Durasi Waktu Baca : 4 Menit
Surabaya, SD Cikal Surabaya. Cara belajar murid-murid yang berada di jenjang pendidikan Sekolah Dasar sejatinya diperkaya dengan pengalaman langsung ke lapangan agar para murid lebih mudah membangun suatu pemahaman berdasarkan konteks nyata. Itulah yang diyakini oleh SD Cikal Surabaya.
Pada 28-29 Januari 2026, SD Cikal Surabaya mengajak para murid kelas 4 untuk menjelajahi Yogyakarta untuk mempelajari secara langsung dari lapangan mengenai pengaruh sistem pemerintahan terhadap masyarakat di masa lalu dan masa kini, serta bagaimana peran pemerintahan memberikan pelayanan terhadap masyarakat melalui Overnight Field Trip (OFT).
(SD Cikal Surabaya Berkunjung dan melakukan dialog dengan DPRD dalam pembelajaran lapangan. Dok.Cikal) Ke mana saja murid kelas 4 SD Cikal Surabaya menjelajah untuk mempelajari sistem pemerintahan? Bagaimana gambaran keseruan para murid mempelajari pengaruh dua sistem pemerintahan? Serta kompetensi apa yang berupaya dikuatkan untuk tumbuh dalam setiap diri murid? Simak selengkapnya di bawah ini! Septika Wuri, Pendidik SD Cikal Surabaya yang juga Koordinator Overnight Field Trip kelas 4 SD Cikal Surabaya, menyatakan bahwa pembelajaran lapangan ke Yogyakarta ditujukan untuk mendorong murid-murid mengenal dan memahami dua sistem pemerintahan yang ada di Yogyakarta. “Misi utamanya adalah memberikan pengalaman belajar kontekstual yang terhubung langsung dengan Unit of Inquiry (UOI) kita: "How We Organize Ourselves". Anak-anak bisa belajar dua sistem pemerintahan sekaligus: sistem demokrasi di DPRD dan sistem monarki di Keraton yang masih berdampak hingga kini. Ini sangat pas dengan Central Idea kita: "Governmental system in historic era influences people and society today".” jelasnya. (Murid SD Cikal Surabaya mempelakari peranan pemerintah dan pengaruhnya pada rakyat.dok.Cikal) Para murid SD Cikal Surabaya juga, menurutnya, dapat melakukan eksplorasi mengenai struktur dan fungsi dari dua sistem pemerintahan, dari peran, tanggung jawab, hingga hubungan dengan rakyatnya. Proses ini menjadi wujud nyata pembelajaran memberdayakan konteks. “Anak-anak dapat belajar langsung mengenai struktur dan fungsi berbagai sistem pemerintahan (Keraton dan DPRD), peran dan tanggung jawab orang-orang di dalam pemerintahan, serta hubungan antara pemerintah dan rakyatnya. Di Jogja, mereka melihat langsung "wujud nyata" dari sistem tersebut untuk melayani masyarakat luas. Jadi, ini adalah praktik langsung dari teori di kelas.” tambahnya. Baca Juga : Tim Peneliti Muda SMA Cikal Surabaya Ubah Video Brain-Rot Jadi Media Belajar ABK Sebagai SD swasta nasional yang berbasis kompetensi dan juga dengan lingkungan inklusif, SD Cikal Surabaya menerapkan cara Cikal atau 5Cs dalam setiap perjalanan atau penjelajahan pembelajaran di luar kelas. Dalam perjalanan ini, murid dengan Kebutuhan Khusus dari kelas 4 SD Cikal Surabaya juga turut serta dan pendampingannya juga disesuaikan dengan kebutuhan setiap murid. Septika menuturkan bahwa dengan cara belajar yang telah diintegrasikan dalam kegiatan para murid dapat mengeksplorasi dan memenuhi rasa ingin tahunya dengan gaya belajar masing-masing di semua tempat berkunjung dari Keraton Yogyakarta, Museum Benteng Vredeburd, Kampung Wayang Wukirsari, hingga DPRD DIY. “Kegiatan OFT ini sangat istimewa karena dirancang untuk menghidupkan elemen-elemen 5Cs sekaligus. Anak-anak ABK juga turut serta dengan pendampingan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Saat sesi kunjungan dan observasi (di semua destinasi), anak-anak dibebaskan mengeksplorasi dan mengajukan pertanyaan sesuai rasa ingin tahu mereka masing-masing.” jelasnya. Berikut adalah gambaran penerapan Cara Belajar Cikal di OFT kelas 4 SD Cikal Surabaya. Melalui proses belajar langsung ke tengah masyarakat, Keraton, dan DPRD, anak-anak diajak untuk memberdayakan konteks (Community Context). Selama kegiatan berlangsung, para murid belajar memanusiakan hubungan (Compassionate Connection) dengan memupuk rasa empati dan kerja sama saat menginap bersama teman-teman. Pengalaman langsung ini sangat efektif untuk membantu anak-anak memahami konsep (Comprehensive Concepts) secara utuh, karena mereka dapat menghubungkan teori sejarah dan pemerintahan yang dipelajari di kelas dengan realita di lapangan. Pada akhirnya, seluruh rangkaian proses ini akan membangun keberlanjutan (Constructive Continuity), menjadikan pengalaman berharga ini sebagai