Durasi waktu baca : 3 menit Serpong, Sekolah Cikal Serpong. Setiap anak lahir dan hadir di dunia dengan membawa keistimewaan dan keunikannya masing-masing. Sama halnya dengan Audrey, murid kelas 6 SD Cikal Serpong dengan berkebutuhan khusus yang gemar menggambar. Bagi Audrey, menggambar bukan sekadar hobi, melainkan cara untuk memahami diri dan dunia di sekitarnya. Melalui garis, warna, dan bentuk, ia menyalurkan emosi, mengekspresikan ide, sekaligus mengembangkan kreativitasnya. Di lingkungan Sekolah Cikal Serpong yang suportif, Audrey menemukan ruang untuk bertumbuh, tidak hanya sebagai seniman muda, tetapi juga sebagai individu yang berani mencoba, belajar, dan menghadapi tantangan. Seperti apa cerita Audrey dan bagaimana Audrey mengembangkan dirinya di Sekolah Cikal Serpong? Mari simak selengkapnya di artikel berikut! Baca juga : Cerita Wimar, Murid SMP Cikal Surabaya, Dalang Berbakat yang Berkembang di Pembelajaran Inklusif Layaknya seseorang yang menyukai menggambar, proses berkarya seringkali menjadi ruang untuk menyalurkan perasaan. Sama halnya seperti Audrey, ia menceritakan bahwa menggambar membantunya mengekspresikan perasaannya yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. “Aku suka sekali menggambar. Menggambar itu seperti mengekspresikan hal-hal yang aku suka. Saat aku sedih, aku menggambar, dan aku bisa gambar apa yang bikin aku sedih. Kalau aku senang, aku gambar karakter-karakter yang aku ingat.” ungkap Audrey. Baca juga : Mengenal Visual Art Vocational Program Bagi ABK di Sekolah Cikal Bagi Audrey, menggambar melatihnya untuk fokus pada proses dan menyelesaikan apa yang sudah ia coba gambar, sehingga Audrey memahami bahwa sebuah karya membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan komitmen. “Saat menggambar aku berlatih untuk lebih fokus dan belajar menyelesaikan tanggung jawabku. Terus, menggambar bikin aku lebih kreatif. Aku bisa membuat desain dengan tema-tema tertentu seperti mengubah karakter spongebob menjadi perempuan ataupun menggambar Chutki mengenakan Kebaya Encim!” katanya antusias. Baca juga : Memahami Arti Experiential Learning Bagi ABK dan Pengaruhnya Pada program Social Studies Functional, Audrey mempelajari budaya Betawi. Selama mempelajari budaya Betawi, Audrey paling tertarik pada desain pakaian tradisional Betawi, khususnya kebaya encim. “Di pelajaran social studies, aku belajar berbagai budaya Indonesia, salah satunya Betawi, aku suka sekali dengan paduan warna di kebaya encim.” jelas Audrey. Lalu, untuk proyek kelas, Audrey meluncurkan berbagai produk dengan tema desain Betawi, seperti tas, knot bag, outer, hingga lanyard. Produk-produk ini dijual pada pameran Assembly Year 6. Baca juga : 6 Murid Kebutuhan Khusus SMA Cikal Lebak Bulus Unjuk Karya di Astra Infra Sustainability Fest 2025 Audrey menceritakan bahwa dirinya merasa lingkungan Sekolah Cikal Serpong begitu penuh dukungan sehingga ia dapat leluasa mengeksplorasi bakat dan kelebihannya. Selain itu, lingkungan yang penuh kasih sayang juga membuatnya berkembang optimal. “Aku sangat suka sekolah di Cikal, di sini aku diterima dengan penuh cinta. Di Cikal aku bisa eksplor kelebihanku, selain menggambar aku juga suka menari. Apalagi ketika menari bersama teman-teman di event Playground Of!” jelasnya. Audrey juga mengungkapkan, Challenging Choices yang merupakan Cara Belajar Cikal diterapkan dengan baik dalam diri Audrey. Melalui cara ini, Audrey belajar untuk tetap bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, meskipun setiap hari ia menghadapi hal-hal yang tidak selalu ia sukai. “Cara belajar ini membuat aku tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi, karena setiap harinya ada hal-hal yang tidak ku sukai namun aku yakin aku mampu melewatinya.” lanjutnya. Awi, Homeroom Kelas6 SD Cikal Serpong menambahkan bahwa Audrey mengalami pengembangan emosional dan sosial yang baik selama belajar di Sekolah Cikal Serpong. “Selama dua tahun mendampingi Audrey, terlihat perkembangan signifikan dalam pengelolaan emosi dan fleksibilitasnya. Ia kini lebih mampu mengontrol diri dengan dukungan lingkungan sekitar. Audrey adalah anak yang periang, penyayang, dan memiliki selera seni yang kuat, dengan fokus tinggi saat berkarya. Ia juga cepat menghafal pola dan jadwal. Perkembangan ini membuat Audrey lebih mudah mengikuti berbagai kegiatan bersama teman-temannya, termasuk di luar rutinitas harian.” tutupnya.(*) Baca juga : Cerita Alala, Murid SMP Cikal Serpong, Banggakan Indonesia di Kompetisi Ice Skating Dunia Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Audrey, Murid Kelas 6 SD Cikal Serpong Editor : Salsabila Fitriana Penulis : Rahma YuliaMengelola Emosi Melalui Menggambar
Menggambar Melatih Tanggung Jawab
Rancang Produk dengan Desain Betawi
Pengembangan Diri di Sekolah Cikal Serpong
Informasi Cikal Support Center