lepas dari proses belajar yang berkelanjutan. Dalam setiap langkah, orang tua akan selalu menemukan tantangan, kebahagiaan, kekhawatiran dan bahkan rasa haru dalam pendampingan tumbuh kembang anak. Rasa haru inilah yang tak jarang membuat orang tua terlihat bersedih atau bahkan menangis. 


Namun, pertanyaannya, apakah boleh bagi orang tua menangis atau bersedih di hadapan anak? Wakil Kepala Rumah Main Cikal, Ainul Yaqin, S.Psi menjelaskan bahwa menunjukkan kesedihan di hadapan anak dapat menjadi salah satu peluang memperkenalkan pada anak akan emosi manusia. Namun, terdapat pula dampak negatif pada anak. Simak selengkapnya sebagai berikut.


Bersedih di Hadapan Anak, Ruang Bagi Anak Belajar Berempati 


Menjadi orang tua yang mengalami momen bersedih merupakan situasi yang manusiawi dan wajar. Namun, ketika orang tua menunjukkan rasa sedihnya di hadapan anak, alangkah baiknya orang tua dapat  memberikan penjelasan ketika anak bertanya alasan kesedihan tersebut.  Dari titik itu, anak akan belajar berempati dan memahami cara mengekspresikan diri dari nilai dan makna yang disampaikan orang tua.


“Anak akan belajar berempati jika kita berikan penjelasan tentang kesedihan maupun tangisan yang kita perlihatkan. Jika tanpa diberikan penjelasan maupun ajakan untuk berdiskusi, maka anak akan berusaha untuk menyimpulkan sendiri apa yang ia lihat tanpa kontrol orangtua. Diskusi maupun penjelasan yang disampaikan oleh orang tua merupakan kesempatan untuk menanamkan nilai moral maupun nilai keluarga yang ingin dimiliki oleh anak.” jelas Iqin.


Baca juga : Orang tua, Ternyata ini Alasan Penting dan Pertimbangan Sekolahkan Sejak Usia Bayi!

Bersedih di Hadapan Anak, Buat Anak Merasa Tak Aman dan Nyaman


Mengekspresikan perasaan sedih di hadapan anak tentu memiliki sisi positif dan negatif yang akan mempengaruhi perasaan dan emosi anak. Sisi positifnya dapat menumbuhkan rasa empati dalam diri anak, maka di sisi negatifnya, apabila orang tua menunjukkan rasa sedih yang berlebihan anak akan merasa tidak aman dan nyaman dengan lingkungannya. 


“Jika alasan bersedih yang orang tua hadapi disampaikan dengan penjelasan yang tidak tepat atau ditampilkan berulang-ulang menunjukkan kesedihan dan tangisan di depan anak maupun berlama-lama hingga menangis histeris, akan berpotensi membuat anak semakin merasa tidak aman dengan lingkungannya, ataupun belajar untuk menyalahkan dirinya jika kesedihan orang tua berhubungan dengan hal-hal yang dilakukan oleh anak yang kemudian akan berdampak pada penilaian diri yang negatif.” tutur Iqin. 


Memahami bahwa bersedih di hadapan anak merupakan hal yang wajar sebagai manusia. Orang tua dengan ini akan lebih memahami bahwa memberikan pesan dan makna mengenai kesedihannya dengan cara yang tepat akan memberikan pelajaran dan nilai bermakna bagi proses pengembangan diri anak dan emosinya dengan baik. (*)

Baca juga : Anak Takut Bertemu Orang Baru? Orang Tua Coba 3 Cara Pendampingan ini Yuk!



Tanyakan informasi mengenai Rumah Main Cikal melalui tim membership setiap lokasi berikut: 

  • Rumah Main Cikal Lebak Bulus : (+62) 811-1723-551 (Whatsapp)

  • Rumah Main Cikal Serpong : (+62) 852-1773-7124 (Whatsapp)

  • Rumah Main Cikal Surabaya : (+62) 815-1550-1010 (Whatsapp)

  • Rumah Main Cikal Bandung : (+62) 851-6143-2320 (Whatsapp)





Artikel ini diproduksi oleh Tim Digital Cikal

Narasumber : Ainul Yaqin, S. Psi, Wakil Kepala Rumah Main Cikal 

Editor : Layla Ali Umar dan Stephani Tara Hestiningtyas

Penulis : Salsabila Fitriana 

I'M INTERESTED