Raih Penghargaan Internasional sebagai Guru dengan Empati Tinggi, Betty Anggraeni dari Sekolah Cikal Amri Setu Tekankan Pentingnya Memahami Kebutuhan Belajar Setiap Murid!

Estimated reading time: 4 minutes, 44 seconds


Jakarta, Sekolah Cikal.  Menjadi guru merupakan peran yang tidak mudah, mengingat peran tersebut membutuhkan kesiapan, dan dedikasi demi menanamkan praktik baik bagi setiap murid untuk dapat menggerakkan kontribusi dan kebermanfaatan bagi sesama. 


Salah satu cerita inspiratif guru Indonesia yang berdedikasi di bidangnya hadir dari Betty Anggraeni atau yang akrab disapa Betty. Betty yang merupakan pendidik program Social Studies untuk kelas 8 di SMP Cikal Amri Setu berhasil meraih penghargaan InternationalCARE Award sebagai pendidik yang memiliki empati tinggi dalam menghadirkan proses pembelajaran bermakna dengan segala tantangannya di masa pandemi karena berpusat pada kebutuhan anak pada 24 Mei 2022. 


(Betty Anggraeni mewakili Indonesia meraih CARE Award atas dedikasinya menjadi guru yang berempati pada murid di masa pandemi. Dok. Cikal)


CARE Award sendiri dilansir dari website resmi merupakan sebuah penghargaan bagi para guru di dunia yang membuat langkah pembelajaran yang unik dan berbeda di sekolah dan komunitas selama pandemi dengan 4 karakteristik (Curious, Adaptable, Resilient, and Empathetic), penghargaan ini diinisiasi oleh salah satu platform belajar-mengajar internasional bagi para guru seluruh dunia yang berpusat di Hongkong. 


Baca juga : Lolos di 10 Universitas Dalam dan Luar Negeri, Simak Cerita Izza Murid SMA Cikal Amri Setu Pelajar yang Miliki Impian Berkarir di Bidang Genetika


Semua Bermula Dari Berbagi Cerita Mengajar Kala Pandemi 


Betty menceritakan awal mula proses ia terpilih menjadi salah satu nominasi guru dengan empati di CARE Award bermula dari keikutsertaannya mengikuti sebuah workshop guru internasional yang dilaksanakan oleh platform pembelajaran dan pengajaran internasional bagi para guru seluruh dunia yang berpusat di Hongkong.


“Awalnya itu saya mengikuti workshop bagi guru yang diinformasikan oleh pustakawan Sekolah Cikal Amri Setu, ada banyak bentuk workshop dari berbagai organizers, salah satunya Be Something Different Education bagi para guru untuk pembelajaran digital.” ucap Betty.


Di momen mengikuti workshop pembelajaran digital tersebut, Betty diinformasikan bahwa terdapat sebuah penghargaan yang dihadirkan bagi para guru di seluruh dunia. Bagi guru yang ingin mengikuti kesempatan ini dapat mengisi sebuah asesmen pertanyaan yang terkait dengan pembelajaran di masa pandemi. 


“Saya diharapkan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai cara mengajar masa pandemi, kontribusi, dan cara membangun engagement antara guru dan murid, tantangan dan kesulitan yang dihadapi seperti apa. Saya pun menceritakan kesulitan dan tantangan. Lalu,  usaha kami guru dan murid dalam belajar dan berkembang di masa pandemi.” tambahnya. 



Terpilih di Kategori Empati hingga Raih Penghargaan Wakili Indonesia 


Terlupa dengan proses pengisian asesmen yang berisi cerita perjuangan dan proses pengajarannya saat workshop, Betty pun terkejut ketika dihubungi oleh pihak platform pembelajaran internasional tersebut dan mengatakan bahwa ia terpilih menjadi salah satu nominasi guru dengan empati.


“Sejujurnya, setelah saya selesai mengisi asesmen itu saat workshop, saya pun fokus ke hal lainnya. Pada bulan April sebelum lebaran, saya pun mendapat email resmi dari BSD Edu menyatakan bahwa saya lolos kategori empathy untuk Care Award 2022.” ucapnya sambil tersenyum. 


(Nominasi Guru dengan Empati di Care Award 2022. Dok. Website Penyelenggara) 


Di dalam websiteplatform tersebut sendiri, ternyata hanya Betty satu-satunya guru yang mewakili Indonesia dari 15 guru terpilih di 4 kategori nominasi yang dihadirkan. Di dalam kategori Empati terdapat 4 guru terpilih dari Bloomfield High School, New Jersey, USA, Sekolah Cikal Amri Setu, Elementary Institute of Science, USA, dan Nord Anglia International School of Hong Kong. 