bekal pemahaman bermakna yang akan terus berkembang di masa depan. Untuk personalisasinya sangat terlihat pada aspek Memilih Tantangan (Challenging Choices). Saat sesi kunjungan dan observasi (di semua destinasi), anak-anak dibebaskan mengeksplorasi dan mengajukan pertanyaan sesuai rasa ingin tahu mereka masing-masing. Gaya belajar tiap anak—baik yang visual, auditori, maupun kinestetik—semua terfasilitasi dengan baik di lapangan! Baca Juga : Belajar Industri Pupuk dan Petrokimia, Murid SMA Cikal Surabaya Kunjungan ke PT. Petrokimia Gresik Terdapat 2 pengalaman unik yang dibagikan oleh para murid kelas 4 SD Cikal Surabaya, dari mengenal sejarah, bertanya langsung ke DPRD, dan membuat Wayang. Salah satu murid kelas 4 SD Cikal Surabaya, Rafi, mengungkapkan bahwa perjalanan belajar langsung lapangan ke Yogyakarta menjadi pengalaman yang menyenangkan baginya. Ia banyak belajar mengenai sejarah pemerintahan sejarah bahkan memberanikan diri berdialog dengan DPRD. “Aku sangat senang dengan kegiatan OFT. Dan yang paling aku suka saat mengunjungi Museum Benteng Vredeburg, karena di sana aku bisa belajar sejarah pemerintahan Indonesia dari zaman dulu sampai sekarang. Belajar sejarah dari diorama-diorama di museum itu sangat seru. Saat ke DPRD aku bertanya langsung tentang tugas dan pekerjaan DPRD karena aku penasaran sebenarnya tugas mereka itu ngapain aja.” ucapnya. Rafi juga menambahkan bahwa ia mendapatkan banyak pengetahuan baru dari perjalanan langsung ini, dari tentang kerajaan, pemerintahan, sejarah, hingga membuat wayang. “Saat OFT aku juga dapat pengetahuan baru selain tentang kerajaan, pemerintahan, tetapi juga tentang sejarah Indonesia. Dan dari OFT aku juga jadi tahu cara membuat wayang asli Indonesia.” tambahnya. Tak hanya Rafi, ada pula Lovely yang mengungkapkan bahwa pengalaman paling unik dalam perjalanannya adalah menikmati proses pembuatan wayang dan mendengar kisah-kisah superhero asli Indonesia. “Perasaanku seneng banget saat ikut OFT karena bisa tidur bareng teman. Dan yang paling meaningful itu saat kita ke Kampung Wayang Wukirsari. Soalnya di sana kita ga cuma belajar bikin wayang, tapi juga belajar cerita dan superhero asli Indonesia dan main game seru.” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa kemandirian dan kepeduliannya terasah dalam perjalanan belajar ke Yogyakarta ini. “Dari OFT ini juga sekarang aku bisa lebih mandiri, karena selama OFT aku melakukan semua sendiri, termasuk packing. Aku juga jadi belajar lebih peduli dengan teman dan lingkungan.” ungkapnya. Baca Juga : Latih Kelola Emosi dan Fokus, Murid Kebutuhan Khusus SD Cikal Lebak Bulus Unjuk Keterampilan Merawat Hewan Septika menuturkan bahwa dalam perjalanan Overnight Field Trip yang menggabungkan perjalanan belajar pemerintahan, sejarah dan budaya, terdapat 6 kompetensi dari 15 kompetensi Cikal yang dikuatkan untuk tumbuh dan berkembang di dalam diri setiap murid, antara lain, berwawasan, berpikiran terbuka, peduli, mandiri, komunikatif, dan reflektif. “Kegiatan seru ke Keraton, Benteng Vredeburg, Kampung Wayang, DPRD, hingga menginap bersama ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Melalui OFT ini anak-anak mempraktikkan langsung berbagai kompetensi Cikal. Mereka mengasah kemampuan berwawasan, berpikiran terbuka, mandiri, peduli, komunikatif, dan reflektif di lapangan. Sehingga melalui satu kegiatan OFT ini, mereka tidak hanya membawa pulang memori menyenangkan, tapi juga karakter kemandirian, kepedulian, dan keluwesan sosial yang utuh. Kami sangat bangga dengan proses belajar mereka.” imbuhnya.(*) Baca Juga : Cerita Marsha, Murid SMA Cikal Surabaya, Wakili Indonesia di Program Pertukaran Pelajar Australia Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Septika Wuri, Pendidik SD Cikal Surabaya dan Koordinator OFT kelas 4 SD Cikal Surabaya Editor : Layla Ali Umar Penulis : Salsabila Fitriana
Belajar Dua Sistem Pemerintahan Yogyakarta

Penerapan Cara Belajar Cikal di OFT SD Cikal Surabaya
Memberdayakan Konteks (Community Context)
Memanusiakan Hubungan (Compassionate Connection)
Memahami Konsep (Comprehensive Concept)
Membangun Keberlanjutan (Constructive Continuity)
Memilih Tantangan (Challenging Choices)
Pengalaman Unik Murid SD Cikal Surabaya di OFT
Senang Belajar Sejarah dan Bertanya pada Anggota DPRD
Membuat Wayang dan Mendengar Kisah Superhero Indonesia
Penguatan 6 Kompetensi Diri Murid SD Cikal Surabaya
Informasi Cikal Support Center