Durasi waktu baca : 3 menit
Surabaya, Sekolah Cikal Surabaya. Kepedulian terhadap isu kesenjangan pendidikan di Indonesia mengantarkan dua murid kelas 11 SMA Cikal Surabaya, Vira dan Aimee, menorehkan prestasi di kancah internasional.
Melalui gagasan inovatif dan aksi nyata di lapangan, keduanya berhasil meraih Juara 2 kategori Best Idea Innovation dalam ajang Korea Youth Summit 2026. Tak sekadar berkompetisi, Vira dan Aimee membuktikan bahwa suara generasi muda dapat menjadi langkah awal menghadirkan perubahan yang berdampak bagi masa depan pendidikan Indonesia.
(Vira dan Aimee Raih Juara 2 kategori Best Idea Innovation Korea Youth Summit 2026. Dok.Cikal) Bagaimana perjalanan kompetisi Vira dan Aimee? Mari simak lebih lengkap di artikel berikut! Baca juga : Bekali Murid Tumbuh Tangguh dan Siap Hidup, Ini Cerita Pameran CAS SMA Cikal Amri Setu 2026 Vira dan Aimee membahas mengenai perbedaan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama pada wilayah perkotaan dan perdesaan. Mereka menyoroti berbagai tantangan, seperti kurangnya personil guru di desa, akses internet yang terbatas, hingga minimnya fasilitas belajar. “Topik yang kami presentasikan dalam kompetisi ini adalah kualitas edukasi di Indonesia yang masih kurang. Alasan kami membawakan topik ini adalah agar tidak ada lagi kesenjangan pendidikan di Indonesia dan juga dapat menumbuhkan generasi penerus yang cerdas dan berwawasan tinggi.” jelas Vira. (Isu Kesenjangan pendidikan Indonesia antarkan murid Cikal Surabaya Raih Prestasi. Dok.Cikal) Tak hanya sekedar presentasi, Vira dan Aimee juga melakukan aksi nyata sebagai solusi dari isu yang diangkat. Mereka menjadi volunteer English teacher di sebuah panti asuhan di Gresik dan membangun mini library yang dapat digunakan dalam jangka panjang. “Inovasi yang kami lakukan adalah menjadi volunteer guru di sebuah panti asuhan di Gresik dan juga memberikan mini library. Kami berharap inovasi ini menjadi langkah awal untuk mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia.” lanjut Aimee. Baca juga : Cerita Bhanu, Murid SMP Cikal Serpong, Aktif dan Berprestasi di Bidang Matematika dan Olahraga Korea Youth Summit adalah kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan mempresentasikan ide inovatif yang berdampak bagi masyarakat global dan diikuti 26 peserta dari 8 negara, seperti Maroko, Vietnam, New Zealand, dan lain sebagainya. Di kompetisi ini, Vira dan Aimee meraih juara 2 di kategori Best Idea Innovation. “Kami berkompetisi di Korea langsung dan juga mendapat penghargaan Best Group. Alasan kita mendapat penghargaan tersebut adalah kita berempat melakukan kerjasama saat melakukan proyek dan berkomunikasi satu sama lain. Selama beberapa bulan, kita bekerja keras untuk mengulurkan waktu buat proyek ini dan mempelajari bahwa dengan bekerja sama dan menjaga komunikasi satu sama lain, kita bisa meraih kesuksesan dan menyelesaikan proyek kita dengan aman.” kata Vira dan Aimee. Baca juga : Cerita Wisang, Murid SMA Cikal Amri Setu, Terpilih dan Ikuti Nusantara Future Leaders 2025 Persiapan kompetisi tentunya tak luput dari tantangan. Sama halnya yang dirasakan Vira dan Aimee yang telah mempersiapkan proyeknya dari tiga bulan sebelumnya. Mulai dari manajemen waktu, hingga hambatan yang dirasakan saat terjun ke lapangan. “Kami mempersiapkan lomba ini dari 3 bulan sebelumnya. Tantangan yang kami hadapi adalah dalam mencari waktu yang pas untuk melakukan project kami bersama dua teman kami dari sekolah yang berbeda. Selain itu, tantangan sosial yang kami hadapi adalah berkomunikasi dengan anak anak panti yang baru pertama kali bertemu dengan pelajaran bahasa inggris yang membuat kami membutuhkan lebih banyak waktu dalam mengajar.” kata Vira. Meski begitu, kesadaran Vira dan Aimee dalam melihat kesenjangan pendidikan di Indonesia membuatnya lebih peka terhadap kebutuhan orang lain yang tumbuh di lingkungan berbeda. Baca juga : 3 Cara SMP dan SMA Cikal Surabaya Dampingi Murid Memilih Jurusan dan Studi Impian Aktif berkompetisi pada bidang riset dan penelitian mendorong Vira dan Aimee mengasah 4 kompetensi, antara lain Skillful and an Effective Thinker (Pemikir Terlatih dan Efektif), Emotionally, Morally, and Spiritually Rich (Pribadi Bahagia dan Bijak), dan Empowering Member of Just (Warga Dunia yang Berdaya). “Menurut saya, saat lomba ini berlangsung, Kompetensi 5 Bintang Cikal yang tumbuh dalam diri saya adalah Skillful and an Effective Thinker, dan Emotionally, Morally, and Spiritually Rich.” kata Vira. Aimee melanjutkan. “Cikal Five Star Competencies yang berkembang dalam diri saya lebih ke yang Empowering Member of Just, yang meningkatkan skill leadership.” tutup Aimee.(*) Baca Juga : Tim Peneliti Muda SMA Cikal Surabaya Ubah Video Brain-Rot Jadi Media Belajar ABK Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Vira dan Aimee, Murid Kelas 11 SMA Cikal Surabaya Editor : Salsabila Fitriana Penulis : Rahma Yulia 
Angkat Isu Kesenjangan Pendidikan Indonesia

Raih Juara 2 Kategori Best Idea Innovation di Korea Youth Summit 2026
Tantangan Persiapan Kompetisi dan Pembuatan Proyek
Pengembangan Kompetensi 5 Bintang Cikal pada Vira dan Aimee
Informasi Cikal Support Center