Durasi waktu baca : 3 menit
Surabaya, Sekolah Cikal Surabaya. Dua murid kelas 11 SMA Cikal Surabaya, Banyu dan Hana, meraih Juara Harapan 2 di kompetisi Lomba Peneliti Belia Jawa Timur 2025, sebuah kompetisi riset bagi murid SMP/SMA sederajat di berbagai bidang dengan peserta dari seluruh Indonesia.
Pencapaian ini bukan hanya menunjukkan kemampuan akademik mereka, tetapi juga menandai perkembangan keterampilan penting sebagai seorang akademisi dan peneliti muda, seperti kolaborasi, manajemen waktu, hingga kemampuan menerima dan mengolah umpan balik.
Mari simak pengembangan diri Banyu dan Hana dalam kompetisi ini!
Baca Juga : Cerita Marsha, Murid SMA Cikal Surabaya, Wakili Indonesia di Program Pertukaran Pelajar Australia
Bergerak sebagai tim di kompetisi penelitian tingkat Nasional membuat Banyu dan Hana saling mendukung dan mengandalkan satu sama lain. Maka dari itu, mereka dapat belajar bahwa penelitian bukan hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana mereka bekerja sama dengan baik.
“Kami bekerja sama sebagai tim dalam lomba penelitian ini. Kami saling berbagi tugas dan memberi masukan, jadi tidak memberatkan satu pihak saja. Selain itu, time management yang teratur juga sangat membantu dan menghindari saya dari rasa stres.” kata Hana.
Banyu menambahkan juga bahwa dalam menyikapi tekanan persiapan kompetisi ini, Banyu tetap melakukan hal-hal yang ia suka, seperti olahraga atau bermain musik sejenak.
“Biasanya, aku mengambil waktu istirahat dan melakukan hobi, seperti bermain gitar dan lari sore agar otak saya tidak kepanasan dan dapat menyegarkannya.” lanjut Banyu.
Baca Juga : SMP dan SMA Cikal Surabaya Gelar University Fair Menuju Universitas Impian
Dalam kompetisi Lomba Peneliti Belia (LPB) Jawa Timur 2025, Banyu dan Hana memilih bidang ekonomi dan membahas model bisnis untuk aplikasi menabung remaja yang bernama Bling. Menurut Banyu dan Hana, aplikasi ini berpotensi untuk mengajarkan anak untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
“Kami menganalisis model bisnis yang tepat untuk sebuah aplikasi menabung remaja bernama Bling yang pernah partner saya Hanna buat untuk LPB tahun 2024. Menurut kami, aplikasi menabung ini menarik untuk dikembangkan serta dapat membantu remaja mengelola keuangannya. Dengan menganalisis pembuatan start-up untuk aplikasi ini. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu remaja Indonesia mengelola keuangannya sejak dini.” jelas Banyu.
Baca Juga : Atharizi, Murid SD Cikal Surabaya, Raih Medali Perak International Mathematics Contest 9 Negara!
Hana mengungkapkan, keterampilan sosial turut berkembang pada diri mereka dalam proses kompetisi ini, seperti belajar menerima feedback atau umpan balik dari mentor. Sebab, sebagai peserta peneliti belia, Banyu dan Hana memegang prinsip terbuka dengan masukan dan evaluasi untuk menghasilkan kualitas karya yang lebih baik.
“Menurutku, keterampilan yang paling berkembang selama kompetisi berlangsung adalah manajemen waktu dan belajar menerima feedback dari mentor kami. Wawasanku soal dunia fintech juga berkembang sehingga Kompetensi 5 Bintang Cikal, Pemikir Terlatih dan Efektif (Skillful and Effective Thinker) turut tumbuh dalam diriku. ” ungkap Hana.
Sejalan dengan Hana, Banyu juga menyampaikan bahwa kemampuan komunikasinya yang tercermin dalam bintang Cikal, Pemikir Terlatih dan Efektif tumbuh optimal.
“Dalam kompetisi ini, keterampilan sosial bisa terdapat dalam mencari narasumber dan melakukan wawancara serta berkomunikasi dengan baik dan formal. Di sini, saya jadi menampilkan sosok Pemikir Terlatih dan Efektif, karena menunjukkan kemampuan berkomunikasi dan berpikir kritis saya.” tutup Banyu.(*)
Baca Juga : 51 Murid Sekolah Cikal Surabaya Raih 169 Medali di WSC Regional Round 2025
Tanyakan informasi mengenai pendaftaran, program hingga kurikulum Cikal melalui Whatsapp berikut : https://bit.ly/cikalcs
Artikel ini ditulis dan dipublikasikan oleh Tim Digital Cikal
Narasumber : Banyu dan Hana, Murid Kelas 12 SMA Cikal Surabaya
Editor : Salsabila Fitriana
Penulis : Rahma Yulia