Berkenalan dengan Bilal, Murid Sekolah Cikal Serpong yang Gemar Bermain Wayang Kulit

Jakarta, Sekolah Cikal. Dunia anak-anak dikenal dengan dunia bermain. Kebutuhan bermain pada anak sebenarnya merupakan salah satu cara untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas, kemampuan dalam memecahkan masalah dan meningkatkan keterampilan sosial.Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat setiap harinya, berbagai bentuk variasi permainan daring tentunya akan lebih menarik bagi sebagian besar anak-anak di masa kini dibandingkan permainan tradisional.

Namun, ternyata hobi bermain daring bukanlah hal yang paling menarik untuk dilakukan oleh Muhammad Bilal, murid kelas 3 SD Sekolah Cikal Serpong. Uniknya, Bilal lebih senang menghabiskan waktunya selain sekolah dengan bermain Wayang Kulit.


Suka Seni Tradisional Sejak Kecil


Menurut Irawati Budiningsih, Ibu dari Bilal, sejak kecil Bilal sudah menyukai kesenian tradisional, dan bercita-cita melestarikan seni tradisional dengan menjadi Dalang.


“Sebetulnya Bilal juga seperti kebanyakan anak-anak lain, suka main lego, playstation, nintendo gitu ya.Tapi, hal yang tidak biasa dia sukai adalah suka bermain wayang kulit. Bilal tertarik sekali sama kesenian tradisional dari kecil. Ia ingin menjadi Dalang.” tuturnya saat dihubungi oleh Tim Humas Cikal (23/7)

Bagi Bilal, setiap kali menghabiskan waktunya bermain dengan Wayang, hatinya menjadi sangat senang. Ia juga mengatakan dengan bermain wayang ia dapat mengasah imajinasinya dan kreativitasnya dalam membuat cerita setiap kali bermain Wayang.


“Kalau aku bermain wayang itu senang banget. Soalnya aku bisa buat cerita baru, cerita buatan yang seru saat bermain wayang. Aku seneng bisa menggerakkan tokoh-tokoh yang aku suka. Tokoh yang paling aku suka itu Gatot Koco, itu karakter yang paling terkenal, dan the hero di wayang kulit. Aku kalo main Wayang gak pake timer, bisa main 3 jam, 1 jam jadinya seru deh.” tutur murid kelas 3, Sekolah Cikal Serpong ini.


Kesepakatan Belajar dan Bermain 


Di masa belajar daring saat pandemi kini, Irawati Budiningsih menyatakan bahwa Ia bersyukur telah diajarkan oleh Sekolah Cikal tentang bagaimana membuat kesepakatan belajar dengan anak.

Dalam hal ini, Ia telah menerapkannya dengan Bilal demi menyeimbangkan waktu belajar dan bermain Wayang. “Alhamdulillah kita udah diajarin Sekolah Cikal soal membuat kesepakatan & bikin jadwal bersama anak. Jadi aman.” ucapnya.


Bilal turut menyatakan bahwa selama belajar daring, Ia dapat bermain. Namun, tidak menggunakan keprak. “Kalo lagi online learning, aku mainnya ga pake keprak, jadi di mute dulu.” tutur Bilal yang dikenal Dalang Cilik dan seringkali diundang untuk pentas wayang.

Sebagai orangtua, Irawati menyampaikan harapan terbesarnya dengan hobi dan cita-cita yang dimiliki oleh Bilal. “Kita berharap, Bilal bisa memanfaatkan talentanya ini untuk kebaikan. Kami akan lebih bersyukur lagi apabila talenta ini bisa mengajak orang untuk sama-sama berbuat baik (seperti mencintai dan melestarikan Seni Wayang) dan melalui media ini (wayang) harapannya juga bisa menjembatani komunikasi berbagai strata sosial.” jelasnya. (sfa)

Murid Sekolah Cikal Serpong Bermain Wayang Kulit
ENROLL NOW