Durasi waktu baca: 3 menit
Surabaya, Sekolah Cikal Surabaya. Berangkat dari kepedulian terhadap media pembelajaran anak berkebutuhan khusus yang masih minim, lima murid kelas 10 dan 11 SMA Cikal Surabaya yang terdiri dari Danta, Keenan, Radya, Izza, dan Bintang tergabung menjadi kelompok peneliti muda SMA Cikal Surabaya yang berpartisipasi di Indonesia International Applied Science Olympiad (I2ASPO) 2025, sebuah kompetisi penelitian terapan yang mengajak peserta merancang dan memaparkan proyek ilmiah berbasis solusi atas permasalahan nyata yang diikuti oleh murid dari seluruh Indonesia dan beberapa negara.

(Tim SMA Cikal Surabaya sukses raih emas di Indonesia International Applied Science Olympiad (I2ASPO). Dok.Cikal)
Di kompetisi Sains Terapan tersebut, tim peneliti muda SMA Cikal Surabaya berhasil menghadirkan inovasi media pembelajaran inklusif bagi anak dengan kebutuhan khusus dan sukses meraih medali emas.
Apa yang menginspirasi kelima peneliti muda ini dan seperti apa perjalanan tim dalam persiapan penelitian ini? Mari simak cerita dari perwakilan tim, Danta dan Keenan, murid kelas 10 SMA Cikal Surabaya di artikel berikut!
Baca juga : Mengenal Visual Art Vocational Program Bagi ABK di Sekolah Cikal
Kebanyakan orang mengetahui bahwa konten brain-rot adalah hiburan tanpa makna yang dapat menurunkan fokus pada siapapun yang menontonnya. Namun, tim peneliti SMA Cikal Surabaya memanfaatkan candu konten tersebut sebagai media pembelajaran anak berkebutuhan khusus.
“Kami melihat ada kesenjangan antara dunia digital yang sangat menarik bagi anak berkebutuhan khusus seperti konten brain rot yang cepat dan repetitif dengan media pembelajaran konvensional yang sering dianggap kurang menantang bagi mereka. Kami ingin menjembatani dua dunia ini: apakah format dan bahasa visual yang mereka sukai di media sosial bisa diadaptasi untuk tujuan edukasi yang lebih terstruktur.” kata Keenan.

Danta juga melanjutkan bahwa video brain-rot yang mudah menarik perhatian penonton dapat dijadikan salah satu metode belajar untuk anak berkebutuhan khusus, sehingga meningkatkan efektivitas belajar.
“Kita menemukan bahwa sebagian besar sekolah di Indonesia tidak mempunyai program pendidikan khusus untuk anak berkebutuhan khusus, dikarenakan kesulitan untuk menemukan metode dan materi yang sesuai. Jadi, kita membuat video edukatif dengan aspek video brain-rot, karena video tersebut memiliki sifat menangkap perhatian penonton.” lanjut Danta. Baca juga : Ciptakan Aplikasi Menabung, 2 Murid SMA Cikal Surabaya Raih Juara Kompetisi Peneliti Dalam penelitiannya, tim peneliti Cikal Surabaya menggunakan metode quasi-eksperimental. Mereka membagi peserta menjadi dua kelompok: satu kelompok menonton video edukasi biasa dan kelompok lainnya menonton video dengan konten brain-rot menggunakan materi yang sama. “Kita menggunakan metode penelitian bernama quasi eksperimental. Dalam metode ini, kita mengundang peserta untuk mengikuti eksperimen secara teratur. Peserta dipisah menjadi dua kelompok dan tiap kelompoknya menonton video edukatif, namun satu kelompok menonton video brain-rot dan lainnya edukasi biasa. Kita memilih metode ini agar kita bisa membandingkan efektivitas video edukatif biasa dan brainrot.” jelas Danta. Langkah berani tim dalam menguji konten yang dianggap tidak mendidik akhirnya membuahkan temuan yang berharga bagi pendidikan inklusi. Melalui observasi mendalam, tim peneliti menemukan