Kunjungan Lapangan Kolaboratif, Aksi Keterlibatan Masyarakat Ala SMA Cikal Amri Setu

SMA Cikal Amri Setu Aktif Gerakkan Aksi Keterlibatan Masyarakat dengan Kunjungan Lapangan


Durasi Waktu Baca : 5 Menit



Jakarta, SMA Cikal Amri Setu. Sebagai SMA swasta nasional yang melahirkan banyak alumni yang melahirkan banyak inisiatif dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, misalnya, LinoTani, Labitta The Label, dan masih banyak lagi, SMA Cikal Amri Setu memiliki salah satu program belajar wajib bagi setiap murid di kelas 11 yang mendorong murid mendapatkan pengalaman belajar yang tidak terfragmentasi, melainkan saling terhubung dan memberdayakan seluruh konteks nyata di kehidupan. Program belajar tersebut dikenal dengan Collaborative Field Trip atau kunjungan lapangan kolaboratif ke daerah-daerah di Indonesia. 


Pada tahun 2024 dan 2025, murid-murid kelas 11 SMA Cikal Amri Setu telah menggerakkan kunjungan lapangan kolaboratif dan pemberdayaan masyarakat ke berbagai area di Yogyakarta dan Kepulauan Seribu.  para murid kelas 11 menggerakkan kegiatan belajar-mengajar secara sukarela (Teaching Volunteer), Aksi Pembersihan Pantai, Penanaman Mangrove, Coral Transplanting, dan lainnya. 



(Community Engagement Sekolah Cikal Amri Setu dalam Kunjungan Lapangan Kolaboratif.  Dok.Cikal)


Apa sebetulnya esensi dari Kunjungan Lapangan Kolaboratif yang digagas dan digerakkan secara rutin di SMA Cikal Amri Setu?  Dan apa pengaruhnya kepada murid-murid di jenjang SMA? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.





Penerapan Integrasi Lintas Program dalam Kunjungan Lapangan Kolaboratif 


Nisa Amalina, Pendidik SMA Cikal Amri Setu dan Koordinator Collaborative Field Trip SMA Cikal Amri Setu, menceritakan bahwa Collaborative Field Trip atau Kunjungan Lapangan Kolaboratif merupakan gambaran nyata dan bukti penerapan dari integrasi program-program belajar di SMA Cikal Amri Setu yakni Manajemen Bisnis, Sains, CAS (Creativity, Activity, Service), dan Agama yang akan mendorong kemampuan murid untuk memaknai ragam konteks belajar secara lebih terhubung dan mendalam.


Collaborative Fieldtrip ini merupakan mandatory program untuk murid kelas 11 yang dirancang secara terintegrasi lintas program, meliputi CAS (Creativity, Activity, Service), Business Management, Science (Chemistry, Physics, Biology), dan Agama. Pendekatan kolaboratif ini bertujuan agar pengalaman belajar murid tidak terfragmentasi, namun saling terhubung dan kontekstual.” ujarnya.

Baca Juga : Sungai Sastra, Klub Sastra dan Penulisan Kreatif di SMP dan SMA Cikal Amri Setu 




Tujuan Kunjungan Kolaboratif di SMA Cikal Amri Setu

Sebagai pendidik yang aktif mendorong pengembangan kompetensi diri murid SMA Cikal Amri Setu, Nisa menyatakan bahwa terdapat 5 tujuan kunci yang diharapkan dapat tercapai dari program Collaborative Field Trip yang diikuti oleh murid-murid SMA, yakni dari memberikan pengalaman langsung dan memahami dinamika sosial nyata di masyarakat, hingga meningkatkan kesiapan diri murid menjadi pelajar global yang memiliki kepedulian sosial tinggi di kehidupan.



(SMA Cikal Amri Setu aktif dorong murid memahami dinamika sosial nyata di masyarakat. Dok.Cikal)



“Kami ingin memberi pengalaman pembelajaran di luar kelas yang akan mendorong murid mengeksplorasi isu-isu di dunia nyata (real-world issues), serta terjun langsung ke dalam praktik dan dinamika sosial, ekonomi dan lingkungan yang terjadi di masyarakat. Tak hanya itu, melalui interaksi langsung dengan komunitas, pelaku usaha, institusi dan lingkungan sekitar, murid kami ajak untuk mengaitkan konsep dan teori yang dipelajari di kelas dengan realitas yang mereka temui di lapangan. Selain memperkuat pemahaman mereka terhadap teori dan konsep, tentu, kami berupaya mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi lintas disiplin, komunikasi dan refleksi etis. Terakhir, kami juga mendorong para murid untuk meningkatkan kepedulian sosial dan meningkatkan kesiapan murid sebagai pembelajar global.” jelasnya.

Anggi Puspitasari, Wakil Kepala SMA Cikal Amri Setu, juga menambahkan bahwa sejatinya sebagai program lintas disiplin, SMA Cikal Amri Setu juga mengupayakan program ini menjadi sarana transformatif yang akan membangun ketahanan belajar dan kesiapan murid mengahadapi isu global yang lebih kompleks.


