Langkah Perlindungan Keluarga ABK untuk Tumbuh dengan Resiliensi

Durasi Waktu Baca : 2 Menit



Jakarta, Sekolah Cikal Kemang. Masyarakat yang sudah mulai terbuka terhadap pentingnya inklusivitas semakin menyadari pentingnya dukungan publik untuk memberikan perlindungan kepada  ABK, saudara sekandungnya, dan keluarga agar dapat tumbuh dengan resiliensi dalam kehidupan. Meskipun begitu, hal yang menjadi pertanyaan adalah mulai dari manakah langkah perlindungannya? 


Debby Ashari, Koordinator Pendidikan Inklusi Cikal Kemang, menyampaikan bahwa dalam praktiknya, langkah untuk memulai perlindungan ABK dan keluarganya dimulai dari cara pandang. Apa maksudnya? Mari simak penjelasannya berikut ini.




Perubahan Cara Pandang Masyarakat Jadi Dasar Upaya Perlindungan 

Debby menjelaskan bahwa hal yang paling mendasar dalam memulai upaya perlindungan ABK dan keluarganya adalah mengubah cara pandang yang melihat ABK, saudara sekandungnya, dan keluarganya sebagai anak dan keluarga yang penuh potensi. 

Bila cara pandang masyarakat berubah dari mengasihani menjadi melihat potensi, maka tindakan perlindungan yang diberikan pun akan berubah.

Perlindungan yang paling esensial dimulai dari cara kita memandang setiap anak sebagai individu yang memiliki potensi, bukan hanya melihat kebutuhannya. Ketika cara pandang ini berubah, tindakan kita pun akan ikut berubah,” ucapnya.

Baca juga : Memahami Tantangan yang Dihadapi ABK, Saudara Sekandung ABK, dan Keluarga ABK dalam Kehidupan 




Gambaran Langkah Perlindungan Tepat untuk ABK, Saudara Sekandungnya, dan Keluarganya

Debby pun memberikan beberapa penjelasan tambahan secara signifikan mengenai gambaran langkah perlindungan tepat pasca mengubah cara pandang terhadap ABK, saudara sekandungnya, dan keluarganya sebagai berikut:

  • Langkah Perlindungan untuk ABK

Debby menyebutkan bahwa langkah perlindungan untuk ABK dimulai dengan memastikan kesempatan untuk belajar, bermain, bersosialisasi, dan berpartisipasi secara setara serta dukungan sesuai kebutuhannya.

“Untuk anak berkebutuhan khusus, perlindungan berarti memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang setara untuk belajar, bermain, bersosialisasi, dan berpartisipasi dengan dukungan yang sesuai kebutuhannya.” ucapnya.

  • Langkah Perlindungan untuk Saudara Sekandung

Debby menjelaskan bahwa langkah perlindungan saudara sekandung dimulai dari pemberian perhatian dan pendampingan tumbuh kembang yang setara dan tidak dibedakan dengan saudaranya yang memiliki kebutuhan khusus.

“Untuk saudara sekandung ABK (sibling), penting untuk memastikan mereka juga merasa didengar, mendapatkan perhatian, dan memahami bahwa perasaan mereka juga sama berharganya.” tegasnya.

  • Langkah Perlindungan untuk Keluarga dengan ABK

Debby menuturkan bahwa langkah perlindungan keluarga dengan ABK dilakukan dengan menghadirkan lingkungan atau dukungan tanpa penghakiman, dari layanan informasi, kemitraan, edukasi, hingga profesional.

“Untuk keluarga, mereka membutuhkan lingkungan yang mendukung, akses terhadap informasi dan layanan, serta kemitraan yang baik dengan sekolah dan tenaga profesional, tanpa stigma atau penghakiman.” ungkapnya.

Baca Juga : 




Masyarakat Inklusif Berperan Penting dalam Langkah Perlindungan

Sebagai ahli pendidikan inklusi di Sekolah Cikal Kemang, Debby menegaskan bahwa langkah perlindungan untuk ABK dan keluarganya dimulai dengan membangun masyarakat inklusif, dan proses membangunnya adalah tanggung jawab semua pihak.  

Jika masyarakat inklusif tercipta, maka perlindungan untuk ABK dan keluarganya akan benar-benar berjalan optimal.

“Pada akhirnya, membangun masyarakat yang inklusif bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga atau sekolah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Ketika setiap orang mulai memahami, menerima, dan memberi ruang, di situlah perlindungan dan kesetaraan benar-benar dirasakan oleh anak dan keluarganya,” imbuhnya.(*)

Baca Juga : 




Informasi Cikal Support Center


Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs 




Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal 

  • Narasumber : Debby Ashari, Koordinator Pendidikan Inklusi Cikal Kemang

  • Editor : Layla Ali Umar 

  • Penulis : Salsabila Fitriana

I'M INTERESTED