Durasi waktu baca: 3 menit
Jakarta, Sekolah Cikal Lebak Bulus. Menjadi pelajar yang kreatif, berpikir kritis, dan tangguh adalah cerminan murid Sekolah Cikal. Sama halnya seperti Rania, murid kelas 11 SMA Cikal Lebak Bulus, yang baru saja meraih Juara 2 di kompetisi bisnis internasional International Consulting Case Challenge (IMCC) 2025.
Melalui perjalanan kompetisi ini, Rania tidak hanya belajar tentang strategi bisnis, tetapi juga tentang ketahanan diri (resilience), kerja sama tim global, dan cara berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah nyata. Apa motivasi Rania ikut serta dalam kompetisi bisnis dunia, dan seperti apa proses pengembangan diri Rania dalam kompetisi ini? Simak selengkapnya berikut ini! Rania memandang bisnis sebagai pertemuan antara logika dan seni. Ia menikmati proses berpikir dan mengubah sebuah ide sederhana menjadi sesuatu yang kebermanfaatannya dapat mengubah hingga membantu kehidupan. Mengacu pada pandangan inilah, Rania termotivasi untuk mempelajari bisnis. “Sejak kecil, saya selalu terpesona oleh ide-ide. Bagaimana sebuah pemikiran dapat berubah menjadi sesuatu yang mengubah hidup orang lain. Bagi saya, bisnis bukan hanya tentang profit atau angka, tapi juga tentang creation, yang menggunakan kreativitas sebagai cara untuk membuat hingga memecahkan masalah.” kata Rania. Rania pun melanjutkan bahwa motivasinya untuk terus belajar bisnis adalah ia dapat mengasah berpikir kreatif hingga mempelajari bagaimana ide yang diterapkan berfungsi di kehidupan nyata. Baca Juga : Alisha, Murid SD Cikal Lebak Bulus, Raih 5 Medali Kejuaraan Gymnastic Nasional dan Internasional Di Cikal, memilih tantangan adalah salah satu cara pembelajaran yang mendorong pengembangan kompetensi dalam diri setiap anak, termasuk Rania. Rania menantang dirinya untuk berpartisipasi di ajang kompetisi bisnis internasional, yaitu International Consulting Case Challenge (IMCC) 2025 yang diikuti oleh 9 negara, dari Indonesia, China, Australia, Kanada, Italia, Singapura, hingga Inggris. Di kompetisi ini, Rania meraih Juara 2. “Saya bergabung karena ingin mengasah kreativitas di ajang kompetisi internasional dan belajar bagaimana tim global mengatasi masalah bisnis secara berbeda, serta menjalin koneksi dengan berbagai murid dari berbagai negara.” kata Rania.Senang Berkreasi Melalui Bisnis
Raih Juara 2 Kompetisi Bisnis Internasional

(Rania, Perwakilan SMA Cikal Lebak Bulus di Kompetisi Bisnis Internasional Raih Juara 2. Dok.Cikal)
Lalu, dalam kompetisi ini, Rania tergabung dalam tim dan berperan dalam strategi kreatif dan storytelling. “Di kejuaraan ini, saya bekerja dalam tim, dan masing-masing dari kami memiliki kelebihan masing-masing. Kalau aku, fokus di strategi kreativitas dan presentasi.” tuturnya. Baca Juga : Cerita Mika-Athar, Atlet Renang SMP Cikal Lebak Bulus, Juara Akuatik Nasional 2025 Bagi Rania, kompetisi ini juga menjadi ruang pengembangan emosionalnya. Ia membagikan cerita bahwa kompetisi internasional yang mendatangkan peserta dari berbagai negara ini membuatnya belajar mengelola stres dan tetap tenang di situasi yang kompetitif. “Saat persiapan kompetisi ini, saya sangat disiplin dalam manajemen waktu dan berusaha untuk mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan. Untuk tetap produktif, saya menggunakan cara self-reward, yaitu mengambil jeda atau istirahat setelah setidaknya 60% tugas saya selesai.” kata Rania. Pelajaran berharga lainnya yang diraih Rania dalam pengembangan kompetensi dirinya sebagai manusia dari kompetisi ini ialah membantunya untuk meningkatkan growth mindset dan ketahanan diri. “It taught me to think beyond the box in order to win, you have to push yourself beyond your limits. Kalau kamu tidak berusaha, mungkin kamu nggak benar-benar menginginkan kesuksesan seperti yang kamu bilang.” jelas Rania. Baca Juga : Ahza, Murid SMA Cikal Lebak Bulus, Raih 2 Penghargaan di Jakarta International Model United Nations 2025 Bersekolah di Sekolah Cikal Lebak Bulus yang mengedepankan pengembangan kompetensi diri untuk masa depan mendorong Rania menghadapi proses pembelajaran dalam bentuk Project-Based. Berbagai proyek yang dijalankan oleh Rania di SMA Cikal Lebak Bulus melatih Rania untuk berpikir lebih dalam menghadapi situasi, sehingga mendorongnya untuk menganalisis permasalahan dari berbagai sudut pandang. “Sekolah Cikal terus-menerus melatih saya untuk berpikir kritis melalui tugas-tugas yang mereka berikan, sehingga otak saya terlatih untuk berpikir kritis saat menghadapi situasi, dalam hal ini bisnis yang harus saya konsultasikan.” kata Rania. Rania juga menyampaikan bahwa seiring waktu ia belajar, bertumbuh, dan berkembang dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi yang mengacu pada pengembangan kompetensi 5 Bintang Cikal, ia menyampaikan bahwa bintang Cikal yang paling berkembang dalam dirinya adalah menjadi pemikir terlatih dan efektif (Skillful and effective thinker) “Kompetensi 5 Bintang Cikal yang paling berkembang dalam diriku adalah Skillful dan an Effective Thinker. Melalui berbagai proyek dan kompetisi, aku belajar untuk menerapkan pengetahuan secara kreatif, berpikir kritis, dan menyampaikan ide-ide dengan efektif.” ujarannya. Rania dalam hal ini tengah berproses untuk selalu mengasah kompetensi dalam dirinya, dan dengan kemampuan yang ia miliki dalam berpikir kritis, ia akan siap menghadapi kehidupan nyata dengan baik.(*) Baca Juga : Cerita Ale, Murid SMA Cikal Serpong, Peraih Medali Perunggu Kejuaraan Anggar Nasional 2025 Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal Narasumber : Rania, murid kelas 11 SMA Cikal Lebak Bulus Editor : Salsabila Fitriana Penulis : Rahma Yulia Belajar Kelola Stres dan Asah Resiliensi
Pembelajaran Berbasis Proyek di Sekolah Cikal LB
Informasi Cikal Support Center