sesuatu yang menarik dari uji coba ini. “Dalam skala kecil dengan subjek penelitian yang terbatas, metode video "brain-rot" edukatif ini menunjukkan hasil yang setara dengan video edukasi konvensional dalam hal pemahaman materi. Meskipun belum secara signifikan lebih unggul, hal ini justru menjadi titik terang yang penting. Artinya, kami tidak mengorbankan kualitas pembelajaran demi daya tarik. Kami berhasil menciptakan media yang sama efektifnya dalam transfer pengetahuan, tetapi dengan tingkat keterlibatan (engagement) dan perhatian awal yang jauh lebih tinggi dari peserta.” kata Keenan. Baca juga : 5 Langkah Konselor SMA Cikal Surabaya Dampingi Murid Atasi Kebimbangan Memilih Jurusan dan Kampus Impian Murid-murid SMA Cikal Surabaya yang terdiri dari Danta, Keenan, Radya, Izza, dan Bintang telah mengikuti kompetisi penelitian nasional Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada pada 18 s/d 21 Desember 2025. Para murid membawakan judul penelitian yang bernama “Brain-rot Education: Reimagining Brain-rot Videos as a Learning Method for Children with Special Needs” dan berhasil membawa pulang medali emas untuk sekolah. “Ketika nama SMA Cikal Surabaya dan judul penelitian kami akhirnya disebut sebagai peraih medali emas, semua rasa lelah, diskusi hingga larut malam, dan revisi tanpa henti terasa terbayar sepenuhnya.” ungkap Danta dan Keenan. Baca juga : Farras, Murid SMA Cikal Serpong, Belajar Pengendalian Diri dan Raih Medali Emas dari Taekwondo Danta dan Keenan menceritakan bahwa dari proses persiapan penelitian ini memberi tim ruang untuk belajar mengenai pengembangan diri, baik dari sisi emosional maupun sosial. “Kami belajar untuk bertekad kuat meski menghadapi berbagai kesulitan teknis dan mental selama penelitian. Lalu, dari kolaborasi dan kerjasama tim, mengajarkan kami arti komunikasi efektif, saling mendukung, dan mengelola dinamika kelompok di bawah tekanan waktu.” kata Keenan. Danta juga menyampaikan bahwa dari proses persiapan ini, ia belajar bahwa adaptasi terhadap situasi yang tak terduga juga penting agar dapat mengikuti alurnya dan penting untuk membuat opsi rencana untuk menghadapi hal-hal di luar kendali. “Pelajaran yang paling berharga dari pengalaman ini menurut saya adalah: selalu membuat rencana berbagai kemungkinan hasil, dan jangan ragu untuk menggantikan rencanamu.” lanjut Danta. Sebagai sekolah nasional berbasis kompetensi di Surabaya Barat, SMA Cikal Surabaya tak hanya mementingkan proses belajar anak di sekolah, tetapi juga memberi dukungan penuh untuk pengembangan diri anak sesuai minatnya, hal ini sejalan dengan yang dirasakan Danta dan Keenan. “Saya menyukai bahwa Cikal menekankan untuk mendampingi dan mendukung aktivitas selain pelajaran sekolah, seperti pemilihan universitas, lomba-lomba, dan lain sebagainya. Menurut saya, kompetensi 5 Bintang Cikal yang tumbuh dengan baik di saya adalah sebagai Pelajar Merdeka dan Pemikir Terlatih dan Efektif.” tutupnya.(*) Baca juga : Psikolog Cikal Jelaskan Alasan Anak SD Tetap Harus Didampingi Saat Bermain Game Online Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Danta dan Keenan, Murid Kelas 10 SMA Cikal Surabaya dan Perwakilan Tim Peneliti Editor : Salsabila Fitriana Penulis : Rahma Yulia Menguji Efektivitas Video Brain-Rot untuk Pembelajaran Inklusif
Raih Medali Emas di Kompetisi Penelitian Nasional
Tumbuh Jadi Pelajar Merdeka Tangguh Hadapi Tantangan
Informasi Cikal Support Center