Durasi Waktu Baca : 2 Menit Jakarta, Sekolah Cikal Kemang. Sekolah Cikal dikenal sebagai sekolah inklusi yang berkomitmen untuk melindungi hak ABK dan keluarganya agar dapat tumbuh dengan resiliensi dalam kehidupan. Namun, bagaimana gambaran komitmen dan aksi nyata dari Sekolah Cikal untuk melindungi hak ABK dan keluarganya? Mari simak penjelasan lebih lanjut berikut ini. Debby Ashari, Koordinator Pendidikan Inklusi Cikal Kemang, menyampaikan bahwa dalam praktiknya, Sekolah Cikal berupaya membangun komitmen berkelanjutan untuk tidak hanya sekadar menerima anak dengan kebutuhan khusus, saudara sekandungnya, dan keluarganya yang ingin berkembang bersama Cikal, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung semuanya untuk berkembang sesuai kebutuhannya. “Sekolah Cikal selalu berupaya menjadi sekolah yang tidak hanya menerima anak berkebutuhan khusus, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung seluruh keluarga. Bagi kami, inklusivitas bukan sekadar membuka akses, tetapi memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang sesuai kebutuhannya.” tegasnya. Baca Juga : Debby menuturkan bahwa untuk setiap anak dengan kebutuhan khusus, saudara sekandungnya, dan keluarga, Sekolah Cikal telah melakukan 3 bentuk aksi nyata, yaitu pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, dan pengembangan budaya inklusif di sekolah. Dalam pembelajaran, Debby mengatakan bahwa personalisasi pembelajaran, kolaborasi erat antara guru dan orang tua, dan pengembangan komunikasi rutin untuk penyesuaian target perkembangan dan capaian anak diperlukan. “Untuk upaya nyata yang kami lakukan melalui pembelajaran yang dipersonalisasi, kolaborasi yang erat antara guru dan orang tua, serta komunikasi yang rutin untuk menyusun target perkembangan anak secara bersama,” ucapnya. Berkaitan juga dengan pembelajaran dan pendampingan pengembangan resiliensi ABK, saudara sekandungnya, dan keluarganya, Sekolah Cikal berupaya menggerakkan aksi nyatanya dengan pengembangan secara kontinu kompetensi guru untuk pendidikan inklusi Cikal dan untuk guru reguler di kelas besar (Collaborative Class) “Sekolah Cikal juga terus membekali guru agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, menghargai keberagaman, dan responsif terhadap kebutuhan setiap anak.” ucapnya. Gambaran aksi nyata ketiga adalah pembentukan budaya inklusif di sekolah. Debby menyampaikan bahwa budaya empati, saling menghargai, dan peduli dibangun bukan hanya untuk ABK, saudara sekandungnya, dan keluarganya, melainkan untuk semua individu di komunitas sekolah. Hal ini tentu menjadi cerminan pembiasaan hidup dalam keberagaman. “Selain itu, kami juga berupaya membangun budaya sekolah yang menumbuhkan empati dan rasa saling menghargai, sehingga bukan hanya anak berkebutuhan khusus yang belajar, tetapi seluruh komunitas sekolah belajar hidup dalam keberagaman.” tuturnya. Baca Juga : Memahami Gambaran Emosi Saudara Kandung ABK dan Cara Orang Tua Mendukungnya Mengenali Hak ABK, Saudara Sekandung ABK, dan Keluarga ABK dalam Kehidupan Sejak Sekolah Cikal dinyatakan sebagai Sekolah Inklusi Terbaik di The 1st Global Special Education Forum 2025 serta meraih penghargaan Riset Terbaik di Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia 2025, Debby menyatakan bahwa kunci Sekolah Cikal untuk menghadirkan ekosistem inklusi terbaik adalah keberlanjutan refleksi dari setiap dan seluruh anggota komunitasnya agar dapat memastikan perlindungan hak ABK, saudara sekandungnya, dan keluarganya terpenuhi. “Sebagai institusi, Sekolah Cikal menyadari bahwa membangun sekolah yang benar-benar inklusif adalah sebuah proses yang terus berkembang. Oleh karena itu, Sekolah Cikal terus belajar, mendengarkan masukan dari keluarga, dan melakukan perbaikan agar dapat memberikan dukungan yang semakin baik bagi anak, sibling, maupun keluarganya.” imbuhnya. Baca juga : Memahami Tantangan yang Dihadapi ABK, Saudara Sekandung ABK, dan Keluarga ABK Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Debby Ashari, Koordinator Pendidikan Inklusi Cikal Kemang Editor: Layla Ali Umar Penulis : Salsabila FitrianaKomitmen Sekolah Cikal untuk Perlindungan ABK, Saudara Sekandungnya, dan Keluarganya
Aksi Nyata Sekolah Cikal dalam Perlindungan ABK, Saudara Sekandung, dan Keluarga ABK
Aksi Nyata dalam Pembelajaran
Aksi Nyata dalam Pengembangan Kompetensi Guru
Aksi Nyata dalam Pembentukan Budaya Inklusif di sekolah
Kunci Sekolah Cikal Jadi Ekosistem Inklusi Terbaik
Informasi Cikal Support Center