Merasa bersyukur dan tak percaya, ia pun membagikan kabar ini ke rekan-rekan guru lainnya. Kabar itu pun apresiasi dan dukungan yang besar dari Sekolah, Murid, Para orang tua murid hingga keluarga Betty.  


(Momen kebersamaan Betty dan para murid SMP Cikal. Dok. Betty)


Bagi Betty, sebagai komunitas Sekolah Cikal dalam hal ini akan memberikan penuh tak hanya dari sesama guru, murid, para staff hingga para orang tua. Namun, ia tidak percaya dukungan itu bisa mendampinginya meraih penghargaan Care Award kategori Empati. 


“Bagi saya, Cikal Community (baik orang tua, rekan kerja, murid) pasti akan memberikan dukungan penuh, melalui status WhatsApp dan media sosial. Jadi, banyak juga apresiasi rekan kerja, orang tua dan murid-murid yang memberikan dukungan. Namun, tidak percaya kalau bisa menang, antara percaya dan tidak. Dukungan penuh dan apresiasi diberikan langsung.” ceritanya.


Pada 24 Mei 2022, secara resmi pengumuman pun dirilis dan Betty berhasil meraih penghargaan sebagai guru dengan empati. Rasa syukur yang tak terkira atas keberhasilan dan dukungan yang diberikan padanya. 


Baca juga : Minati Tari hingga Banggakan Indonesia di Kancah Internasional, Simak Cerita Audrey Murid SMP Cikal Amri Setu!



Pentingnya Menjadi Guru yang Paling Berempati 


Sebagai guru yang telah berdedikasi lebih dari 10 tahun di dunia pendidikan, Betty Anggraeni yang kini mengajar program Social Studies dan juga sebagai program leader untuk program tersebut menyatakan bahwa dunia pendidikan adalah dunia yang menyenangkan. 


“Saya jatuh cinta di dunia pendidikan karena saya dapat melihat langsung proses menjalankan pembelajaran yang menyenangkan, belajar dari mana saja, baik dari alam dan lingkungan sekitar. Keseruan menjadi guru adalah karena kita berperan dalam kehidupan seorang anak.” tuturnya.


Menjadi guru yang tidak pernah bosan dan berhenti belajar dari berbagai kegiatan workshop, konferensi, dan pelatihan lainnya untuk mengembangkan dan mengasah kompetensinya.


“Di Sekolah Cikal Amri Setu tempat saya mengajar, masing -masing dari kita, pendidik atau guru bisa terus belajar, kalau ada sebutan lifelong learner tentang Cikal, it’s not just a word, it's actually in action, it’s real life situation karena kami sebagai guru masih belajar terus menerus belajar agar bisa berkembang bersama-sama murid.” ucapnya. 


(Betty bersama para murid SMP Cikal Amri Setu di kala belajar daring. Dok. Cikal)


Terpilih menjadi guru dengan empati, Betty menjelaskan bahwa empati adalah salah satu karakter tumbuh dalam dirinya, dan alangkah baiknya ada dalam diri setiap guru Indonesia. 


“Empati bagi saya paling penting, karena dari sana kita sebagai guru belajar untuk mengetahui dan memahami proses belajar yang kita berikan untuk apa terhadap murid, dan bagaimana memberikan pembelajaran sesuai karakter murid masing-masing, menyesuaikan kebutuhan murid untuk pengembangan dirinya. Apabila anak belajar sesuai minat dan bakat, maka di sinilah proses empati berperan, kita sebagai guru atau fasilitator bisa dukung.” jelasnya. 


Di akhir perbincangan, Betty memberikan semangat kepada para guru di Indonesia untuk tetap semangat, tetap belajar dan berkontribusi untuk komunitas, bangsa dan negara. (*)



Untuk ketahui lebih lanjut mengenai pendekatan dan cara pengembangan serta pendampingan anak-anak di Sekolah Cikal hubungi bit.ly/bukutamucikal




Artikel ini ditulis dan diproduksi oleh Tim Konten dan Publikasi Cikal 

  • Editor : Layla Ali Umar dan Stephani Tara Hestiningtyas

  • Penulis : Salsabila Fitriana

Copyright, 2022.



I'M INTERESTED