Tak Sangka dari Coba-Coba, Charaya, Murid SMP Cikal Amri Setu, Berhasil Raih Medali Emas Pencak Silat!


Jakarta, Sekolah Cikal Amri Setu. Mengembangkan kompetensi murid di sekolah bukan hanya dalam kelas, melainkan juga di luar kelas di berbagai bidang dan kegiatan. Dengan pendampingan dan pemetaan minat bakat yang tepat dimulai dengan coba-coba, raih prestasi, dan kesiapan diri hadapi tantangan akan membuat anak merasa menemukan passion-nya di masa depan. 


Salah satu cerita alur penemuan bakat dari coba-coba dan dengan pendampingan serta dukungan sekolah dan orang tua hadir dari Chayara Vania Farras, murid SMP Cikal Amri Setu Jakarta Timur. Chayara, sapaan akrabnya, berhasil meraih medali emas di ajang kompetisi Pencak Silat, tingkat Walikota DKI Jakarta pada awal tahun 2022. 


(Chayara Vania Farras, murid SMP Cikal Amri Setu, raih medali emas di Kompetisi Pencak Silat tingkat Walikota tahun 2022. Dok. Pribadi)


Awal Mula Penemuan Minat Bakat Chayara



Penemuan minat dan bakat Chayara bermula dari kelas 4 SD Cikal, bermula dari coba-coba bersama teman-temannya. Chayara pun bercerita menemukan kesenangan serta menyukainya kala menggeluti Pencak Silat itu sendiri. 


“Saya dulu kelas 4 ikut Pencak Silat bareng teman. Pertama-tama, saya hanya ingin mencoba-coba, lama-lama, saya semakin menyukai Pencak Silat karena cara mainnya dan seninya. Menurut saya, membela diri ilmu yang keren dan karena itu, saya mulai termotivasi untuk melanjutkan Pencak Silat.” ceritanya.


Bersekolah di Sekolah Cikal sejak usia 5 tahun, Chayara yang senang menggali minatnya mengatakan bahwa Sekolah Cikal memiliki lingkungan yang ramah bagi setiap anak.


“Menurut saya, Cikal adalah tempat yang seru dan menyenangkan. Guru-guru dan murid di Cikal sangat ramah dan peduli. Sekolah di Cikal membuat saya senang.”ucapnya.


Seiring beranjak naik kelas, tepatnya di kelas 5, Chayara yang semakin berkembang kepercayaan dirinya mulai mengikuti berbagai kompetisi pencak silat. Semangat ini pun juga didukung oleh para guru dan tentunya orang tua yang selalu mendampingi Chayara. 


“Saya mulai mengikuti lomba-lomba Pencak Silat di kelas 5. Pertama memang, saya merasa takut, tetapi teman-teman saya dan guru klub memberi motivasi untuk percaya diri. Sehingga saya merasa yakin bahwa saya harus berjuang dan tidak putus asa.” tuturnya.


Baca Juga : Minati Tari hingga Banggakan Indonesia di Kancah Internasional, Simak Cerita Audrey Murid SMP Cikal



Cara Chayara Hadapi Tantangan Belajar di Sekolah Cikal saat Pandemi 



Menyikapi pandemi, Chayara yang masih duduk di tingkat SMP ini berbagi cerita momen mengelola waktunya sebagai salah satu cara terkuat dalam menghadapi tantangan belajar, kegiatan pencak silatnya, dan pandemi. 


“Saat pandemi, ketika belajar Online & Offline, saya tetap berlatih pencak silat. Saya berusaha untuk mengelola waktu berlatih dengan membuat schedule dan disiplin dalam menghadapi kegiatan-kegiatan saya. Saya harus mengelola dengan baik setiap tantangan, tidak putus asa, dan mengatur waktu saya dengan baik.” jelas murid yang menyukai program-program pilihan Cikal. 


Dalam menghadapi tantangan belajar, dukungan sekolah dan orang tua, menjadi salah satu pendampingan bagi Chayara di masa pandemi. 


“Sekolah dan orang tua memberi dukungan dengan cara membantu dan mendampingi saya, seperti orangtua saya yang suka mengingatkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau mengantar saya ikut klub. Guru saya juga memberikan bantuan dengan tugas sekolah.” ucapnya. 



Impian Chayara dan Pencak Silat Indonesia


Dalam mempersiapkan masa depan, Chayara yang menikmati proses belajar dan pengembangan bakatnya di bidang Pencak Silat menyatakan bahwa ia akan tetap melanjutkan bidang tersebut. 


“Di masa depan, saya tetap berharap untuk mengikuti dan melanjuti Pencak Silat. Saya ingin mempelajari seni Pencak Silat, serta memperbaiki fighting dan seni.” tuturnya.


(Chayara bermimpi untuk melanjutkan minatnya di Pencak Silat. Dok. Pribadi)


Ia pun menyisipkan sebuah refleksi dirinya dalam pengembangan dirinya di Pencak Silat sambil menikmati belajar.  


“Sangat penting mengenali passion kita, karena tanpa mengenali passion diri, kita tidak akan merasa lega saat melakukan sesuatu. Memahami passion kita sendiri berarti bisa membuat rangkaian motivasi diri untuk melakukannya dan bisa mendapatkan prestasi, sehingga jangan putus asa, tetap percaya diri, dan berjuang karena usaha untuk mengembangkan dan mempercayai diri bisa membuat kamu jadi orang yang lebih baik, serta memberi hasil yang memuaskan bagi kamu.” tutup Chayara dengan senang hati.(*)


Wah, betapa luar biasanya pengembangan diri hingga cara murid Cikal hadapi tantangan belajar dan passionnya! Semoga Chayara akan selalu berlatih, bertumbuh, dan berprestasi ya. 


Baca juga : Minati Baseball Sejak Kecil hingga Wakili Tim Baseball Indonesia di Kompetisi Asia Pasifik. Simak Cerita Dito Murid SMP Cikal Amri Setu!



Untuk ketahui lebih lanjut mengenai pendekatan dan cara pengembangan serta pendampingan minat bakat murid di Sekolah Cikal hubungi bit.ly/bukutamucikal 




Artikel ini ditulis dan diproduksi oleh Tim Konten dan Publikasi Cikal 

  • Editor : Layla Ali Umar dan Stephani Tara Hestiningtyas

  • Penulis : Salsabila Fitriana

Copyright, 2022. 



I'M INTERESTED