“Selain sebagai program lintas disiplin, Collaborative Field Trip juga menjadi ruang pembelajaran transformatif di mana murid diuji untuk keluar dari zona nyaman, menghadapi situasi yang tidak sepenuhnya terprediksi, serta belajar mengambil keputusan secara kolektif. Proses ini membantu murid membangun ketahanan belajar (learning resilience) dan kesiapan menghadapi konteks global yang kompleks.” ujarnya.

Baca Juga :Kenjiro, Atlet Muda SMP Cikal Amri Setu, Raih Puluhan Prestasi Bola dan Lolos PORPROV DKI Jakarta! 


Bentuk Kegiatan Belajar Kolaboratif SMA Cikal Amri Setu

Beberapa contoh kegiatan kunjungan lapangan kolaboratif di SMA Cikal Amri Setu antara lain adalah Teaching Volunteer di SD Negeri Timbulharjo Bantul Yogyakarta, Penanaman Mangrove di Pulau Seribu, Pembersihan Sampah di Laut, dan masih banyak lagi di tahun 2024 dan 2025.

Nisa menuturkan bahwa teaching volunteer adalah bentuk kegiatan yang dilakukan dan digerakkan oleh murid kelas 11 SMA Cikal Amri Setu sebagai bentuk pemberdayaan konteks pendidikan publik dan memahami dinamika belajar di luar lingkungan sekolah murid Cikal. 

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi murid untuk terlibat langsung dalam konteks pendidikan publik dan memahami dinamika pembelajaran di luar lingkungan sekolah mereka sendiri. Pengalaman ini adalah pengalaman otentik murid secara nyata kepada komunitas, sekaligus membuka perspektif mereka terhadap keberagaman kondisi pendidikan dan kebutuhan pembelajaran di masyarakat.” ujarnya.

Baca Juga : “Good Morning Cikal” Program Siaran Pagi STUCO di SMP dan SMA Cikal Amri Setu 




Cerita Pengalaman Perwakilan Murid SMA Cikal Amri Setu 

Gioia, salah satu murid perwakilan SMA Cikal Amri Setu yang turut serta dalam Collaborative Field Trip saat di kelas 11, menceritakan bahwa di momen Teaching Volunteer ia mengajarkan Seni ke murid SDN Timbulharjo Bantul kelas 6 SD. Di momen tersebut Gioia mengajarkan juga cara mengajarkan juga mengenai Recycling kepada murid kelas 6 SDN Timbulharjo.

“Aku mendapatkan pengalaman luar biasa saat Collaborative Field Trip di SDN Timbulharjo Yogyakarta, 2025. Aku mendapatkan kesempatan mengajar Seni ke murid SD kelas 6. Kita membuat prakarya dari plastik bekas. Aku juga mengenalkan ke adik-adik tentang Recycling dan adik-adik terlihat senang sekali dengan kegiatan yang kami lakukan bersama. Setelah selesai kelas, kita pun mengajak adik-adik bermain.” ceritanya.

Dengan pengalaman yang berharga tersebut, ia mengungkapkan bahwa ia ingin aktif untuk turut serta dan menjadi bagian dari kegiatan kunjungan lapangan kolaboratif lagi dan membagikan pengetahuan yang ia miliki untuk memberikan manfaat lebih luas lagi.

“Kegiatan turun lapangan telah menjadi aktivitasku di SMA Cikal Amri Setu, kegiatan ini memberikan makna yang lebih besar bagi komunitas dan hal tersebut sangat bermanfaat. Aku ingin sekali ikut lagi kegiatan seperti ini di Sekolah Cikal Amri Setu. Berbagi pengetahuan sangat berarti bagiku.” tuturnya.

Baca Juga : Mengenal Cikal Vox Collective, Klub Debat dan Public Speaking Berprestasi SMP dan SMA Cikal Amri Setu 



Pengembangan 5  Kompetensi Diri Murid SMA Cikal Amri Setu

Collaborative Field Trip bukan hanya sebagai ruang untuk pemberian pengalaman hidup yang bermakna dan membuat murid terhubung akan konteks pembelajaran nyata, melainkan juga mempersiapkan setiap murid SMA Cikal Amri Setu untuk mengasah 7 kompetensi dari 15 kompetensi 5 bintang Cikal, antara lain, Komunikatif, Kepemimpinan yang Berdampak, Kerjasama, Reflektif, dan Berorientasi Aksi.

“Keterlibatan murid sebagai pengajar di SD Negeri memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan diri murid Cikal, antara lain meningkatkan rasa empati dan kesadaran sosial, keterampilan komunikasi, kepemimpinan yang berdampak, dan kerja tim, adaptasi dan memecahkan masalah di situasi nyata, serta mendorong refleksi diri mengenai peran mereka sebagai pembelajar dan anggota masyarakat. Pengalaman ini membantu murid memahami bahwa pembelajaran tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan, tanggung jawab sosial, dan kontribusi nyata terhadap komunitas.”imbuhnya.(*)

Baca Juga : Cerita Wisang, Murid SMA Cikal Amri Setu, Terpilih dan Ikuti Nusantara Future Leaders 2025




Informasi Cikal Support Center


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : 

    • Nisa Amalina, Koordinator Collaborative Field Trip SMA Cikal Amri Setu.

    • Anggi Puspita, Wakil Kepala SMA Cikal Amri Setu.

    • Gioia, Murid SMA Cikal Amri Setu.

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana



I'M INTERESTED